RSS
Syndicate content

SISTEM PRODUKSI KACANG TANAH

Di Indonesia, kacang tanah, sebagian besar ditanam dilahan kering dan sebagian kecilnya dilahan sawah. Masing masing jenis lahan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga potensi hasinya pun berbeda. Lingkungan tumbuh, tanah dan iklim yang dikehendaki oleh kacang tanah untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.adalah sebagai berikut:
 
Tanah merupakan hal mutlak yang perlu diadakan untuk memproduksi komoditas pertanian. Pembahasan mengenai tanah ini hanya pada jenis tanah yang cocok untuk kacang tanah dan tingkat kesuburannya. Jenis tanah, kacang tanah lebih menghendaki jenis kacang tanah lempung berpasir, liat berpasir, atau lempung liat berpasir. Kemasaman (pH) tanah optimal adalah sekitar 6,5-7,0. Apabila pH tanah lebih besar dari 7,0 maka daun akan berwarna kuning akibat kekurangan suatu unsur hara (N, S, Fe, Mn) dan sering kali timbul bercak hitam pada polong. Pada jenis tanah berstruktur berat seperti Vertisol, kacang tanah, masih dapat tumbuh dengan baik. Namun pada saat panen banyak polong yang tertinggal didalam tanah sehingga mengurangi hasil panen. Untuk itu, pada jenis tanah berstruktur remah berpasir, tingkat keberhasilan perkecambahan benih akan lebih besar dan ginofor lebih mudah melakukan penetrasi untuk masuk kedalam lapisan tanah sehingga polong menjadi lebih mudah dicabut saat panen.
 
Kesuburan tanah, disamping kondisi fisik atau jenis tanah yang berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang tanah, factor lain yang sangat penting untuk diperhatikan adalah kesuburan tanah. Tingkat kesuburan tanah dipengaruhi oleh kandungan atau kecukupan unsur hara dalam tanah. Seperti halnya tanaman lain kacang tanah pun memerlukan unsur hara makro dan mikro. Unsur hara maksro antara lain karbon ©, hydrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), fosfor (P), kalsium (Ca), kalium (K), magnesium(Mg), dan sulfur (S), sementara unsur hara mikro antara lain besi (Fe), mangan (Mn), Tembaga (Cu), Seng (Zn), molybdenum (Mo), Boron (B) dan klor CI).Kebutuhan unsur hara tersebut dapat dipenuhi dari udara, air, tanah, maupun sisa - sisa tanaman. Makin tinggi tingkat kesuburan tanah maka makin banyak unsur hara yang tersedia bagi tanaman.untuk itu, bila kesuburan tanahnya rendah diperlukan penambahan unsur hara dengan cara pemupukan, Kacang tanah merupakan salah satu tanaman yang memerlukan unsur hara yang cukup banyak untuk memperoleh produksi tertentu. Agar hasil polong mencapai sekitar 1, 0 ton/ha, diperlukan sekitar 79 kg N. 6 Kg P, dan 43 kg K untuk setiap hektarnya. Adapun gambaran kebutuhan unsur hara yang penting adalah sebagai berikut :
 
Kalsium (Ca), unsur Ca merupakan hara yang paling menentukan tingkat kebernasan polong kacang tanah. Oleh karena itu, ketersediaannya dalam kategori cukup sangat dibutuhkan. Pada jenis tanah berat sering kali dijumpai gejala kekurang Ca. Kebutuhan pupuk Ca yang ada dalam kapur pertanian (kaptan) maupun dolomite mencapai sekitar 300-400 kg/ha. Oleh karena berfungsi sebagai hara maka saat pemberiannya yang paling tepat adalah sekitar umur 20-30 hari setelah tanam atau sebelum pembentukan polong. Pemberiannya dengan cara ditebarkan di sepanjang jalur antara dua baris tanaman, lalu dicampur dengan tanah. Kebutuhan Ca untuk kacang tanah berbiji besar lebih banyak dibanding berbiji kecil. Perbandingan optimum kadar Ca dan K adalah 10 : 1 dalam tanah bagian atas sekitar pembentukan ginofor.
 
Nitrogen (N), unsur hara dibutuhkan oleh kacang tanah sebanyak 1-15 kali dibanding tanaman sereal (jagung atau padi). Walaupun demikian, kacang tanah dapat memenuhi sebagian dari kebutuhan N tersebut lewat penambatan N diudara melalui mikroba rizobium yang mencapai 75-80%. Untuk itu, pemberian pupuk N (urea) pada kacang tanah cukup sekitar 25-50 kg /ha.
 
Fosfor (P), didaerah pertanaman kacang tanah sering kali tampak gejala kekurangan fosfor. Untuk itu, penambahan pupuk SP-36 sebanyak 50-75 kg/ha. Umumnya sudah dapat mengatasi kekurangan tersebut. Pada tanah dengan kadar P sekitar 22 ppm biasanya tidak respon terhadap pemakaian pupuk P.
 
Kalium (K), pengaruh pemupukan K terhadap hasil kacang tanah tidak selalu konstan dan tidak selalu kadar K dalam tanah berhubungan dengan respon hasil. Hanya pada kadar K yang sangat rendah, respon kacang tanah terhadap penambahan pupuk K akan terjadi. Itupun masih dipengaruhi oleh tingkat pengelolaan tanamannya. Iklim , factor iklim yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah adalah suhu, cahaya dan curah hujan.
 
Suhu tanah merupakan factor penentu dalam perkecambahan biji dan pertumbuhan awal tanaman. Pada suhu tanah kurang dari 18 0 C, kecepatan berkecambah akan lambat. Suhu tanah diatas maksimum untuk perkembangan ginofor adalah 30-400 C. sementara suhu optimum untuk perkecambahan benih kacang tanah terletak antara 20-300 C. selain suhu tanah, suhu udara pun berpengaruh terutama pada periode pembungaa. Pada fase generative, suhu udara optimum adalah 24-270 C.
 
Factor iklim lain yang berpengaruh adalah cahaya. Kacang tanah merupakan tanaman C3, Sedangkan cahaya mempengaruhi fotosin tesis dan respirasi. Kacang tanah termasuk tanaman hari pendek, sedangkan pembungaan tidak tergantung pada fotoperiode. Sehingga terbukanya jumlah bunga yang berbentuk sangat tergantung pada cahaya. Intensitas cahaya yang rendah. Pada saat pembentukan ginofor akan mengurangi jumlah ginofor. Disamping itu, rendahanya intensitas penyinaran pada masa pengisian polong akan menurunkan jumlah dan berat polong serta akan menambah jumlah polong hampa.
 
Keragamaan dalam jumlah dan distribusi curah hujan sangat berpengaruh atau dapat menjadi kendala terhadap pertumbuhan dan pencapaian hasil kacang tanah. Total curah hujan optimum selama 3-3,5 bulan atau sepanjang periode pertumbuhan sampai panen adalah 300-500 mm. sangat ideal apabila curah hujan tersebut terbagi merata selama pertumbuhan tanaman. Curah hujan yang cukup dan tidak terlalu lembab/basah pada saat tanam sangat dibutuhkan agar tanaman dapat berkecambah dengan baik. Curah hujan yang terlalu banyak pada awal tumbuh akan menekan pertumbuhan dan dapat menurunkan hasil. Demikian pula bila curah hujan agak banyak pada periode pemasakan polong maka bolong akan pecah dan biji akan berkecambah karena penundaan akan panen. Oleh karena itu, kelembaban tanah yang cukup pada periode awal tumbuh, saat berbunga, serta saat pembentukan dan pengisian polong sangat penting untuk memperoleh hasil polong yang tinggi di daerah daerah yang mendapat tambahan air irigasi sesuai dengan kebutuhan tanaman menunjukkan produktifitas yang dicapai cukup baik, yaitu antara, 1,5-2,0 ton /ha.
 
Lingkungan tumbuh dan system produksi utama kacang tanah terdapat pada dua jenis lahan utama, yaitu sawah dan lahan kering. Dari masing - masing system produksi tersebut menunjukkan potensi produktifitas yang berbeda-beda sesuai tingkat kesuburan dan dominasi jenis tanah. Dari gambaran tersebut terlihat kombinasi antara varietas yang ditanam dan dilingkungan tumbuh sangat erat kaitannya dengan tingkat produksi maksimal yang dapat dicapai.
Agus Hariyadi, Penyuluh Pertanian, e-mail : ahariyadi54@yahoo.com
Sumber : Meningkatkan Produksi Kacang Tanah, Dr. T. Adisarwanto