RSS
Syndicate content

Sarana Produksi Budidaya Padi Varietas Memberamo

Sumber Gambar: http://images.google.co.id intrademarket.com
Budidaya padi varietas Memberamo dengan produksi yang optimum, diperlukan sarana produksi yang tepat dan memadai. Berkaitan dengan hal ini, untuk memperoleh hasil produksi yang optimum dalam pengelolaan padi varietas Memberamo harus memperhatikan sarana produksi yang diperlukan, seperti alat pengolah tanah, benih, pupuk, obat-obatan, peralatan panen.

Sarana Produksi

Untuk mewujudkan hasil produksi padi varietas Memberamo yang optimum, ada beberapa sarana produksi yang diperlukan, seperti berikut ini :
1. Alat pengolah tanah
Untuk mendapat olahan tanah yang sempurna, maka dapat dilakukan dengan menggunakan bajak 2 (dua) kali dan garu 2 (dua) kali atau dapat juga mengolah tanah dengan menggunakan mesin (hand traktor), kedalaman lumpur kurang lebih 10 - 15 cm

2. Benih
Padi varietas Memberamo merupakan varietas unggul yang mempunyai potensi produksi kurang lebih 8 ton/ha. Oleh karena itu, varietas Memberamo yang mempunyai produksi tinggi, maka dalam pola tanamnya diperlukan kebutuhan benih seperti berikut ini :
a. Cara tanam dengan menggunakan alat Caplak, diperlukan kebutuhan benih sebanyak 60 kg/ha;
b. Cara tanam dengan menggunakan alat tanam benih langsung (ATABELA), diperlukan benih sebanyak 40 - 60 kg/ha.

3. Pupuk
Agar efektif dan efesien dalam budidaya padi varietas Memberamo, penggunaan pupuk harus seimbang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah.

Dalam pengelolaan budidaya padi varietas Memberamo, pupuk yang diperlukan/dibutuhkan , yaitu : pupuk urea 200 kg/ha diberikan dalam 3 kali masing-masing 1/3 dosis pada umur 1 MST, 3 MST dan 7 MST; SP36 100 kg/ha dan KCl 100 kg/ha diberika pada saat tanam atau 1 MST.

4. Obat-obatan
Untuk mendapat hasil yang optimum pada budidaya padi varietas Memberamo, perlu dilakukan usaha pengendalian hama dan penyakit secara intensif dan kontinu baik dengan menggunakan obat nabati/alami maupun obat yang direkomendasikan serta peralatan yang diperlukan sesuai kebutuhan seperti berikut ini :
a. Untuk pengedalian hama tikus
Rodentisida akut atau antikoagulasi sesuai anjuran, bila populasi tikus sangat tinggi. Disamping itu, juga dapat menggunakan Kerat - RM 1 kg/ha, dan fumigasi asap belerang pada setiap sarang tikus pada periode padi generatif;
Bubu perangkap tikus, ukuran 15 x 15 m setiap 15 ha.

b. Untuk pengendalian wereng coklat
    - Insektisida botani atau jamur ento-mopatogenik, untuk populasi wereng coklat dibawah ambang ekonomi;
    - Insektisida kimiawi yang direkomendasikan, untuk populasi hama wereng coklat diatas ambang ekonomi.
c. Untuk pengedalian penggerek batang
    - Insektisida Bassa 35 EC 1 lt/ha atau Mipcin 50 WP 1 kg/ha untuk pengendalian hama penggerek batang. Disamping itu, juga dapat menggunakan insektisida butiran bila genangan air dangkal dan insektisida cair pada saat genangan air tinggi;
   - Perangkap, sebagai alat penangkap massal ngengat jantan.

d. Untuk pengendalian virus/penyakit tungro
Insektisida kimiawi yang direkomendasikan, untuk mengedalikan serangan wereng hijau penular virus pada saat tanaman umur kurang dari sebulan setelah tanam ditemukan 1 tanaman terserang dari 1.000 rumpun tanaman.

e. Untuk pengendalian gulma
Alat penyiang untuk mengendaliakan gulma atau pengganggu tanaman;
Hersida selektif DMA 20 gr/ha, untuk pengendalian hama pada umur 3 MST atau dengan Alley 1,5 lt/ha pada umur 7 MST.


Penulis : Sri Hartati

Sumber : 1) Liptan "TABELA (Tanam Benih Langsung)", Loka Pengkajiaan Teknologi Pertanian, Samarinda 1996; 2) Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah Irigasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian 2008;