RSS
Syndicate content

Teknologi TOT (Tanpa Olah Tanah) Jagung

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Sulawesi selatan termasuk salah satu wilayah pengembangan jagung Nasional dan pemasok kebutuhan jagung di Indonesia. Daerah ini memiliki dua agroekosistem yaitu lahan kering seluas 913.446 Ha dan lahan sawah tadah hujan seluas 239.171 Ha. Pengembangan jagung lahan kering umumnya dilakukan pada musim hujan, sehingga produktivitas tidak seoptimal apabila dilakukan pada musim kemarau di lahan sawah tadah hujan. Penyebabnya adalah intensitas penyinaran matahari dan jumlah debit air pada setiap fase yang berbeda terhadap pertanaman jagung. BPTP Sulawesi Selatan mengintroduksikan pertanaman jagung dengan teknologi TOT yang diawali pada tahun 2005 di kabupaten Jeneponto yang memiliki curah hujan hanya sekitar 3-5 bulan/tahun.
Implementasi dan inovasi teknologi ini memberikan dampak pada peningkatan indeks pertanaman (IP) jagung. Pemanfaatan lahan sawah tadah hujan umumnya rata-rata hanya satu kali sampai dua kali (padi rendengan dan padi MK I), setelah itu lahan dibiarkan bero sehingga peluang keberhasilan hanya dapat ditempuh melalui pertanaman jagung dengan sistem TOT pada lahan sawah tadah hujan. Penerapan teknologi pertanaman jagung sistem TOT pada lahan sawah tadah hujan dapat meningkatkan indeks pertanaman dari (100 dan 200) menjadi (200 dan 300). Teknologi budidaya jagung cara TOT di hamparan pertanaman padi rendengan di kabupaten Jeneponto memberikan hasil optimal dibanding pertanaman padi yang mengolah tanah sempurna.
Pemerintah Daerah Jeneponto memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap teknologi TOT pada budidaya jagung karena petani memperoleh pendapatan dari usahatani jagung sebesar Rp 10.000.000/ha/satu kali panen. Sedang penerapan budidaya jagung cara TOT di kabupaten Takalar membutuhkan biaya produksi sebesar Rp 2.872.500,- dengan tingkat pendapatan petani antara Rp 15.327.500 /ha/satu kali panen.

sumber: Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian,2011
Amir Syam, Siti Najma Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan