RSS
Syndicate content

Perbanyakan Tanaman Sirsak Secara Vegetatif

Sumber Gambar: http://www.iklanbaris.co.id
Perbanyakan tanaman sirsak secara vegetatif dilakukan dengan okulasi, dan sambung pucuk. Perbanyakan secara vegetatif bertujuan untuk mendapatkan tanaman dengan sifat sama dengan induknya. Sampai saat mi masih jarang dilakukan perbanyakan vegetatif pada tanaman sirsak mengingat fungsinya secara ekonomis masih kecil. Tujuan perbanyakan untuk mempercepat waktu berbuah, namun temyata jumlah buah lebih sedikit dibanding tanaman yang diperbanyak secara generatif.
Perbanyakan tanaman secara okulasi atau entres, batang bawah bisa menggunakan bibit dari pesemaian atau bibit hasil putaran, asal memiliki sifat sebagai berikut.
1. Pertumbuhan batang kekar dan normal.
2. Memiliki perakaran yang kuat, dalam, dan tahan terhadap serangan hama, penyakit, maupun kekeringan.
3. Tidak mengurangi kualitas dan kuantitas buah dari tanaman yang disambungkan atau diokulasikan.
4. Bisa beradaptasi dengan batang atas, sehingga keduanya tumbuh normal.
5. Tanaman telah berumur kira-kira 8-16 bulan.
Bahan maia tempd alau entris yang akan tumbuh sebagai tunas, cabang ranting, dan bunga serta buah, yang berkualitas unggul hams memiliki sifat sebagai berikut.
1. Cabang atau mata tunas hams berasal dari pohon induk yang berkualitas tinggi.
2. Harus berasal dari pohon yang pemah berbuah dan terkena cahaya mata- hari.
3. Entres dan mata tunas dalam keadaan sehat.
4. Umur entres tidak terlalu tua atau terlalu muda.
Apabila syarat di atas terpenuhi, dapat segera dilakukan perbanyakan tanaman yang disesuaikan dengan musim. Sebaiknya, perbanyakan tanaman dilakukan pada saat musim hujan, tetapi harus hati-hati sebab sambungan entries atau okulasi dalam kondisi yang lembab dan basah sangat mudah terkena serangan penyakit oleh jamur. Untuk okulasi sirsak, posisi entres pada bawah sangat berpengaruh terhadap keberhasilan okulasi.

Sumber : Ir. Juhaedi Radi, Sirsak Budidaya dan Pemanfaatnnya, Bandung, 1996