RSS
Syndicate content

Penyulaman, Penyiangan dan Pemupukan Padi Sawah TOT

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
PENYULAMAN
Bibit yang tidak tumbuh, rusak, mati, terkena hama penyakit dan sebagainya perlu dicabut dan disulam. Gantilah tanaman dengan bibit cadangan. Untuk sistem tanam benih langsung, penyulaman dengan penaburan benih yang baik perlu segera dilakukan.

Penyulaman bibit sebaiknya dilakukan seminggu setelah penanaman. Namun, jika terpaksa masih boleh dilakukan sampai tanaman berumur 2 minggu. Penyulaman yang lebih lama dari itu sebaiknya tak lagi dilakukan karena dapat mengakibatkan tidak serempaknya padi masak.

PENYIANGAN
Meskipun sudah disemprot dengan herbisida saat persiapan lahan biasanya masih ada juga beberapa gulma yang tumbuh, apalagi jika penyemprotannya tidak sempurna. Untuk itu padi sawah yang ditanam tanpa olah tanah pun memerlukan penyiangan. Saat melakukan penyiangan cukup 3 kali dalam satu musim tanam, yakni saat tanaman berumur 15, 35, dan 55 hari setelah tanam (HST). Namun, kebanyakan petani menyesuaikan jadwal penyiangan dengan jadwal pemupukan.

Penyiangan dapat dilakukan secara sederhana. Gulma yang tumbuh dicabut dan dibenamkan ke tanah sawah. Jika dalam persiapan lahan TOT menggunakan kombinasi herbisida pascatumbuh dan pratumbuh serta dilakukan dengan benar, dan manajemen airnya bagus biasanya petani tidak memerlukan penyiangan lagi.

PEMUPUKAN
Seperti pada penanaman di sawah biasa, dosis pemupukan padasawah TOT tergantung pada jenis tanah, sejarah pemupukan, dan varietas padi yang ditanam di lokasi tersebut. Disarankan agar petani melakukan pemupukan sesuai dosis anjuran setempat.

Untuk sawah-sawah di Pulau Sumatera yang tanahnya sebagian besar kurang subur, dosis yang digunakan lebih tinggi daripada dosis pemupukan di Pulau Jawa yang lebih subur. Contoh dosis yang dianjurkan di Lampung Tengah untuk 1 ha sawah adalah 200 kg Urea, 150 kg TSP,dan 150 kg KC1.

Biasanya pupuk diberikan 2 atau 3 kali selama musim tanam. Pemupukan pertama dilakukan 2-3 minggu setelah tanam. Namun, agar praktis sebaiknya pemupukan pertama dilakukan 1-2 hari sebelum penyiangan. Dengan demikian saat penyiangan pupuk yang sudah diberikan dapat dibantu pembenamannya ke dalam tanah.

Dosis pemupukan Urea biasanya diberikan seperdga bagian pada pe-mupukan pertama dan dua per tiga bagian pada pemupukan kedua. Pupuk TSP dan KC1 biasanya diberikan sekaligus bersamaan dengan pemupukan Urea pertama.

Pemupukan kedua dilakukan setelah tanaman berumur 6-7 minggu. Namun, petani sering juga mengaitkan waktu pemupukan kedua ini 1-2 hari sebelum penyiangan yang ketiga dengan alasan penyiangan dapat membantu pembenaman pupuk.

Sewaktu melakukan pemupukan sebaiknya saluran pemasukan dan pembuangan air ditutup terlebih dahulu. Petakan sawah berada dalam kondisi macak-macak atau berair sedikit. Pupuk disebar merata pada permukaan tanah. Hati-hati sewaktu menyebar pupuk agar tidak mengenai daun tanaman karena dapat mengakibatkan daun terbakar.

(sumber: Bertanam Padi Sawah Tanpa Olah Tanah/Prof. Dr. Muhajir Utomo, Ir. Nazaruddin)