RSS
Syndicate content

Pengeringan Padi dengan Pengering Buatan

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Pengeringan buatan merupakan alternatif cara pengeringan padi bila penjemuran dengan matahari tidak dapat dilakukan. Secara garis besar pengeringan buatan dibagi atas 3 bentuk, yaitu tumpukan datar (Flat Bed), Sirkulasi (Recirculation Batch) dan kontinyu (Continuous-Flow Dryer).

(a) Flat Bed Dryer

Flat Bed Dryer merupakan mesin pengering yang terdiri dari:

• Kotak pengering terbuat dari plat lembaran, berbentuk kotak persegi panjang dengan ukuran bervariasi sesuai dengan kebutuhan. Pada kira-kira bagian kotak terdapat sekat/lantai yang berlubang terbuat dari plat baja lembaran, terbagi menjadi 2 ruangan, atas dan bawah.
• Blower/kipas dan kompor panas terletak di sebelah luar kotak pengering, dihubungkan dengan cerobong.
• Kompor pemanas memakai bahan bakar minyak tanah.
Pengeringan dengan menggunakan Flat Bed Dryer dilakukan dengan cara sebagai berikut :
• Padi yang akan dikeringkan di tempatkan pada kotak pengering.
• Api dari sumber panas akan dihembuskan ke bagian/ruangan bawah dari kotak pegering oleh blower yang digerakkan motor penggerak.
• Udara panas naik ke ruang atau kotak pengering yang berisi padi melalui sekat yang berlubang.
• Udara panas akan menurunkan kadar air padi.

(b) Continuous Flow Dryer

Continuous Flow Dryer merupakan mesin pengering dengan bagian komponen mesin yeng terdiri dari kotak pengering, komponen pemanas seperti kompor, kipas / blower, motor penggerak, dan screw
conveyor discharge. Ruangan plenum terletak di bagian tengah butiran padi yang akan dikeringkan. Tingi kotak pengering 3 - 5 m. Bagian ini terbuat dari plat baja lembaran dan tebalnya 2 - 3 mm.

Pengeringan dengan continuous flow dryer dilakukan dengan cara sebagai berikut :

• Cara kerja sama dengan drier lainnya, namun padi yang akan dikeringkan diaduk posisinya oleh screw conveyor.
• Alat ini terdiri dari kotak pengering vertikal, pemanas dan dilengkapi dengan screw conveyor dischange.
• Gabah yang akan dikeringkan dimasukan pada bagian atas kotak pengering. Udara pemanas dihembuskan pada salah satu sisi kotak pengering dan keluar lewat sisi yang lain.
• Pada saat pengeringan gabah terus turun ke bawah dan dikeluarkan pada bagian bawah "Screw Conveyor Dischange" yang terletak pada bagian bawah kotak pengering. Besarnya kecepatan keluarnya gabah dapat diatur.


Sumber : Bank Pengetahuan Tanaman Pangan Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan
Pertanian Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian 2010