RSS
Syndicate content

PERBANYAKAN STEVIA (STEVIA REBAUDIANA BERTONII M) DENGAN STEK

Tanaman stevia (Stevia Rebaudiana Bertonii M) dikenal sebagai tanaman penghasil bahan pemanis alami yang memiliki prospek cerah di masa yang akan datang, mengingat pemanis sintetik berpengaruh kurang baik terhadap kesehatan. Bahan pemanis utama pada stevia disebut dengan stevioside yaitu suatu glikosida diterpen yang sangat manis namun hampir tidak mengandung kalori sehingga bagus untuk dikonsumsi para penderita diabetis. Untuk mendapatkan tanaman yang baik dengan cepat, perbanyakan stevia dapat dilakukan dengan cara vegetatif (stek dan tunas). Kelebihan cara ini adalah pertumbuahn tanaman cepat dan tanaman mempunyai sifat sama dengan tanaman induk. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perbanyakan dengan cara stek antara lain stek harus berasal dari pohon induk yang baik, perlakuan bahan stek sebelum disemai, penyiapan tempat penyemaian, dan penyemaian.

Pemilihan pohon induk
Untuk mendapat bahan stek yang bermutu, harus dipilih dari pohon induk yang baik antara lain dengan kriteria sebagai berikut: a) tanaman mempunyai pertumbuhan dan penampilan yang baik; b) berasal dari pohon induk yang sehat (tidak terserang hama dan penyakit) serta daun mengandung kadar stevioside yang tinggi.

Pemilihan bahan stek
Stek diambil dari batang tanaman bagian atas dengan 5-6 pasang daun yang berasal dari tanaman yang baik dan sehat dengan cara memotong arah miring sepanjang 15-20 cm dengan pisau tajam atau gunting tanaman.

Perlakuan bahan stek sebelum di semai
Agar pertumbuahn akar dapat terpacu, diperlukan perlakuan dengan memberikan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang dilarutkan dalam alkohol 95% dan diencerkan dengan air hingga konsentrasi tertentu (sesuai dengan petunjuk pada label kemasan). Larutan tersebut selanjutnya dituang dalam wadah, kemudian ujung bahan stek dicelup sekitar 5-10 menit, dan bahan stek siap ditanam ke media tanaman. Bila ditanam di bedengan diberi jarak 5 x 5 cm, dengan kedalaman 1,5 cm.

Pembibitan
Pembuatan bedengan dengan ketentuan sebagai berikut: a) Buat bedengan yang dekat dengan air dan tanah subur; b) bedengan dibuat dengan arah timur ke barat; c) bedengan dibuat dengan tinggi 10 cm, lebar 1-1,5 m dan panjang 15-20 m; d) setiap bedengan diberi pupuk kandang sapi 400 kg atau pupuk kandang ayam 100 kg, pupuk mineral 3-5 kg.
Penanaman bibit dengan setek dilakukan dengan menggunakan sungkup plastik kedap udara yang dinaungi sehingga suhu dalam sungkup rendah dan kelembabannya sekitar 87-97% dengan suhu 25-29°C. Setelah bibit berumur 2 minggu, sungkup plastik sudah bisa diangkat guna memberi kesempatan kepada tanaman untuk penyesuaian dengan lingkungan. Setelah tanaman mencapai tinggi sekitar 15 cm, tanaman sudah dapat dipindahkan ke lahan yang telah disediakan sebelumnya.

Penanaman
Hal-hal yang harus diperhatikan daam penanaman adalah sebagai berikut:
a. Sebelum melakukan penanaman lahan dicangkul atau dibajak sebanyak dua kali sehingga diperoleh tekstur tanah yang gembur.
b. Selanjutnya dibuat bedengan-bedengan dengan ukuran panjang kira-kira 6-8 m atau disesuaikan dengan keadaan lahan dan lebar antara 1-2 m. Tinggi bedengan masing-masing sekitar 20 cm.
c. Antar bedengan dipisahkan oleh parit-parit dengan jarak 0,5m. Pembuatan parit ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam pemeliharaan dan pemanenan.
d. Bila penanaman dilakukan pada lahan berkontur miring, sebaiknya dibuat teras terlebih dahulu, kemudian bibit ditanam dengan jarak tanam 25×25 cm atau 30×30 cm.
e. Pada setiap lubang tanam diberi pupuk dasar berupa pupuk organik (pupuk kandang atau kompos). sebanyak 36 gram. Kemudian diulangi setiap 6 bulan sekali dengan memberikan pupuk sebanyak 175-250 gram setiap tanaman.
f. Waktu yang dianggap terbaik untuk menanam stevia adalah saat musim hujan agar persediaan air mencukupi dan tanaman cepat segar kembali (biasanya 1-2 hari setelah penanaman).

Pemeliharaan
Pekerjaan terpenting di dalam pemeliharaan tanaman stevia adalah pemupukan, penyiangan dan pengairan.
Pemupukan, selain pupuk organik, tanaman juga diberikan pupuk urea dan KCL masing-masing 1 gram tiap tanaman setelah dipanen.
Penyiangan, agar tanaman tidak terganggu oleh gulma maka harus selalu dilakukan penyiangan dengan membersihakan tanaman gulma. Karena yang diambil adalah daunnya maka penyiangan tidak boleh dilakukan dengan herbisida karena akan menimbulkan keracunan/pencemaran dan akan menurunkan hasil. Gulma dapat dikurangi dengan cara membentangkan plastik hitam setebal 0,2 mm pada barisan tanaman yang diberi lubang tepat pada tanaman dan lubang untuk pupuk dengan diameter 2,5 cm. Agar plastik tidak terbang oleh angin pinggir plastik ditutup dengan tanah.
Pengairan, tanaman stevia membutuhkan pengairan yang cukup namun tidak boleh tergenang. Pada saat kemarau tanaman perlu disiram karena bila kekurangan air, akan mengganggu pertumbuhan dan produksi tanaman. Pada suhu lapangan 24-25°C, kebutuhan air adalah 2,33mm/tanaman/hari. Kandungan air tanah yang optimal bagi pertumbuhan stevia adalah 43,0 - 47,6%.


Oleh : Ir.Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com
Sumber : Anonim, Pedoman Bercocok Tanam Stevia, Kerjasama Ditjen Perkebunan dengan Balai Penelitian Tanaman Rempah Dan Obat, 1986