RSS
Syndicate content

Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Cabai Merah

Sumber Gambar: http://lh3.ggpht.com
Gulma merupakan masalah penting dalam budidaya cabai merah. Tumbuhan pengganggu ini berkompetisi memperebutkan ruang, cahaya, air dan unsur hara, serta dapat menjadi inang hama dan penyakit. Periode kritis tanaman cabai merah karena adanya persaingan dengan gulma terjadi pada umur 30-60 hari setelah tanam. Gulma yang mengganggu selama periode tersebut dapat menurunkan bobot kering tanaman. Penyiangan yang dilakukan pada umur 30-60 hari dapat meningkatkan hasil cabai merah. Hasil cabai merah yang paling tinggi terdapat pada tanaman yang bebas gulma selama 60 dan 90 hari setelah tanam (Nurnayati 1987). Selain dengan penyiangan, gulma juga dapat dikendalikan dengan penggunaan mulsa dan penyemprotan herbisida.

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai merah dilaksanakan berdasarkan konsepsi PHT. Dalam konsepsi PHT, aplikasi pestisida merupakan alternatif terakhir jika cara pengendlian non-kimia kurang efektif. Hama dan penyakit penting yang menyerang tanaman cabai merah adalah:
- Ulat tanah (Agrotis sp). Ulat tanah menyerang dengan cara memotong batang muda.
- Lalat buah (Dacussp). Buah cabai yang terserang menjadi busuk dan rontok.
- Ulatgrayak(Spoctopferasp). Ulat ini menyerang daun dan buah cabai.
- Trips (Thrips parvispinus) Gejala serangan pada daun ditandai dengan daun mengeriting dan berwarna keperakan.
- Kutu daun persik (Myzus persicae). Kutu daun persik merupakan vektor penyakit virus.

Penyakit busuk buah antraknose. Gejala awal berupa bercak coklat kehitaman pada buah, kemudian membusuk. Penyakit bercak ungu (Cercospora sp). Serangan pada daun berupa bercak kecil yang berbentuk bulat kering dengan diameter 0,5 cm. Penyakit ini menyerang daun, batang dan tungkai buah. Penyakit layu Fusarium. Gejala serangan ditandai dengan layunya daun bagian bawah, kemudian menyebar ke atas. Jaringan akar dan batang menjadi warna coklat. Jika dijumpai gejala serangan ini dilakukan eradikasi secara selektif. Penyakit kompleks virus. Penyakit ini ditularkan oleh kutu daun, sehingga pengendalian vektornya lebih diutamakan. Tanaman yang menunjukkan gejala
serangan penyakit virus sebaiknya dicabut lalu dimusnahkan.

Penyakit busuk buah antraknose. Gejala awal berupa bercak coklat kehitaman pada buah, kemudian membusuk. Penyakit bercak ungu (Cercospora sp). Serangan pada daun berupa bercak kecil yang berbentuk bulat kering dengan diameter 0,5 cm. Penyakit ini menyerang daun, batang dan tungkai buah. Penyakit layu Fusarium. Gejala serangan ditandai dengan layunya daun bagian bawah, kemudian menyebar ke atas. Jaringan akar dan batang menjadi warna coklat. Jika dijumpai gejala serangan ini dilakukan eradikasi secara selektif. Penyakit kompleks virus. Penyakit ini ditularkan oleh kutu daun, sehingga pengendalian vektornya lebih diutamakan. Tanaman yang menunjukkan gejala serangan penyakit virus sebaiknya dicabut lalu dimusnahkan.

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Budidaya Tanaman Cabai Merah, 2005