RSS
Syndicate content

Produksi Jagung P12 dapat menghasilkan 20 ton per Ha,hentikan impor

"Keunggulan jagung Hibrida P12 ini yaitu mempunyai rasa yang manis saat dipanen pada usia 65 - 70 hari atau saat panen muda selain itu P 12 juga mempunyai hasil pipilan kering yang sangat tinggi.


Jagung P 12 juga sangat tahan terhadap hama utama tanaman jagung. "Selain hasil panen yang lebih banyak dibandingkan yang lainnya jagung P 12 juga tahan terhadap penyakit bulai,Jagung Pioneer P 12 memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani jadi untuk anda yang ingin mendapatkan jagung P12 anda bisa mendapatkan di kios-kios pertanian di kota anda dengan harga yang bersaing "Untuk yang bertempat di Rejang Lebong, Lebong, Kepahiang, Benteng dan Lubuk Linggau,serta yang berada di wilayah Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, Kota Bengkulu, Bengkulu Utara dan Mukomuko.

 

Kelebihan Jagung P12
• Hibrida silang tunggal dengan hasil produksi rata rata sangat tinggi 8,1 ton pipilan kering/hektar dan potensi produksi mencapai 10-20 ton pipilan kering/hektar, menjamin hasil panen dan pendapatan yang lebih tinggi bagi petani untuk luas lahan yang sama.
• Memiliki ketahanan yang cukup kuat baik terhadap serangan penyakit bulai.
• Menjamin basil yang tinggi untuk ditanam di daerah serangan bulai yang akut, seperti daerah lampung.
• Cukup tahan terhadap serangan busuk tongkol Diplodia dan Gibberella, serta busuk batang bakteri.
• Menjamin hasil panen yang balk di daerah serangan penyakit utama jagung, terutama di musim penghujan.
• Sistem perakaran sangat balk dan tahan terhadap kerobohan.
• Transportasi sari makanan tanaman akan optimal sehingga hasil panen tinggi.
• Ketahanan terhadap kekeringan sangat baik, sangat sesuai ditanam pada musim kemarau atau di daerah pertanian tadah hujan.
• Biji berjenis mutiara berwarna orange dengan kualitas sangat baik, kualitas biji yang baik akan menjamin harga jual yang tinggi, sehingga pendapatan petani akan maksimal.

 

Departemen Pertanian (Deptan) akan menghentikan impor jagung pada tahun 2009 menyusul tercapainya swasembada komoditas pangan tersebut pada tahun ini.
"Tahun depan kuota impor jagung nol. Harus bisa itu," Dirjen Tanaman Pangan Deptan Sutarto Alimoeso di Jakarta. saat ini produksi jagung nasional sebanyak 15,86 juta ton sementara kebutuhan dalam negeri hanya 13 juta ton yang mana untuk produksi naik dari 2007 yang hanya 13, 29 juta ton.
Beberapa daerah penghasil jagung seperti Gorontalo dan NTB bahkan sudah mengekspor komoditas tersebut ke negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina. "Tahun ini ekspor jagung Indonesia lebih dari 100 ribu ton.
Pada tahun 2009, Deptan menargetkan produksi jagung nasional 18 juta ton pipilan kering yang diperoleh dari luas tanam 4,28 juta ha serta luas panen 4,08 juta ha serta produktivitas 44,12 kuintal/ha.


Upaya yang dilakukan untuk mencapai target tersebut, menurut Sutarto, dengan peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam, pengamanan produksi, pemberdayaan kelembagaan pertanian dan dukungan pembiayaan
Peluang terbesar pencapaian sasaran tersebut yakni melalui peningkatan produktivitas, sehingga diperlukan penggunaan benih unggul bermutu terutama benih hibrida serta pemanfaatan pupuk berimbang dan organik.
Deptan menargetkan, penggunaan benih jagung hibrida pada 2009 meningkat hingga 10 persen untuk menaikkan produksi jagung nasional.
Menurut Sutarto, salah satu penyebab rendahnya produksi jagung dalam negeri yakni produktivitas tanaman masih minim hanya sekitar 2-3 ton per hektar karena penggunaan benih hibrida di kalangan petani masih rendah. Luas areal tanaman jagung yang memanfaatkan benih hibrida saat ini baru sekitar 40 persen dari total lahan jagung nasional.
Dengan peningkatan areal jagung yang memanfaatkan benih hibrida sebesar 10 persen dari saat ini diharapkan produksi nasional pada 2009 naik 20 persen. produktifitas jagung hibrida bisa mencapai 7-10 ton/ha, sedangkan jagung komposit kurang dari 5 ton/ha bahkan untuk jagung lokal hanya 2-3 ton/ha.
Menyinggung perluasan lahan pertanian jagung, Dirjen mengatakan, akan memanfaatkan wilayah perkebunan ataupun kehutanan seperti lahan PTPN atau Perhutani.


Beberapa wilayah yang sesuai untuk perluasan areal tanaman jagung, menurut Sutarto diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Utara, serta seluruh kawasan Sulawesi.
"Bahkan seluruh kawasan Sulawesi akan dijadikan sentra jagung nasional.
Pada tahun 2009 pemerintah menyiapkan bantuan benih jagung melalui SL-PTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu) seluas 90 ribu ha, Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) 403 ribu ha, Cadangan Benih Nasional (CBN) 333 ribu ha, kemitraan dengan swasta 100 ribu ha.
Selain itu melalui swadaya murni masyarakat seluas 1,54 juta ha jagung hibrida dan jagung komposit 900 ribu ha serta penggunaan benih jagung lokal 600 ribu ha.hibrida yang lain :


P4 (3014) Si Tahan Bulai yang Berfungsi Ganda
Features Benefits
- Toleran terhadap penyakit bulai dan penyakit utama jagung - Akan menjamin hasil yang maksimal untuk ditanam di daerah penanaman utama jagung lainnya
- Toleran terhadap penyakit hawar daun dan busuk tongkol - Sangat sesuai di tanam di daerah dataran tinggi dimana banyak serangan penyakit hawar daun dan busuk tongkol
- Hibrida silang tiga dengan produksi rata-rata 6,9 ton pipilan kering/ha dan potensi produksinya mencapai 9-11 ton pipilan kering/ha - Menjamin pendapatan hasil panen yang tinggi untuk kondisi yang sesuai
- Umur panen 98 hari setelah tanam di dataran rendah
- Sesuai untuk daerah dimana pola tanam sangat ketat atau ketersediaan pengairan terbatas.
- Juga memungkinkan di tanam lebih dari dua kali setahun untuk daerah dengan ketersediaan air yang cukup
- Tingkat adaptasi tinggi - Memberikan hasil yang maksimal ditanam di dataran rendah maupun tinggi, baik musim kering maupun penghujan
- Sangat tanggap terhadap pemupukan - Akan memberikan hasil yang tinggi pada kondisi yang optimum
- Jenis biji mutiara dengan warna oranye dan hasil rendemen sangat tinggi - Kualitas biji yang baik akan menjamin harga jual yang tinggi dengan rendemen yang tinggi, pendapatan petani akan maksimal

Agus Hariyadi, Penyuluh Pertanian, e-mail : ahariyadi54@yahoo.com
Sumber : Bengkulu Express, 27 Desember 2009,Ekonomi & Bisnis tgl. 20 Nopember 2008 Media Pioneer 20 Februari 2010