RSS
Syndicate content

Penyakit pada Tanaman Kacang Hijau

Sumber Gambar: www.google.go.id
Penyakit

Penyakit yang menyerang tanaman kacang hijau umumnya disebabkan oleh cendawan atau virus. Berikut ini jenis penyakit utama yang menyerang kacang hijau.

 

1. Bercak daun Cercospora


Gejala


Pada helai daun timbul bercak cokelat muda sampai tua di tepinya, sedangkan di tengahnya berwarna abu-abu. Bercak ini berbentuk tidak teratur sampai bulat dengan ukuran bervariasi. Bercak ini dapat menyatu sehingga bertambah besar dan mengakibatkan daun mengering dan rontok. Ukuran polong dan biji menyusut. Di lapangan, gejala penyakit ini timbul pada umur 30-35 HST.

Penyebab

Cendawan Cercospora canesens.

Pengendalian

Pengendalian dilakukan dengan penanaman varietas unggul yang tahan penyakit tersebut atau dengan menggunakan fungisida Benlate 50 WP sebanyak 0,5 g per liter air pada waktu tanaman berumur 30 dan 40 hari.

 

2. Embun tepung

Gejala

Gejala yang tampak berupa bercak cokelat yang tertutup oleh tepung berwarna putih. Gejala ini dapat timbul pada seluruh bagian tanaman kecuali akar. Serangan yang hebat menyebabkan daun menjadi kering dan rontok, polong tidak terbentuk. Jika polong telah terbentuk maka pertumbuhannya terhenti dan menghasilkan biji yang kecil.

Penyebab

Cendawan Erysiphe polygoni.

Pengendalian

Selain dengan menanam varietas yang tahan, penyakit ini dapat dikendalikan dengan menggunakan fungisida Benlate 50 WP sebanyak 1 g per liter air kemudian disemprotkan pada tanaman saat berumur 3 minggu atau dengan Benlate 50 WP sebanyak 0,5 g per liter air disemprotkan dengan interval 10 hari pada umur 30-50 hari.


3. Karat daun

Gejala

Mula-mula muncul bercak kecil berwarna terang pada kedua permukaan daun. Dalam beberapa hari, bercak berubah menjadi bintil berwarna cokelat kemerahan sebesar jarum yang dikelilingi oleh daerah berwarna kuning. Daun yang terinfeksi parah akan mengering kemudian rontok.

Penyebab

Cendawan Uromyces sp.

Pengendalian

Pengendalian paling sederhana yaitu dengan menanam varietas yang tahan terhadap penyakit tersebut. Selain itu, dapat pula dengan menggunakan fungisida Dithane M-45 atau Bayleton sebanyak 2 g atau 2 cc per liter air pada umur 25 hari, 35 hari, dan 45 hari.

 

 

4. Kudis

Gejala

Serangan yang berat dapat mengakibatkan daun muda yang terinfeksi menjadi keriting dan tanaman menjadi kerdil. Penyakit ini dapat menyerang daun, batang, atau polong.

• Serangan pada daun berupa bercak cokelat sampai cokelat kemerahan, di sekeliling bercak sering tampak klorotis. Selanjutnya, bagian tengah bercak menjadi abu-abu dan berlubang, umumnya berada di sekitar tulang daun.
• Serangan pada batang berupa bercak bulat abu-abu sampai putih keabu-abuan di tengah dan dikelilingi batas yang cokelat kemerahan.
• Serangan pada polong muda berupa bercak cekung bulat panjang, atau tidak beraturan. Wamanya cokelat tua sampai cokelat kemerahan dan tengahnya abu-abu. Bila polong masak, warnanya berubah menjadi lebih muda.

Penyebab

Cendawan Elsinoe iwatae.

Pengendalian

Selain dengan penanaman varietas yang tahan, pengendalian dilakukan dengan fungisida Bavitsin, Benlate, dan Topsin M sebanyak 0,4 kg dan 1 kg per hektar per aplikasi pada waktu tanaman berumur 20 hari, 30 hari, dan 50 hari.

5. Rhizoctonia

Gejala

Kecambah rebah, pada bibit timbul bercak kemerahan pada pangkal batang dan akar, sedikit di bawah permukaan tanah. Selanjutnya, bercak melebar menjadi cekung, dan tanaman mati. Cendawan ini juga dapat menyebabkan daun membusuk. Mula-mula timbul bercak cekung kecil kemudian melebar sehingga daun beserta tangkainya membusuk berwarna cokelat kehitaman.

Penyebab

Rhizoctonia solani.

Pengendalian

Perbaiki drainase dengan membuat guludan dan selokan sehingga tanah tidak terlalu basah. Gunakan fungisida untuk perawatan benih. Pengendalian secara biologis dengan memberi biakan jamur Trichoderma harzianum berumur 1 minggu pada pangkal batang untuk menghindari rebah kecambah.


6. Belang bangkas kacang hitam

Gejala

Daun belang, tulang daun menjadi kekuningan, dan terjadi distorsi bentuk daun.

Penyebab

Virus belang bangkas kacang hijau atau black gram mottle virus (BGMV).

Pengendalian

Pengendalian dengan menanam varietas yang tahan, mencabut dan membakar tanaman yang terserang, atau dengan insektisida untuk memberantas serangga vektor di lapangan.

7. Mosaik kuning

Gejala

Luka nekrotis pada daun yang terinfeksi, mosaik sistemik, distorsi bentuk daun.

Penyebab

Virus mosaik kuning atau bean yellow mosaic virus (BYMV).

Pengendalian

Pengendalian dengan menanam varietas tahan, melakukan pergiliran tanaman, atau dengan insektisida pembunuh serangga vektor.


8. Mosaik kacang hijau

Gejala

Tanaman menjadi kerdil, mosaik sistemik, dan belang sistemik.

Penyebab

Virus misaik kacang hijau atau mungbean mosaic virus (MMV).


Pengendalian

Pengendalian dengan cara menanam varietas tahan, melakukan pergiliran tanaman, mencabut dan membakar tanaman sakit, dan menggunakan insektisida pembunuh serangga vektor.

 

 

Sumber : Bertanam Kacang Hijau / Soeprapto H.S