RSS
Syndicate content

Pengairan pada Tanaman Kacang Hijau

Sumber Gambar: www.google.go.id
Sifat kacang hijau yang menonjol dibandingkan dengan kedelai dan kacang tanah ialah relatif tahan terhadap kekeringan. Oleh karena itu, daerah yang relatif kering (tidak cocok untuk kedelai dan kacang tanah) masih dapat ditanami kacang hijau. Meskipun demikian, tidak berarti kacang hijau tidak memerlukan air.

Air berguna sebagai pembentukan protoplasma, pelarut, media pengangkut hara, media berlangsungnya reaksi-reaksi metabolisme, bahan baku fotosintesis, dan berpengaruh dalam fase pemanjangan serta proses pertumbuhan. Kurangnya air pada sel tanaman akan berpengaruh pada berbagai proses metabolisme, termasuk fotosintesis sehingga dapat mengganggu produksi karbohidrat. Bila kekurangan air berlangsung terus-menerus akan mengakibatkan hancurnya protoplasma dan dapat mematikan tanaman.

Pertumbuhan tanaman kacang hijau tidak akan normal bila tidak cukup air selama perkecambahan berlangsung. Pada umumnya biji akan mengisap air sampai kira-kira 50 dari beratnya. Air yang diisap tersebut harus tersedia dalam tanah.

Kacang hijau memerlukan air sebanyak 100-150 mm pada bulan pertama setelah tanam (masa vegetatif). Pada masa generatif, jumlah air yang diperlukan lebih kecil. Sifat ini memungkinkan kacang hijau sangat potensial untuk ditanam pada lahan sawah dan lahan tegalan pada akhir musim kemarau karena kacang hijau berumur pendek sekitar 60 hari.

Kacang hijau yang ditanam di sawah perlu mendapat pengairan apabila tidak turun hujan selama satu minggu. Pengairan ini diberikan sampai satu minggu menjelang panen. Air dimasukkan melalui parit dan tidak boleh lama menggenang karena kacang hijau tidak tahan genangan air. Pada masa pertama pertumbuhannya pengaturan kelembapan tanah sangat penting.
 
 
 
Sumber : Bertanam Kacang Hijau / Soeprapto H.S