RSS
Syndicate content

Perbanyakan Rambutan dengan Biji Bermanfaat Sebagai Pohon Pangkal

Sumber Gambar: http://donyirawan.wordpress.com/
Tanaman rambutan tumbuh baik di lahan yang subur, gembur, mengandung bahan organik dan sedikit berpasir. Keasaman tanah (ph) berkisar 6-6,7, bila ph hanya 5,5 tanah perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu. Rambutan dapat tumbuh subur di dataran rendah sampai dataran tinggi (30 - 500 meter diatas permukaan laut). Iklim yang cocok untuk pertumbuahan tanaman rambutan adalah : 1) Intensitas curah hujan berkisar antara 1.500 - 2.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun; 2) kelembaban udara rendah karena kebanyakan tumbuh didataran rendah dan tinggi; 3) seluruh areal penanaman, memerlukan sinar matahari secara merata. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil (buah kurang sempurna/ tidak berisi).

Perbanyakan dengan biji
Perbanyakan tanaman rambutan, dapat dilakukan melalui biji. Namun saat ini perbanyakan tanaman dengan biji sudah jarang dilakukan mengingat tanaman rambutan yang bibitnya berasal dari biji tidak akan menghasilkan buah karena tanaman yang tumbuh merupakan tanaman yang berbunga jantan atau betina saja. Meskipun demikian cara menanam dengan biji cukup penting karena tanaman yang berasal dari biji mempunyai perakaran yang kuat dan ini diperlukan dalam pengadaan pohon pangkal untuk keperluan okulasi pada tanaman rambutan. Perbanyakan tanaman rambutan dengan menggunakan biji dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1) penyiapan benih; 2) penyemaian benih di bedengan; 3) penanaman di bedeng pembibitan.

Penyiapan benih
Karena bibit yang berasal dari biji akan dipergunakan sebagai pohon pangkal untuk okulasi, maka benih harus dipilih dan dipersiapkan dengan baik. Benih yang dipilih harus memenuhi syarat sebagai berikut : 1) benih unggul bermutu dan berlabel dari penangkar benih resmi atau sudah terdaftar di BPSB (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih); 2) benih mempunyai sifat yang baik yaitu mempunyai perakaran kuat, tahan serangan hama dan penyakit, toleran tumbuh didaerah tandus (misalnya rambutan sinyonya). Sampai saat ini, sudah lebih dari 15 varietas unggul nasional yang dilepas di pasaran diantaranya varietas binjai, rapiah, lebak bulus, antalagi, sibongkok, garuda, nona, narmada, brahrang, tangkue lebak, kundur, zainal mahang, parakan, sibatulawang dan sindanglaka. Tujuan pemilihan benih yang baik dan bermutu adalah untuk menjamin benih bebas dari hama dan penyakit serta pertumbuhan benih baik sehingga tanaman berproduksi optimal. Perlakuan benih selanjutnya adalah mengupas buah lalu diambil bijinya, lalu diangin-anginkan selama 24 jam dan biji siap disemaikan. Cara lain perlakukan penyiapan benih adalah merendam biji dengan larutan asam (asam chlorida (HCL) 25% atau asam sulfat (H2SO4)) dengan perbandingan 1:2 dari air selama 15 menit kemudian biji dicuci sebanyak tiga kali berulang dengan air yang mengalir selama 10 menit dan dianginkan selama 24 jam. Untuk menghindari jamur, biji dapat dibalur dengan larutan Dithane M-45 atau Attracol 70 WP.

Penyemaian benih di bedengan
Penyemaian biji rambutan dapat langsung dilakukan di bedengan persemaian dengan cara sebagai berikut : 1) pilih tanah yang gembur untuk lahan persemaian mudah diairi, dikeringkan dan diawasi; 2) cangkul tanah sedalam 20-30 cm, serta bersihkan dari rumput, gulma, bebatuan, sisa pepohonan dan benda keras lainnya; 3) haluskan bongkahan tanah hingga gembur dan buat bedengan berukuran lebar 1-1,5 m dan tinggi sekitar 30 cm dengan panjang bedengan sekitar 10 m, membujur dari utara ke selatan. Jarak antar bedeng 30 cm; 4) beri pupuk hijau, kompos atau pupuk kandang yang sudah matang untuk menambah kesuburan tanah; 5) Tanam biji di bedeng dengan jarak tanam 10 x 10 cm; 6) beri penaung berupa atap yang dipasang miring lebih tinggi di timur agar bedengan tetap memperoleh sinar matahari pagi; 7) sirami pesemaian secara teratur pagi dan sore hari; 8) setelah biji berkecambah dan memiliki 2-3 helai daun, pindahkan bibit muda tersebut ke bedengan pembibitan.

Penanaman di bedeng pembibitan
Cara penanaman bibit muda (kecambah biji rambutan dengan 2-3 helai daun) sebagai berikut : 1) bibit muda ditanam di bedengan dengan jarak 30 x 40 cm; 2) beri atap atau naungan; 3) kemudian dilakukan pendangiran (pencangkulan dengan kored) di pesemaian setiap 2-3 minggu sekali agar tanah tetap gembur; 4) siangi gulma yang tumbuh disekitar bibit karena bisa menjadi inang hama dan penyakit serta kompetitor bibit dalam memperoleh unsur hara.

Benih rambutan dipergunakan sebagai pohon pangkal
Setelah benih rambutan berumur satu tahun, benih rambutan siap dijadikan pohon pangkal pada perbanyakan rambutan secara okulasi. Perbanyakan secara okulasi dapat dilakukan sesuai dengan cara perbanyakan tanaman rambutan (Nephelium Lappacheum) dengan okulasi.


Sri Puji Rahayu (Penyuluh Pertanian)
Sumber : Buah Tropika Nusantara Aset Bangsa Kebanggaan bersama, Jakarta, Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, 0Departemen Pertanian, 2008.
M. Kusno Susanto dan Agustinus Anung, Bertanam Rambutan, Jakarta, Penebar Swadaya, 1991.