RSS
Syndicate content

Teknologi Budidaya Lada Ramah Lingkungan

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Keberhasilan Program Revitalisasi Kebun Lada Rakyat di propinsi Babel sangat ditentukan oleh
penerapan inovasi teknologi dan upaya mengembalikan minat petani untuk menanam lada.

Komponen teknologi penyediaan bibit unggul dan teknologi ramah lingkungan merupakan
komponen teknologi utama dalam teknologi
budidaya lada ramah lingkungan. Proses sosialisasi kepada para pemangku kepentingan, khususnya petani lada juga sangat penting, mengingat selama ini penggunaan bibit oleh petani atau yang disediakan oleh instansi terkait masih diragukan keunggulannya.

Teknologi ramah lingkungan adalah penggunaan tiang panjat hidup sebagai pengganti tiang panjat mati sejenis kayu yang tumbuh di hutan yang keberandaannya saat ini mulai terbatas dan harganya mahal. Teknologi ini mulai dilaksanakan pada tahun 2003. Penggunaan tiang panjat hidup bedampak pada terpeliharanya hutan dan sersah daun
hasil pangkasan tiap panjat hidup akan mengembalikan kesuburan tanah.

Upayamengembalikasi petani menanam lada perlu diikuti dengan pemahaman di petani bahwa
secara social dan ekonomi petani akan diuntungkan dengan menerapkan inovasi teknologi ini. Kajian lanjutan, khususnya aspek social dan ekonomi serta aspek teknis yang memerlukan penyesuaian di lapangan perlu dilakukan. BPTP Kep. Bangka Belitung telah melakukan pengkajian teknologi ramah lingkungan dengan menggunakan 5 varietas lada unggul yaitu Petaling 1, Lampung Daun Kecil RS, Petaling 2, Chunuk RS, Natar 1, Paniyur, dan Merapin.


Sumber : Issu Kindarsah, Herwan, Asmarhansyah, Irma Audiah Fachrista. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bangka Belitung. 100 inovasi pertanian spesifik lokasi