RSS
Syndicate content

Teknologi Pengolahan Kelapa Secara Terpadu

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Teknologi pengolahan kelapa secara terpadu merupakan perbaikan dari
teknologi konvensional yang sudah ada. Perbaikan teknologi minyak kelapa bermutu dilakukan dengan 3 (tiga) cara, yaitu pemanasan bertahap, sentrifuse, dan pengasaman. Produk yang diperoleh dari pengkajian ini adalah minyak kelapa bermutu dan VCO. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode pemanasan bertahap, sentrifuse, dan cuka dapat menghasilkan VCO bermutu baik. Namun metode sentrifuse kurang dapat diterapkan, karena membutuhkan listrik dan dana besar untuk pembelian alat. Sedangkan metode pemanasan bertahap, tidak efisien dalam pemasakan baik waktu dan energi. Respon petani terhadap teknologi yang diperkenalkan cukup tinggi yaitu sebesar 70,71%. Metode cuka/pengasaman memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan karena cara membuatnya mudah dan ekonomis. Oleh sebab itu, teknologi ini telah menyebar ke tujuh desa di luar Desa Lero dan Desa Lero Tatari.
Perbaikan teknologi minyak kelapa melalui metode pemanasan bertahap dan metode cuka dapat meningkatkan masa simpan produk sehingga terdapat alternatif produk yang dapat dijual oleh petani. Dengan menerapkan inovasi tersebut, dapat meningkatkan pendapatan dari proses pengolahan minyak sebesar 13,95% bila dibandingkan dari usaha minyak kelapa konvensional. Inovasi teknologi yang dikaji telah menghasilkan Standar Operasional Pengolahan (SOP) minyak kelapa bermutu yang diberi merek dagang Lanaco. Pemerintah daerah telah merespon baik teknologi pengolahan minyak kelapa ini melalui Badan Pengembangan Masyarakat Desa (BPMD) Sulawesi Tengah. Produk Lanaco dan Laurico telah diikutkan pada pameran teknologi tepat guna tahun 2007 di Manado Sulawesi Utara. Sampai saat ini, produksi minyak kelapa bermutu (Lanaco) mencapai 50 botol per minggu, sedangkan minyak kelapa murni (Laurico) sekitar 2.000 botol. Teknologi ini juga sangat berpotensi untuk dikerjasamakan dengan instansi lain.

sumber: Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian,2011
Yogi Purna Raharjo Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tengah