RSS
Syndicate content

PENYAKIT WIJEN DAN PENGENDALIANNYA

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Penyakit utama pada tanamam wijen antara lain sebagai berikut:

1. Busuk Batang


a. Penyebab penyakit
Cendawan (jamur) Phytophthora sp

b. Gejala serangan
1) Timbul bnercak-bercak hitam kecoklatan-coklatan atau kehitam-hitaman pada btng dan juga daun.
2) Bercak meluas dan bersatu menjadi besar berukuran tidak tentu;
3) Serangan beraty menyebabkan busuk batang, lunak, dan berair. Bercak (infeksi) mempunyai batas yang nyata (tegas) dengan bagian tanaman yang sehat.
c. Pengendalian
1) Pengendalian non kimiawi dengan ra menggunakan bnenih yang sehat, memangkas dan menusnahkan bagian tanaman yangh sakit berat, serta perghiliran tanaman;
2) Pengendalian secara kimiawi dengan disemprot dengan fungisida yang mangkus dan sangkil, seperti Dithane M-45 atau Antracol 70WP.

2. Daun Busuk


a. Penyebab penyakit
Cendawan (jamur) Fusarium sp. Cendawan ini umumnya berkembang pada suhu tanah antara 21-33ÂșC atau tanah yang mengandung nitrogen (N) namun miskin unsure kalium (K)
b. Gejala serangan
1) Daun sebelah atas menguning, lalu busuk keringh berwarna coklat sampai hitam;
2) Tangkai daun merunduk atau mudah patah.
c. Pengendalian
1) Pengendalian non kimiawi dengan raca perbaikan drainase tanah, memangkas dan memusnahkan baghian tanaman yang sakit berat serta bergiliran tanaman;
2) Pengendalian secara kimiawi dengan disemprot dengan fungisida yang mangkus dan sangkil Antracol 70WP


3. Bercak Daun


a. Penyebab penyakit
Cendawan (jamur) Cercospora sesami
b. Gejala serangan
1) Daun bercak-bercak berwarna coklat sampai hitam;
2) Serangan berat menyebabkan daun mati atau mongering.
c. Pengendalian
1) Pengendalian non kimiawi dengan raca sanitasi kebun dan memanmgkas bagian tanaman yang sakit berat untuk dimusnahkan;
2) Pengendalian secara kimiawi dengan disemprot dengan fungisida yang mangkus dan sangkil Antracol 70WP

4. Virus Keriting


a. Gejala serangan
1) Pucuk (daun miuda) tampak kaku, berwarna hijau kekuning-kuningan dan keriting;
2) Serangan berat dapat terjadi pada semua stadium pertumbnuhan tanamannwijen dan nmenyebabkan tanam,an kerdil sehingga tidak mampu berbunga dan berbuah.
3) Daur (siklus) hidup kutu daun berlangsung selama 6-8 hari.
b. Pengendalian
Sampai saat ini pathogen virus keriting pada tanaman wijen belum banyak diteliti dan sulit dikendalikan. Tidakan pengendalian bersifat pencegahjan, yakni menggunakan benih yang sehat (bebas) virus dan bila ditemukan gejala keriting segera dicabut atau dimusnahkan.

Slamet Widodo
Sumber: Kanisius, Yogyakarta