RSS
Syndicate content

Penyimpanan Biji Kacang Kedelai

Sumber Gambar: http://www.cargill.co.id
Pelaksanaan penyimpanan biji-bijian, terutama biji kacang kedelai, dapat dikelompokan menjadi dua cara, yaitu penyimpanan udara bebas dan penyimpanan kedap udara. Dalam pelaksanaan penyimpanan udara bebas, udara lingkungan berhubungan langsung dengan ruang penyimpanan, sehingga kontaminasi kotoran, hama dan penyakit mudah terjadi. Daya simpan kedelai dapat ditingkatkan dengan salah satu cara atau kombinasi (i) kadar air rendah; (ii) menggunakan kemasan; (iii) kedelai bersih dan bebas hama; (iv) menurunkan kelembaban ruang penyimpanan; (v) membersihkan aerasi; dan memberantas hama dan penyakit secara periodic, sehingga diperoleh kualitas kedelai yang baik.
 
Dari hasil penelitian penyimpanan kedelai varietas Ringgit menunjukan bahwa dalam waktu tiga bulan, kerusakan kedelai mencapai sekitar 25%. Penyimpanan ini dilakukan dalam kadar air awal penyimpanan 9%, 12%, dan 16% bb dalam tempat penyimpanan yang telah dibebas hamakan dengan malathion. Setelah empat bulan disimpan, kerusakan kedelai yang berkadar air awal 16% bertambah paling cepat .
Dalam pelaksanaan penyimpanan kedap udara dapat menghambat kegiatan biologik dan berfungsi menghambat pengaruh kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembaban, serta mengurangi tersedianya oksigen, kontaminasi hama, kutu, jamur, bakteri, dan kotoran. Dengan cara mengurangi O₂ atau menambah CO₂, pernafasan biji maupun hama terhambat,sehingga kualitas biji kedelai terjamin mutunya.
Jika kadar air biji-bijian termasuk biji kacang kedelai dapat dipertahankan maksimum 14% bb, maka panas dan air yang dihasilkan oleh pernapasan biji dan jasad renik tidak cukup untuk menaikkan suhu dan kelembaban, sehingga kerusakan dapat diperkecil.k arena hama,penyakit dan cendawan tidak dapat berkembang dengan baik,sehingga kualitas biji kacang kedelai tetap baik.
 
Dalam pelaksanaannya gas CO₂ untuk penyimpanan dapat diperoleh dari CO₂ padat. Konsentrasi 20g CO₂ padat per 20 kg kedelai berkadar air 14,5% dalam kantong plastik yang dimasukan kedalam kaleng, mampu menekan butir kutuan sebesar 1,24% selama 5 bulan penyimpanan .Tetapi setelah itu jika biji kacang kedelai masih perlu disimpan maka perlu penambahan CO2 lagi seperti semula.
 
Perlu diperhatikan bahwa kadar air awal dan bahan kemasan merupakan kombinasi yang baik dalam mempertahankan kadar air selama penyimpanan. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus sebab bila awal penyimpanan telah dilakukan dengan baik maka selanjutnya akan diperoleh hasil penyipanan yang baik pula.
 
Dalam pelaksanaan penyimpanan biji kedelai untuk tujuan benih di tingkat petani juga dapat menggunakan wadah sederhana,semua wadah diberi alas seng yang dilubangi secukupnya dengan paku seukuran setengah diameter biji kedelai. Di bawah alas diberi kantong-kantong berisi kapur hidup yaitu bongkahan kapur yang masih kuat menyerap air, atau abu sekam padi kering yang warnanya keputih-putihan. Kain bahan kantong tersebut sebaiknya dari cita yang berlubang-lubang kasar. Setiap bulan isi kantong perlu diganti guna mengefektifkan penyerapan uap air yang dihasilkan dari benih kedelai yang disimpan . Kapasitas penyimpanan benih kedelai dengan menggunakan gentong, termos dan kaleng pendaringan adalah sebesar 50kg, 10-15kg, dan 200kg.
 
Perlu mendapat perhatian adalah bila penyimpanan beiji kacang kedelai dengan udara bebas maka perlu diutamakan kandungan kadar air dalam biji kedelai harus memenuhi standard yang diharapkan misalnya 9% atau 12 %.Selanjutnya lingkungan penyimpanan seperti wadah biji kacang kedelai seperti karung guni,kaleng,bak wadah harus bebas dari hama ,penyakit dan cendawan yang dapat menurunkan kualitas biji kacang kedelai.Bila menggunakan penerangan dalam gudang penyimpanan sebaiknya voltasi bola lampu yang digunakan harus diatus sedemikian rupa,sehingga panas yang dikeluarkan / dipancarkan bola lampu tidak mempengaruhi kualitas biji kacang kedelai yang disimpan.
 
Yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan dalam pelaksanaan penyimpanan biji kacang kedelai adalah setiap saat harus mempehatikan hal-hal yang dapat menurunkan kualitas dari biji kacang kedelai itu.Misalnya diluar perhitungan kita terjadi kebocoran dalam gudang penyimpanan,adanya tikus yang masuk kegudang dll,kesemua itu harus diantisifasi setiap saat,sehingga kualitas biji kacang kedelai tetap baik.
Penulis :`Ibrahim, Saragih / Penyuluh Pertanian ,email. sr_ibrahim@yahoo.com
Sumber : - Pusat Penelitian Tanaman Pangan Badan Litbang, 2007, Kedelai Teknik Produksi dan Pengembangan, Bogor
- Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Litbang, 2007, Panduan Umum Pengelolaan Tanaman Terpadu Kedelai, Jakarta