RSS
Syndicate content

Penanaman karet

Tanaman karet ( Hevea brasilliensis ) merupakan tanaman tahunan. Siklus tanaman karet 25 tahunan, yaitu perhitungan masa waktu dibutuhkan tanaman karet yang dimulai dari saat menanam karet dikebun sampai dengan peremajaan karet kembali. Karet mempunyai arti yang penting bagi sebagian kehidupan sosial ekonomi masyarakat Indonesia sebagai sumber penghasilan petani karet rakyat. Disamping itu tanaman karet juga menjadi harapan tersedianya peluang lapangan kerja bagi penduduk dan sekaligus sebagai salah satu komoditi penghasil devisa bagi negara.

 

Pemerintah menetapkan tahun 2025 Indonesia mampu menghasilkan produksi karet alam mencapai 4 juta ton/tahun. Sasaran produksi karet akan dapat tercapai bila dilakukan peremajaan tanaman karet. Balai Penelitian Sungai Putih Pusat Penelitian Karet menganjurkan peremajaan tanaman karet menggunakan bahan tanam klon unggul baru dengan penanaman karet dilakukan secara sistim tumpang sari dan sistim monokulture yang dapat menghasilkan produksi karet bermutu tinggi sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh petani yang melakukan penanaman karet rakyat

 

Sistem Penanaman karet
Sistem penanaman karet ada 2 ( dua ) macam yaitu sistim penanaman karet monokultur dan sistem tumpang sari. Penanaman sistim monokultur merupakan penanaman karet dengan jarak tanam segi tiga, bujur sangkar dan tidak teratur. Pada sistim jarak segitiga dan bujur sangkar dapat dilakukan pada lokasi tanah datar sampai agak datar dengan hasil jarak tanam yang teratur. Sedangkan pada lokasi tanah miring yang diteras menggunakan jarak tanam tidak teratur, karena itu penampakan barisan tidak sempurna dan banyak dijumpai pada perkebunan yang menggunakan jarak tanam tidak teratur Sedangkan pada tanaman karet tumpang sari merupakan pola tradisional perkebunan karet rakyat dengan jarak tanam didalam barisan tanaman dibuat rapat dan jarak tanam antar barisan dibuat renggang agar penyinaran matahari sempurna.

 

Lahan yang akan ditanami tanaman karet harus disiapkan terlebih dahulu dengan membuat lubang tanam berjarak antar lubang 7 x 3 meter. Pembuatan lubang tanam dimulai dengan mengajir lubang tanam sesuai jarak yang dianjurkan. Jika tanah yang disiapkan bentuk teras kontur jarak antar teras 7 meter ajir yang dipancang pada barisan berjarak 3 meter. Sedangkan pada tanah datar yang tanpa teras pemancangan dilakukan sesuai system penanamannya dengan jarak 7 meter kearah utara selatan dan 3 meter kearah timur barat. Perlu diperhatikan pada tanaman karet yang ditanam pada lokasi kemiringan tanah dibawah 10 %. harus menggunakan larikan dan pada tanah yang kemiringannya lebih digunakan teras.

 

Pertumbuhan tanaman karet sangat tergantung dari tanah dan iklim.Tanaman karet akan tumbuh dengan baik pada daerah ketinggian 0 - 400 meter diatas permukaan laut paling baik pada ketinggian 0 - 200 meter dan setiap kenaikan 200 meter matang sadap terlambat 6 bulan.. Tanaman karet menghendaki daerah yang bercurah hujan 1.500 - 4.000 mm per tahun dan merata sepanjang tahun dengan jumlah hari hujan.100 - 150 hari hujan. Hujan selain digunakan untuk pertumbuhan karet juga ada hubungannya dengan pemungutan hasil panen karet utamanya pada jumlah hari hujan turun pada pagi hari. Angin juga berpengaruh pada tanaman karet. Angin yang kencang dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman karet. Kondisi lingkungan yang lembab disekitar tanaman karet juga dapat berpengaruh pada penurunan produksi karet..

 

Selain itu lahan kebun karet juga harus memenuhi persyaratan tanah yang cocok untuk tanaman karet yaitu tanah harus gembur, tidak bercadas dengan PH tanah 3,5 - 7,0 Kedalaman tanaht yang dibutuhkan tanaman karet 1 - 2 meter.
Cara Penanaman bibit
Bibit karet biasanya dihasilkan dari hasi okulasi yang ditanam dari kebun pembibitan atau polybag. Pemindahan bibit dari kebun pembibitan dilakukan dengan cara dibongkar, yaitu menggali parit 50 cm disisi barisan bibit. Selanjutnya bibit dipegang pada bagian atas okulasi dan dicabut. Penanaman tanaman karet harus menggunakan bibit karet yang berakar tunggang satu buah dan lurus, bila lebih harus dipotong. Bibit karet yang digunakan bibit stum mata tidur yang sudah mempunyai 2 - 3 payung daun. Pada daerah yang cukup jauh dari kebun pembibitan perlu adanya perlakuan pada bibit karet dengan cara membungkus bibit karet secara rapat dengan gedebok pisang, serabut kelapa yang disusun selapis demi selapis. Tujuan pembungkusan agar mata tunas atau batang okulasi tidak terjadi kerusakan. Jika bibit okulasi menggunakan polybag pengangkutannya langsung menggunakan polybag. Pembongkaran bibit dilakukan pada saat tanam karet siap untuk ditanam

 

Penanaman tanaman penutup tanah
Untuk mencegah terjadinya erosi dapat dilakukan dengan penanaman tanaman penutup tanah, selain itu juga dapat melindungi tanah dari sinar matahari langsung, menekan pertumbuhan gulma. Tanaman penutup tanah juga mempercepat matang sadap dan mempertinggi hasil lateks.
Tanaman penutup tanah dapat dipilih dari 3 ( tiga ) jenis tanaman, yaitu tanaman merayap, tanaman semak dan tanaman pohon. Tanaman merayap terdiri atas rumput dan jenis leguminosa seperti Pueraria javanica, Centrosema pubescens dan Calopogonium mucunoides. Tanaman merayap, tanaman semak yang biasa digunakan adalah crotalaria usara moensis, C juncea, C anagyrroides, Tephorosia Candida dan T. Vogelili sedangkan tanaman pohon yang digunakan sebagai tanaman penutup adalah petai cina namun sangatlah jarang kecuali pada daerah daerah yang sering terjadi angin kencang dan serangan babi hutan.
Nani Priwanti Soeharto
Sumber : 1. Panduan Lengkap Karet Penebar Swadaya, 2008