RSS
Syndicate content

Penanaman Jahe

Sumber Gambar: Tanamanherbal.info
Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan budidaya jahe adalah persiapan lahan yang sebaik mungkin sebelum benih ditanam. Dengan persiapan lahan yang baik akan diperoleh lingkungan tempat tumbuh yang memadai, sehingga dapat memacu potensi genetik tanaman yang dimiliki dapat berkembang dengan baik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanaman jahe, yaitu
1. Persiapan lahan
Persiapan lahan untuk usaha budidaya jahe dimulai dari pengolahan tanah. Tujuan pengolahan tanah adalah untuk mendapatkan sifat fisik tanah yang baik sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Pengolahan tanah merupakan proses penghancuran partikel-partikel tanah yang besar menjadi bagian-bagian yang kecil. Dengan demikian hubungan antara partikel tanah dengan akar tanaman lebih luas sehingga tanaman mendapatkan zat hara lebih banyak.
Pengolahan tanah bagi budi daya jahe dilakukan agar diperoleh keadaan tanah yang gembur, agrasi tanah menjadi baik dan dalam beberapa waktu terbebas dari gulma sehingga pertumbuhan benih dan pertumbuhan tanaman tidak terganggu. Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cara mencangkul tanah atau alat mekanis sedalam 30cm.

2. Cara persiapan lahan
a. Sistem bedengan
Untuk penanaman jahe dapat dibuat dengan sistem bedengan, yaitu dengan cara menimbunkan tanah atau meninggikan tanah dari hasil galian parit sebagai batas bedengan. Sistem bedengan ini dilakukan untuk daerah-daerah yang datar dan curah hujan tinggi sehingga air sering menggenang. Bedengan dibuat memanjang dengan arah timur-barat, setelah bedengan terbentuk sedalam 5-10cm memanjang searah bedengan dengan jarak tanam (60-80) cm x 40cm. Setelah lubang tanam selesai dikerjakan, kemudian taburkan pupuk kandang dan sekam padi sehingga kedalaman tanah yang diperoleh sebelum tanam sekitar 3-5cm.

b. Sistem parit (pris)
Pada prinsipnya sistim parit dibuat dengan membuat parit-parit sebagai tempat penanaman bibit jahe. Dengan sistim ini dapat dilakukan pada lahan yang datar atau dengan kemiringan yang cukup tinggi. Lebar dan dalam parit adalah selebar cangkul (25cm) dan kedalamannya 15-20cm. Jarak antara parit sesuai poros 60cm. Setelah parit terbentuk kemudian taburkan pupuk kandang dan sekam padi pada tempat bibit jahe akan ditanam. Setiap parit dapat ditanam 1-2 baris tanaman dengan jarak dalam barisan dapat 60, 40 atau 30cm sesuai kebutuhan. Apabila benih jahe telah ditempatkan sesua dengan rencana, kemudian ditimbun tanah setebal 10cm, sehingga membentuk alur-alur dan ruang antara alur dapat digunakan sebagai jalan setapak pada saat pemeliharaan.

3. Musim tanam
Musim tanah jahe ditanah tegalan biasa dilakukan pada musim hujan, tujuannya agar ketersediaan air terpenuhi selama fase pertumbuhan rimpang. Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan, hal ini berarti dalam setahun hanya memungkinkan untuk satu kali tanam. Namun, suatu lahan maksimum dapat ditanam sebanyak dua kali tergantung ketersediaan air disekitar lahan untuk memenuhi kebutuhan pada fase pertumbuhan Vegetatif.

4. Cara tanam
Sesuai dengan pola pertumbuhannya, pertunasan jahe terjadi pada mata-mata tunas yang ada pada rimpang. Untuk mempercepat munculnya tunas dan tidak terbalik agar tidak menghambat pertumbuhan maka diupayakan agar mata tunas tidak tertimbun tanah terlalu dalam. Penanaman jahe dapat dilakukan dengan sistim parit, bedengan dan guludan. Penanaman ini disesuaikan dengan kondisi lahan dan jarak tanam. Penanaman secara guludan dapat dilakukan pada lahan dengan kondisi drainase yang kurang baik dan jarak tanam yang lebar. Sedangkan penanaman secara bedengan biasanya dilakukan untuk tujuan panen jahe muda dengan jarak tanam yang rapat baik antar baris maupun dalam baris. Jarak tanam jahe untuk tujuan panen tua adalah 60x30cm antar baris dan 30x40cm dalam baris. Hal ini dimaksudkan agar dalam penimbunan dan penyiangan tidak mengalami kesulitan. Sedangkan jarak tanam untuk tujuan dipanen muda dapat lebih rapat yaitu jarak antara barisan 35cm dan jarak dalam barisan 25cm
Penulis Admin/Koordinator

 

Sumber : Berbagai bahan bacaan

Sumardi