RSS
Syndicate content

Teknik Pemecahan Masalah Dalam Kelompok

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Setiap organisasi pasti mengalami masalah dan masalah itu harus diselesaikan agar tujuan organisasi dapat dicapai. Kelompok tani sebagai organisasi dalam kenyataannya juga banyak menjumpai berbagai masalah, namun kemampuan pengurus dan anggotanya dalam mengidentifikasi dan menyelesaikannya belum sebagaimana yang diharapkan. Oleh karena itu, pemahaman tentang cara menyelesaikan masalah perlu dikuasai oleh pengurus dan anggota kelompok.

Masalah dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan untuk mencapai tujuan tertentu. Masalah dalam kelompok pada dasarnya dapat dibagi dua yaitu masalah yang dapat diatasi oleh kelompok itu sendiri secara internal dan masalah yang dapat diatasi dengan bantuan pihak lain. Pada hakikatnya mengatasi masalah secara sendiri-sendiri akan terasa lebih berat, dibandingkan dengan mengatasi masalah secara bersama-sama dalam kelompok, apalagi ada bantuan dari pihak lain. Alasan mengapa dalam memecahkan masalah tertentu harus berkelompok adalah: (1) masalah itu terlalu berat untuk dipecahkan sendiri-sendiri (2) masalah itu memerlukan berbagai keahlian untuk mengatasinya (3) kalau dipecahkan sendiri-sendiri, mungkin biayanya terlalu mahal, waktunya terlalu lama, dapat membahayakan dan lain-lain (4) masalah itu memerlukan pemecahan yang cepat, bila sudah terpecahkan akan memberi keuntungan bagi kelompok.

Ciri-ciri kelompok yang berkemampuan memecahkan masalah bersama sbb:
1. Kelompoknya kompak dan dinamis, yang dapat dilihat dari: (a) kelompok mempunyai jadwal pertemuan yang teratur yang dapat dipakai sebagai ajang membicarakan bagaimana cara memecahkan masalah, (b) anggota kelompok mempunyai pandangan yang sama terhadap masalah yang akan dipecahkan (c) kelompok sepakat bahwa masalah tersebut perlu segera dipecahkan, (d) dalam setiap diskusi, prinsip demokrasi ( kebersamaan) dan keterbukaan selalu terlihat (e) anggota-anggota kelompok disiplin dan bertanggung jawab terhadap setiap peraturan atau kesepakatan kelompok (f) kelompok sudah mampu menghimpun modal bersama (g) kelompok sudah biasa mencatat hal-hal penting termasuk keuangan.
2. Kelompok menyadari keterbatasan dalam kelompoknya dan tidak ragu untuk berkonsultasi dengan pihak lain
3. Anggota-anggota kelompok sudah terbiasa meluangkan waktu dan tenaga untuk kepentingan umum.
Pemecahan masalah dapat diartikan sebagai suatu usaha atau tindakan yang dilakukan untuk mengatasi atau menanggulangi penyebab terjadinya masalah. Untuk itu dalam memecahkan suatu masalah, kelompok tani harus memperhatikan hal-hal berikut: (1) akar penyebab masalah yang dihadapi, (2) urutan prioritas pemecahan masalah, (3) mengutamakan kepentingan umum/ seluruh anggota, (4) tidak bertentangan dengan aturan (AD dan ART) yang telah disepakati, (5) mengutamakan musyawarah untuk mufakat, (6) bila perlu, dapat melibatkan pihak lain yang diyakini dapat menjadi penengah untuk membantu memecahkan masalah.

Upaya pemecahan masalah yang tepat dapat ditempuh melalui langkah-langkah sebagai berikut: (1) dibicarakan dalam rapat pengurus untuk memperoleh kesepakatan di tingkat pengurus kelompok tani, (2) kesepakatan yang telah dicapai di tingkat pengurus dibahas/ dibicarakan dalam rapat dengan seluruh anggota kelompok, (3) hasil pembahasan di tingkat kelompok tani harus ditaati oleh seluruh anggota, (4) pengurus kelompok tani membuat rencana tindak lanjut (RTL) berdasarkan alternaitf upaya pemecahan masalah yang telah disepakati.
Untuk mempermudah pemantauan terhadap tindak lanjut dari kesepakatan, maka pengurus perlu membuat daftar masalah dan rencana pemecahannya. Daftar masalah dan rencana pemecahan permasalahan tersebut dibuat dalam bentuk tabel dan ditempelkan pada tempat pertemuan kelompok tersebut, misalnya di rumah ketua kelompok atau di rumah salah satu pengurus dimana di tempat tersebut sering dilakukan pertemuan kelompok. Daftar masalah dan rencana pemecahannya berisikan : (1) masalah (2) rencana pemecahan masalah yang berisikan kegiatan, hasil yang diharapkan, waktu pelaksanaan, pelaksana / penanggung jawab, pihak terkait dan biaya yang diperlukan.

(Ir. Amirudin Aidin Beng, MM, Penyuluh Pertanian Madya. Sumber Dinamika dan Kerjasama Gabungan KPK, Departemen Pertanian, Badan Pengembangan SDM Pertanian 2005)