RSS
Syndicate content

Teknologi Perbanyakan Duku Dengan Sambung Pucuk

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tidak produktifnya tanaman duku (membutuhkan waktu berbuah antara 15-20 tahun) adalah dengan perbanyakan secara vegetatif seperti sambung pucuk. Sambung pucuk pada dasarnya adalah menyambung bagian pucuk tanaman dari biji dengan entres pohon induk sehat dan telah berproduksi minimal 3 kali.

Teknologi perbanyak duku dengan sambung pucuk ini terbukti mampu mempercepat masa awal berbuah duku (umur 5-6 tahun) dengan kualitas mirip pohon induknya yaitu kulit buah tipis, warna kuning langsat, getah sedikit, daging buah berwarna bening, biji jarang, dan rasanya manis. Pada umur 3 bulan sejak penyambungan, bibit duku ini juga sudah dapat ditanam di kebun. Perbanyakan dengan sambung pucuk mempunyai tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkan teknik okulasi, karena pohon duku mempunyai kulit batang tipis dan bergetah banyak sehingga agak sulit mengambil mata okulasinya (mata tunas suka sobek). Sedangkan melalui cangkokan, kurang efisien karena dari satu pohon hanya dapat diambil beberapa cangkokan saja dan bibit hasil cangkokan pada umumnya akarnya kurang kokoh.

Teknologi perbanyakan dengan sambung pucuk ini sudah mulai berkembang dan diminati oleh penangkar bibit duku di Sumatera Selatan. Cara ini juga sangat baik untuk mendukung program pengembangan dan peremajaan tanaman duku.


Sumber : Suparwoto, Sri Ratmini, Waluyo, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Selatan, 100 inovasi pertanian spesifik lokasi