RSS
Syndicate content

Produk Olahan Tempurung Kelapa : Briket Arang Tempurung

Sumber Gambar: google.co.id
Briket arang tempurung merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari arang tempurung dengan sedikit campuran tapioka. Sebagai bahan bakar, penggunaan dalam bentuk briket lebih mudah dan praktis dibandingkan dalam bentuk arang tempurung. Pengolahan briket arang tempurung relatif sederhana dan dapat dilaksanakan oleh usaha-usaha kecil.
Tahap pertama pembuatan briket arang tempurung yaitu pengecilan ukuran yang dilanjutkan dengan pengayakan untuk mendapatkan partikel arang yang halus dan seragam. Permukaan yang seragam akan memudahkan arang untuk menempel berikatan satu sama lainnya. Ukuran saringan yang diamjurkan berkisar antara 20-80 mesh.

Bahan perekat yang biasa digunakan adalah tepung tapioka karena ketersediaannya cukup banyak dan harganya relatif murah. Jumlah tapioka yang digunakan berkisar 6-25% dari total berat bahan baku. Selain itu, dapat pula digunakan bahan perekat yang lain seperti tanah liat, amilum, molase, dan perekat lainnya. Sejumlah air diperlukan untuk proses gelatinisasi pati, yaitu sebanyak 60-80% dari total berat bahan baku.

Pengempaan dilakukan untuk membantu proses pengikatan dan pengisisan ruang-ruang yang kosong. Ukuran partikel yang kurang seragam akan menyebabkan ikatan antar partikel arang kurang sempurna. Keteguhan akan meningkat seiring dengan meningkatnya kerapatan briket arang yang dihasilkan. Pengempaan dapat dilakukan baik dengan alat sederhana seperti alat pencetak dari paralon maupun kempa dengan sistem hidrolik.

Berbagai bentuk briket dapat dihasilkan seperti hexagonal, cylindrical, square/cube, disc/tablet, dan coconut shell chips. Bentuk briket yang dihasilkan tergantung alat pencetak yang digunakan. Setelah proses pencetakan, briket dikeringkan dalam alat pengering atau dijemur dengan panas matahari. Briket yang telah kering selanjutnya dikemas dalam kantong plastik.


Sumber : Agro Inovasi