RSS
Syndicate content

Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Hias

Sumber Gambar: google.co.id
Sama seperti jenis tanaman lainnya, tanaman hias memiliki fase-fase tertentu dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, yaitu fase vegetatif dan fase generatif. Pengetahuan mengenai kedua fase tersebut, dapat menjadi pedoman dalam memperiakukan tanaman hias, sehingga ketepatan usaha perawatan yang dilakukan terhadapnya sesuai dengan perilaku tumbuh dan berkembangnya.

1. Fase Vegetatif
 
Fase vegetatif adalah fase pertumbuhan yang dimulai sejak perkecambahan biji hingga tanaman menjadi besar atau dewasa. Pada fase inilah terjadi pembentukan akar, batang, dan daun. Fase ini berhubungan dengan tiga proses penting, yaitu pembelahan sel, perpanjangan sel, dan tahap pertama dari diferensiasi sel atau pembentukan jaringan.

Dalam fase vegetatif tanaman mempergunakan sebagian besar karbohidrat yang dibentuk melalui proses fotosintesa untuk pembelahan sel, perpanjangan sel, dan pembentukan jaringan. Karena itu, selama fase vegetatif tanaman banyak memerlukan unsur hara mineral yang mampu mempercepat proses pembelahan sel, perpanjangan sel, dan pembentukan jaringan. Pada saat ketiga proses tersebut terjadi, pada dasarnya tanaman sedang mengembangkan sistem perakaran, batang, dan daunnya. Apabila laju pembelahan sel, perpanjangan sel, dan pembentukan jaringan berjalan dengan cepat, artinya proses pertumbuhan dan pembentukan sistem perakaran, batang, dan daunnya juga berlangsung cepat.

2. Fase Generatif atau Fase Reproduktif

Fase generatif adalah fase pertumbuhan yang terjadi pada saat pembentukan dan perkembangan kuncup-kuncup bunga, bunga, buah, dan biji atau pada pembesaran dan pendewasaan struktur penyimpanan makanan, akar, dan batang yang berdaging. Pada fase ini dibutuhkan suplai karbohidrat vang diperoleh dari hasil penimbunan ketika fase vegetatif berlangsung.

Kedua fase tersebut tidak terjadi secara terpisah. Maksudnya pada saat fase generatif berlangsung fase vegetatifnya tetap berlangsung pula, hanya lebih dominan pertumbuhan generatif. Jadi sebenarnya kedua fase ini sering overlapping. Perimbangan fase vegetatif dan fase generatif dapat dipengaruhi oleh keadaan luar. Peralihan dari fase vegetatif ke fase generatif ditentukan oleh faktor dalam, yaitu sifat turun temurun, dan faktor luar seperti suhu
cahaya ,umlah air, pupuk, dan lain-lam. Bila salah satu syarat yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhannya tidak terpenuhi, tanaman akan cenderung berada pada fase vegetatif terus menerus. Dengan kata lain tanaman akan semakin nmbun karena sistem perakaran, pembentukan batang, dan daun berlangsung cepat, tetapi tidak mampu melakukan proses pembungaan. Tanaman yang tumbuh pada habitat yang cocok, mendapat iklim dan tanah yang cocok, akan rajm berbunga setiap tahun. Namun bila dipindahkan ke tempat yang tidak sesuai dengan syarat tumbuhnya. Proses pembungaannya akan terganggu atau tanaman tersebut tidak akan berbunga sama sekali. Sebagai contoh dapat digambarkan sebagai benkut. Tanaman azalea yang ditanam di daerah Jakarta, meskipun masih mampu tumbuh dan berkembang hingga berbunga. tetapi tentu saja hasilnya tak sebaik yang ditanam di daerah dataran tinggi. misalnya di Cianjur. Sebab sesuai dengan syarat tumbuhnya, tanaman azelea adalah tanaman dataran tinggi sehingga meskipun mampu tumbuh dan berkembang di daerah dataran rendah tetapi bunga yang dihasilkan tidak akan sebanyak dan seindah bila ditanam di daerah dataran tinggi.


Sumber : AgroMedia Pustaka