RSS
Syndicate content

PENANAMAN PADI SAWAH TOT

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
1. Tanam pindah alias transplanting

Setelah persiapan lahan beres maka bibit pun siap ditanam. Bibit biasanya dipindah saat berumur 18-25 hari, umumnya 21 hari.

Ciri bibit yang siap pindah ialah :
a) berdaun 5-6 helai,
b) trnggi sekitar 22-25 cm,
c) batang bawah besar dan keras,
d) bebas hama dan penyakit, serta
e) pertumbuhannya seragam.

Bibit dapat ditanam dengan cara dipindah dari bedengan persemaian ke petakan sawah. Caranya bibit dicabut dari bedengan persemaian dengan menjaga agar bagian akarnya terikut semua dan tidak rusak. Setelah itu bibit dikumpulkan dalam ikatan-ikatan lalu ditaruh di sawah dengan sebagian akar terbenam ke air. Pekerja mengambil sebagian kecil bibit ikatan dan melakukan penanaman.

Kumpulan bibit dipegang dengan tangan kiri, tangan kanan menanam bibit per lubang. Bila tanah masih agak keras maka tugal dapat digunakan untuk membuat lubang tanam. Dalam satu lubang ditanam 2-3 bibit. Tanamlah bibit dengan posisi tegak, Penanaman dengan posisi miring hams dihindari. Kedalaman tanam cukup sekitar 2 cm, namun jangan kurang dari itu karena bibit akan gampang hanyut.

Jarak tanam padi biasanya 20 cm x 20 cm hingga 25cm x 25 cm. Jaur penanaman yang mudah ialah penanaman dilakukan di antara jalur tanam sebelumnya. Meskipun demikian, penanaman dengan jalur baru juga diperkenankan.

2. Tanam benih langsung (tabela)
Penanaman dengan benih langsung dapat dilakukan dengan cara tebar langsung, ditebar dalam larikan (muwur dalam alur), atau dengan cara tugal (sistem gogo rancah).


Untuk cara tebar langsung, biasanya mulsa singgang dan gulma diratakan atau dibenamkan terlebih dahulu sehingga benih dapat langsung kontak dengan tanah, Untuk cara tugal dan penebaran dalam alur, mulsa tidak perlu dibenamkan.


Oleh karena padi sawah TOT dengan sistem tabela masih baru dikenal maka sampai saat buku praktis ini disusun, alat tebar benih langsung (tabela) untuk padi sawah TOT belum disebarluaskan. Meskipun demikian, di masa depan padi sawah TOT-tabela mempunyai prospek yang sangat baik karena lebih efisien daripada padi sawah TOT dengan persemaian ataupun sawah konvensional dengan persemaian.


(sumber: Bertanam Padi Sawah Tanpa Olah Tanah/Prof. Dr. Muhajir Utomo, Ir. Nazaruddin)