RSS
Syndicate content

Pemupukan Tanaman Pepaya

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Produktivitas tanaman pepaya sangat tergantung pada kondisi pertumbuhannya. Untuk menjamin pertumbuhan tanaman pepaya tetap baik di antaranya dengan mencukupi kebutuhan unsur hara. Dengan demikian, pepaya mutlak perlu dipupuk. Pada umur 0-4 bulan merupakan masa pertumbuhan yang kritis untuk tanaman, termasuk pepaya. Untuk itu, pada umur tersebut tanaman pepaya perlu diberi pupuk sesuai dengan aturan yang dianjurkan.

Pemupukan tanaman pepaya dapat dilakukan sebagai berikut. Pupuk dasar diberikan pada saat menggali lubang tanam berupa pupuk kandang sebanyak 60 kg lubang tanam. Sebulan sesudah tanam, setiap tanaman diberi pupuk yang terdiri dari campuran 23 g Urea 46, 95 g TSP 20, dan 150 g KC1 52. Kemudian setiap 3 bulan tiap pohon diberi pupuk yang terdiri dari campuran 69 g Urea, 190 g TSR dan 50 g KC1. Pupuk ini ditaburkan rata di sekeliling tanaman kemudian ditutup tanah. Sewaktu melakukan penutupan dengan tanah, pupuk ini harus dijaga agar cangkul yang digunakan jangan sampai merusak akar. Kemudian setiap tahun diberikan pupuk kandang sebanyak 60 kg setiap pohon. Tan Kim San dan Suparma menganjurkan pemupukan tanaman pepaya seluas satu hektar dengan 25-50 ton pupuk kandang, 90-180 kg Urea, 285-570 kg TSR dan
100-200 kg KC1.

Untuk lahan-lahan yang belum memiliki program khusus pemupukan pepaya, De Geus menyarankan untuk menggunakan program pemupukan pepaya temuannya seperti tersaji pada tabel berikut.

 Jumlah dan Jenis Pupuk  Waktu Pemberian
60 g pupuk nitrogen 20% Diberikan pada setiap tanaman segera setelah tanaman pepaya tumbuh baik di kebun dan menampakkan pertumbuhan baru.
60 g pupuk nitrogen 20% Diberikan setiap 1,5 bulan sampai tanaman berumur satu tahun. Dosis tersebut diberikan untuk setiap tanaman.
225 g pupuk nitrogen 20% Diberikan setiap 3 bulan/tanaman.
450 g pupuk superfosfat Diberikan saat awal musim hujan setiap tahun untuk setiap tanaman.

Di Queensland, suatu sentra produksi pepaya di Australia, dan di Kepulauan Hawaii di Samudera Pasifik, penghasil buah pepaya untuk daratan Amerika dan Jepang, pemupukan tanaman ini dilakukan dengan dosis cukup tinggi.

Di Queensland, pada saat mengerjakan lahan diberikan pupuk NPK 12-34-12 sebanyak 1.250 kg/ha lahan yang diberikan dengan cara disebar. Setelah itu. setiap dua bulan diberikan 40 kg pupuk nitrogen untuk setiap hektar lahan. Kemudian setiap tahun dapat diberikan pupuk kandang jika ada persediaan yaitu antara 60-100 ton/ha Di Kepulauan Hawaii pemberian pupuk cukup bervariasi tergantung kepada jenis lahan dan ikiim. Bahkan, setiap petani memiliki dosis pemupukan sendiri-sendiri. Pada umumnya, untuk lahan-lahan gunung tipe latosol pada saat penanaman diberikan 28 g pupuk NPK 2-24-2 tiap tanaman. Setelah itu, setiap tanaman diberikan lagi pupuk sebagai berikut :

a. Umur 2 bulan diberikan 32 g pupuk NPK 2-24-2/tanaman.
b. Umur 3-5 bulan diberikan 60 g pupuk NPK 2-24-2/tanaman/bulan.
c. Umur 6 bulan ke atas diberikan 250 g pupuk NPK 2-24-2/tanaman/bulan.

Tingginya pemberian dosis pupuk di kedua tempat tersebut mungkin karena pasar menghendaki kualitas buah yang tinggi sehingga dapat menjamin harga buah yang tinggi pula. Selain itu, lahan untuk pembudidayaan pepaya membutuhkan tambahan pemupukan karena setiap dilakukan pemanenan unsur hara yang hilang bersama buah cukup tinggi. Kehilangan unsur hara pada pemanenan papaya dapat dilihat pada tabel berikut.

 Hasil Buah (kg/ha)  Komposisi Hara yang Hilang Pada Buah Segar (kg/ha)
 Nitrogen  Fosfor  Kalium  Zink
1.000  1  0,2  2,44  0,002
 2.000  2  0,4  4,87  0,004
 20.000  20  4  48,7  0,04
 40.000  40 8  97  0,08
 80.000  80  16  195  0,01

 
Sumber : Valmayor, R.V., 1971

 


Sumber : Bertanam Pepaya, Penebar Swadaya