RSS
Syndicate content

Perbenihan dan Perawatan Tanaman Cabe Merah

Persiapan
Benih cabe bisa berasal dari benih open polinated atau yang biasa disebut dengan persarian bebas yang diambil dari buah cabe hasil tanam musim sebelumnya. Akan tetapi bisa juga benih cabe dibeli di toko pertanian. Namun untuk benih cabe hibrida sebaiknya diperoleh dengan cara membeli, karena kalau menggunakan benih dari buah yang dipanen musim sebelumnya, produktivitasnya akan menurun. Kebutuhan benih cabe per hektar sekitar 200 - 500 gram.
Penyemaian dan Perawatan Benih
1. Penyiapan lahan persemaian dengan lebar 1-1,2 m dan panjang 2 m yang dibuat menghadap ke timur, lalu diberi atap dari bahan plastik/daun kelapa/daun pisang, atau alang-alang. Tinggi atap di sisi timur 1,5 m, tinggi di sisi barat 1 m, lebar 1,2 m, dan panjang sesuai dengan keperluan.
2. Media semai dipersiapkan yaitu berupa tanah gembur dan subur yang dicampur dengan kompos, perbandingannya 1:1. Aduk media semai hingga tercampur rata, lalu masukkan media semai ke dalam polibag.
3. Benih direndam di dalam larutan kalium hipoklorit 10% selama 10 menit dengan tujuan untuk mengantisipasi penyakit virus yang sering terdapat pada benih. Setelah itu, rendam benih dalam air hangat suam-suam kuku bersuhu 300C selama satu malam agar benih cepat berkecambah. .
4. Lubangi media semai dalam polibag, lalu masukkan benih ke dalamnya. Tutup lagi dengan media semai secara tipis. Letakkan semua polibag berisi benih di l,okasi persemaian.
5. Siram benih menggunakan sprayer, lalu tutup permukaan media semai dengan karung atau daun pisang selama 4 hari. Pada hari ke 4, bila benih cabe sudah berkecambah secara merata (70-80%), penutupnya mulai dibuka. Namun jika belum, biarkan dalam keadaan tertutup hingga benih berkecambah secara merata.
6. Persemaian perlu dipelihara secara intensif dengan cara menyiram media persemaian serta melakukan pengawasan terhadap serangan hama dan penyakit. Pemeliharaan persemaian dilakukan selama 6-7 minggu, atau hingga benih berdaun sejati 4-5 helai.
Penanaman
Langkah-langkah pemindahan tanaman benih cabe di lahan adalah sebagai berikut :
1. Lubang tanam dibuat sesuai ukuran kantong plastik benih. Jarak tanam dibuat double row (dua baris tanaman) per bedengan dengan jarak 75 cm antar bedengan dan 50 cm antar tanaman dalam barisan.
2. Kemudian benih dilepaskan dari polibag, lalu benih beserta tanahnya ditanam ke dalam lubang tanam, tutup dengan tanah dan dipadatkan.
3. Satu benih ditanam ke dalam satu lubang tanam dengan hati-hati, jangan sampai akar atau daunnya rusak.
4. Benih disiram secara hati-hati, bila tanah masih basah karena diguyur hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan
Perawatan Tanaman
Tanaman perlu dirawat dengan baik agar dapat meningkatkan hasil panen. Perawatan harus dilakukan secara rutin dan mutlak dan dilakukan setelah benih ditanam adalah sebagai berikut:
1. Penyulaman
Yang dimaksud dengan penyulaman tanaman adalah penggantian benih yang mati dengan benih yang baru, yang biasanya dilakukan pada 1-2 minggu setelah penanaman. Benih yang digunakan untuk menyulam diambil dari sisa benih yang belum ditanam. .
2. Pengajiran
Agar supaya tanaman cabe tumbuh tegak, maka diperlukan ajir atau turus, yang berfungsi untuk mencegah tanaman roboh akibat keberatan buah atau tiupan angin. Ajir dibuat dari bambu yang dibelah menjadi empat, kemudian dihaluskan dan bagian ujungnya diruncingkan. Panjang ajir biasanya sekitar 100-120 cm. Ajir ditancapkan dengan kedalaman 20-30 cm pada jarak 10 cm dari tanaman. Pemasangan ajir dilakukan tujuh hari setelah tanam, dan ketika tanaman berumur 15 hari setelah tanam, batang cabe diikatkan pada ajir. Cara mengikatnya bisa dengan tali rafia yang dibuat simpul angka delapan. Pengikatan pertama dilakukan pada batang tanaman, dan bila tanaman sudah tumbuh besar, perlu pengikatan tambahan pada percabangan pertama.
3. Penempelan Tunas Samping
Tanaman cabe merah umumnya memiliki banyak tunas yang tumbuh di ketiak-ketiak daun. Tunas tersebut tidak produktif dan akan mengganggu pertumbuhan tanaman, karena itu, perlu dilakukan penempelan atau pembuangan tunas samping. Tujuan dilakukan penempelan untuk membentuk tajuk tanaman, memperkokoh tanaman, mengoptimalkan sinar matahari, serta mengurangi resiko terkena serangan penyakit. Penempelan tunas dilakukan ketika tanaman cabe berumur 7-20 hari setelah tanam. Semua tunas samping harus dibuang agar tanaman tumbuh kuat dan kokoh. Penempelan dapat dilakukan dengan menggunakan tangan yang steril atau menggunakan gunting tanaman. Sebaiknya penempelan dilakukan pada pagi hari ketika batang atau tunas masih mudah dipatahkan.
4. Penyiangan
Penyiangan adalah kegiatan membersihkan lahan dan gulma atau tanaman lain yang tidak dikehendaki keberadaannya. Penyiangan bisa dilakukan dengan menggunakan koret atau langsung mencabut gulma yang mengganggu. Penyiangan dengan koret berfungsi juga sebagai penggembur tanah. Penyiangan dilakukan dua minggu sekali atau sesuai pertumbuhan gulma.
5. Pembalikan Mulsa
Pembalikan mulsa bisa dilakukan bersamaan dengan penyiangan. Untuk mulsa jerami, balik bagian atas ke bawah sehingga posisi bagian bawah menjadi di atas. Saat melakukan pembalikan, biarkan tanah yang selama ini tertutup menjadi terbuka sebentar agar memperoleh sinar matahari. Setelah itu letakkan kembali mulsa yang sudah dibalik ke tempat semula untuk menutup tanah bedengan. Sedangkan untuk mulsa plastik, mulsa perlu dibuka untuk mengurangi kelembapan tanah yang berlebihan, terutama pada musim penghujan. Pembalikan tidak dilakukan dengan cara mengangkat plastik karena bisa merusak tanaman, tetapi dengan melipatnya sehingga tanah bedengan terbuka dan mendapatkan sinar matahari. Setelah itu, tutup kembali tanah dengan mulsa. Namun sebelum ditutup, sebaiknya tanah disemprot dengan pestisida.
6. Pengairan
Tanaman cabe membutuhkan air untuk tumbuh terutama pada musim kemarau. Tanaman yang kekurangan air, akarnya akan sulit menyerap unsur hara di dalam tanah. Pengairan dilakukan dengan sistem furrow yaitu dengan mengairi parit setinggi 25 cm selama 2-8 jam. Pengairan dilakukan saat tanaman berumur 10 hari setelah tanam atau disesuaikan dengan kelembapan tanah. Tanaman cabe merah rentan terhadap genangan air. karena itu pengendalian air yang baik di lahan perlu dilakukan terutama pada musim hujan. Bedengan dan tanaman yang tergenang air hujan terlalu lama akan mengundang penyakit terutama cendawan. Pada musim hujan, gunakan selokan antar bedengan sebagai saluran pembuangan air, sehingga air mengalir keluar dari bedengan. Selain itu, gulma yang bisa mengganggu kelancaran air harus dibersihkan.
7. Pemupukan Susulan
Pemupukan pada tanaman cabe perlu dilakukan, agar tanaman bisa tumbuh optimal. Pemupukan bertujuan untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Beberapa unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman antara lain N,P,K, Ca, Mg, dan S. Selain itu, tanaman juga membutuhkan unsur hara mikro seperti boron (B), mangan (Mg) tembaga (Cu), besi (Fe), klorida (Cl) seng (Zn) dan molybdenum (Mo). Pupuk diberikan dengan cara melarutkan pupuk NPK dan KNO, ke dalam 4.600 liter air bersih. Sebagai alat bantu penyiraman, sambungkan corong dengan ujung slang. Masukkan 250 ml larutan pupuk ke dalam corong, lalu gerakkan ujung corong secara melingkar di sekeliling tanaman dengan jarak 5-7 cm dari tanaman.
Penulis : Wiwiek Hidajati,M.Ed, Penyuluh Pertanian Madya
Sumber : Petunjuk praktis bertanam cabe/redaksi AgroMedia/Penyunting Tetty Yullia