RSS
Syndicate content

Pengairan Pada Tanaman Cabai Merah

Sumber Gambar: http://lh6.ggpht.com
Cabai merah termasuk tanaman yang tidak tahan terhadap kekeringan, tetapi juga tidak tahan terhadap genangan air. Air tanah dalam keadaan kapasitas lapang (lembab tetapi tidak becek) sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai merah. Masa kritis tanaman ini terhadap kebutuhan air adalah saat pertumbuhan vegetatifcepat, pembentukan bunga dan buah (Welles 1990).
Dari hasil penelitian diketahui bahwa kelembaban tanah yang ideal untuk pertumbuhan dan hasil cabai merah berkisar antara 60-80 kapasitas lapang (Tabel 9). Hal ini dilihat dari perkembangan panjang akar, jumlah bunga dan bobot buah cabai merah. Jumlah kebutuhan air per tanaman selama fase pertumbuhan vegetatif adalah 200 ml tiap 2 hari dan meningkat menjadi 400 ml tiap 2 hari pada fase pembungaan dan pembuahan (Sumarna dan Kusandriani 1992). Dalam upaya meningkatkan efisiensi penggunaan air, penerapan system irigasi tetes untuk lahan kering tampaknya akan febih efisien, baik dilinjau dari segi penggunaan air maupun respon tanaman terhadap pemberian air pengairan. Petani biasanya melakukan pengairan dengan sistem 'leb' selama 15-30 menit. Setelah itu air dikeluarkan dari petakan.

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Budidaya Tanaman Cabai Merah, 2005