RSS
Syndicate content

Varietas Jeruk Keprok Unggulan Indonesia

Jeruk keprok (citrus nobilis) sangat disukai karena mempunyai rasa manis dan segar, kulitnyapun menarik dan mudah dikupas. Di Indonesia, varietas jeruk keprok banyak ragamnya untuk dikembangkan dengan pengelolaan yang baik agar meningkatkan produksi sehingga kebutuhan dalam negeri terpenuhi dan mengurangi buah ekspor.
Adapun varietas jeruk keprok yang sudah dikenal dan dibudidayakan sekitar 23 jenis, namun yang sudah dilepas dan merupakan unggulan nasional hanya berjumlah 6 (enam) varietas, yaitu 1) Keprok Tejakula, 2) Keprok Selayar, 3) Keprok Siompu, 4) Keprok Soe, 5) Keprok Garut, dan 6) Keprok Sipirok.

Keprok Tejakula
Tejakula merupakan nama salah satu kecamatan di Kabupaten Buleleng-Bali yang merupakan daerah asal atau sentra produksi jeruk ini. Jeruk Tejakula mempunyai bentuk bulat pendek, kulit buah halus seperti berminyak, tekstur buah lunak, daging buah berwarna kekuningan dengan rasa manis dan segar, warna kulit buah hijau kekuningan hingga kemerahan, mempunyai berat rata-rata per buah 163 gram. Produksi buah antara 30 - 90 kg per pohon. Jeruk Tejakula ini dapat tumbuh baik di dataran rendah kurang dari 400 m dpl, jika ditanam di dataran tinggi akan mempunyai rasa daging buah agak asam dan kulit buah agak tebal.

Keprok Selayar
Jeruk keprok ini berasal dari daerah Selayar-Sulawesi Selatan. Jeruk Keprok Selayar banyak ditanam pada ketinggian 5 - 130 m dpl, dengan kondisi lahan berbatu. Buah berbentuk bulat agak gepeng dan bagian bawah agak cekung. Kulit buah yang masih muda berwarna hijau dan bila sudah matang berwarna kehijauan hingga kuning dengan ketebalan kulit antara 2 - 3 mm. Daging buah berwarna oranye dengan rasa manis berair dan aroma harum. Berat buah utuh antara 135 = 200 gram dengan kandungan air antara 40 - 55%. Pohon jeruk ini yang berumur 10 tahun berproduksi antara 500 - 800 buah per pohon per musim.

Keprok Siompu
Jeruk Keprok Siompu berasal dari Batauga-Sulawesi Tenggara. Jeruk ini tumbuh bagus pada ketinggian tempat antara 0 - 500 m dpl dengan kondisi tanah berpasir, berkerikil dan berbatu dengan pH 5,5. Bentuk buah bulat dengan lingkar buah antara 20 - 26 cm. Kulit buah yang sudah matang mempunyai warna hijau hingga kuning emas pada pangkal dekat tangkai daun. Daging buah bertekstur halus, berwarna orange dengan rasa manis asam dan aroma lembut. Tanaman jeruk ini pada umur 6 - 7 tahun dapat berproduksi buah antara 200 - 1.800 buah per pohon per tahun dan setiap buah mempunyai berat antara 135 - 200 gram.

Keprok Soe
Sentra produksi jeruk Keprok Soe di Desa Bosen dan Desa Tiobu, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timur Tengah Selatan-Nusa Tenggara Timur. Jeruk ini ditanam pada ketinggian antara 800 - 1.200 m dpl dengan tanah bertekstur kapur/Mediterania. Buah berbentuk bulat pendek dan kulit agak licin dengan warna kuning kemerah-merahan bila sudah matang. Daging buah lunak berwarna orange dengan rasa manis segar, aroma lembut dan berserat. Produksi buah antara 50 - 250 kg per pohon per musim dan setiap buah mempunyai berat rata-rata antara 100 - 125 gram.

Keprok Garut-1
Jeruk Keprok Garut-1 merupakan hasil turunan dari jeruk Keprok Garut yang juga dikenal dengan jeruk Paseh. Sentra produksi jeruk Keprok Garut-1 di Kecamatan Wanaraja, Garut Kota, Samarang, Cisurupan, Karang Pawitan di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Jeruk ini ditanam pada ketinggian antara 800 - 1.200 m dpl. Buah jeruk ini mempunyai diameter rata-rata 8 cm dengan bentuk buah bulat agak gepeng bagian ujung menjorok ke dalam dan bagian pangkal terdapat putting (tonjolan). Kulit buah berwarna kekuning-kuningan. Daging buah berwarna kuning/orange dengan rasa manis segar dengan harum khas keprok garut dan kandungan air tertinggi serta paling manis diantara jeruk keprok yang ada. Pada umur 4 tahun dapat berproduksi buah sekitar 50 kg per pohon per musim dan setiap buah utuh mempunyai berat rata-rata antara 150 - 200 gram.

Keprok Sipirok
Jeruk Keprok Sipirok berasal dari Desa Gunungtua Baringin, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Jeruk ini ditanam pada ketinggian antara 600 - 800 m dpl. Buah berbentuk bulat gepeng dengan kulit buah matang berwarna kuning hingga orange. Daging buah bertekstur halus berair dan berwarna orange dengan rasa manis segar dan aroma harum segar. Pada umur tanaman 20 tahun, produksi buah antara 200 - 300 kg per pohon per musim dan setiap buah mempunyai berat rata-rata antara 150 - 200 gram.


Penulis : SUSILO ASTUTI H.
(Penyuluh Pertanian, Pusluhtan)

Sumber informasi:
1. Redaksi Agro Media. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jakarta: PT Agromedia Pustaka. 2009.
2. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Jeruk. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. 2005.
3. Jeruk Keprok. Direktorat Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. 2002.