RSS
Syndicate content

PENGOLAHAN BAHAN OLAH KARET RAKYAT

Sumber Gambar: hasanzainuddin. wordpress.com

Untuk meningkatkan peranan dan daya saing komoditas karet, salah satu upaya yang harus dilakukan dengan perbaikan mutu bahan olah karet. Atas dasar hal-hal tersebut pemerintah telah menetapkan Pedoman Pengolahan Bahan Olah Karet Rakyat(BOKAR).


Untuk menentukan suatu metode yang tepat disusunlah berdasarkan konsensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat keselamatan, keamanan, kesehatan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengalaman, pelestarian lingkungan hidup, perkembangan masa kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya yang ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional. Para pekebun saat ini telah berkelompok membentuk kelompoktani. Kemudian dua atau lebih kelompoktani tersebut bergabung membentuk Unit Pengolahan dan Pemasaran Bersama BOKAR atau disingkat menjadi UPPB. UPPB ini merupakan tempat penyelenggaraan bimbingan teknis pekebun, pengolahan, penyimpanan dan Pemasaran. Lateks kebun yang baik merupakan syarat utama untuk mendapatkan hasil BOKAR yang bermutu tinggi, maka kebersihan dalam bekerja merupakan syarat yang paling utama yang harus diperhatikan oleh pekebun, disamping itu yang perlu diperhatikan adalah kebersihan peralatan yang akan digunakan.


Lateks yang mengalami proses penggumpalan secara alami (prakoagulasi) maupun dengan penambahan bahan penggumpal dalam mangkuk sadap yang dihasilkan oleh pekebun, diolah secara sederhana sehingga menjadi bentuk lain yang bersifat lebih tahan lama untuk disimpan.
Untuk penanganan Bokar yang baik harus dilakukan hal-hal sebagai berikut:
Lateks kebun adalah hasil sadapan yang keluar dari pohon karet, yang berbentuk getah segar cair yang bewarna putih susu.


Untuk menjaga baku mutu lateks kebun harus dilakukan hal-hal sebagai berikut: a) pembersihan bidang sadap; b) pengumpulan lateks; c) pengawetan lateks ; dan d) pengankutan lateks
Lump meliputi : a) lump mangkuk adalah lateks kebun yang dibiarkan membeku secara alamiah. Pada musim penghujan,untuk mempercepat proses pembekuan lateks kebun ditambahkan asam format/semut atau pembeku asap cair kedalam mangkuk; b) lump bambu, lump bambu ini hampir sama dengan lump mangkuk, tetapi bertujuan untuk meningkatkan mutu bokar ditingkat petani dengan menggunakan tabung bambu dengan penambahan asam format/semut secara stimulan.


Slab, untuk slab ini dapat dibagi tiga yaitu: a) slab/lump (Asap Cair) adalah slab/lump yang menggunakan pembeku asap cair yang berfungsi sebagai pembeku lateks, asap cair ini dapat juga berfungsi mencegah dan menutup bau busuk bekuan dengan memberikan bau asap dengan warna coklat; b) slab tipis dibuat dari lateks atau campuran lateks dengan lump mangkuk yang dibekukan dengan asam format/semut didalam bak pembeku yang berukuran 60 cm x 40 cm x 6 cm tampa perlakuan penggilingan; c) slab giling, kadar karet kering slap tipis dapat ditingkatkan menjadi 70 % dengan cara menggiling dengan menggunakan hand mangel dan hasilnya disebut slap giling.
Sit Angin (Unsmoked Sheet/USS) adalah lembaran karet hasil bekuan lateks yang digiling dan dikering-anginkan, sehingga memiliki Kadar Karet Kering (KKK) 90 - 95 %. Pengolahan sit angin dilakukan melalui beberapa tahap; a) penyaringan lateks kebun disaring dengan saringan yang berukuran 40 - 60 mesh untuk memisahkan kotoran seperti daun dan tatal, saringan sebaiknya terbuat dari baja anti karat, kemudian dilakukan pengujian karet kering; b) pengeceran dilakukan dengan cara menambahkan air bersih kedalam lateks hingga diperoleh KKK baku 12 - 15 % , dengan perhitungan memakai rumus.

KKKa - KKKb
VA = --------------------- x VL
KKKb
Keterangan;
VA = volume air yang ditambahkan (liter)
KKKa = KKK lateks kebun (%)
KKKb = KKK baku (%)
VL = volume lateks kebun (liter).

c) pembekuan merupakan tahapan proses yang sangat penting pada pengolahan sit, karena mempengaruhi proses penggilingan dan pengeringan yang selanjutnya juga mempengaruhi kualitas sit yang dihasilkan. Pembekuan lateks dilakukan di dalam bak yang terbuat dari aluminium plastik dengan ukuran 50 cm x 25 cm x 6 cm; d) Pemeraman dilakukan lebih kurang 1 jam; e) penggilingan dilakukan dengan menggunakan gilingan beralur yang bertujuan untuk memperluas permukaan sit sehingga mempercepat proses pengeringan; f) pencucian bertujuan untuk menghilangkan sisa sisa asam, sisa serum dan kotoran yang menempel pada proses penggilingan; g) penirisan selama 15 menit, bertujuan untuk menghilangkan air pada permukaan lembaran dengan cara menggantung pada rak-rak di tempat teduh; h) pengeringan yang dilaksanakan dalam gudang pengeringdengan dinding gudang siang hari dibuka dan malam hari ditutup,yang bertujuan untuk mengatur kelembaban dan temperatu ruang pengeringan.
Sit Asap (Ribbed Smoke Sheet/ RSS), pengolahan dengan sit asap hampir sama dengan sit angin, tetapi perbedaannya pada proses pengeringan. Pada sit asap dilakukan pengasapan pada suhu bertahap antara 40 - 60 o C selama 4 hari. (Maiyunir Jamal).

Sumber: PEDOMAN PASCA PANEN KARET, Direktorat Penanganan Pasca Panen, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Departemen Pertanian, 2007.