RSS
Syndicate content

PEMILIHAN BIBIT BABI

Sumber Gambar: novinav.blogdetik.com
Sesungguhnya Babi asli Indonesia adalah babi hutan yang masih berkeliaran di hutan-hutan. Babi yang sekarang ada di Indonesia adalah keturunan babi hutan dengan ciri khas umumnya liar, warna hitam dan dipelihara secara ekstensif, bebas berkeliaran di sekitar perkampungan.
Bangsa babi asli Indonesia adalah Babi Bali, Babi Karawang, Babi Sumba dan Babi Nias. Selain itu Babi impor yang didatangkan dari Luar negeri yang telah berkembang di Indonesia yaitu : babi VDL (Veredeld Duits Landvarken), Babi Yorkshire dikenal dengan nama Large White, babiTamworth, babi Saddle back , babi Landrace . Ciri Babi bali dan karawang : kepala kecil, telinga pendek, berdiri tegak, perut hampir menyusur tanah, kaki pendek, warna belang hitam, atas hitam dan bagian bawah putih. Babi Sumba : Kepala agak panjang, telinga kecil, sedikit tegak, bentuk badan sedang dan warna hitam, belang hitam. Babi nias badan sedang, kepala lebih pendek dari babi sumba,telinga kecil, tegak, mulut runcing, bulu agak tebal terutama pada leher dan bahu, warna putih atau belang hitam. Ciri-ciri Babi VDL: kepala besar agak panjang, telinga besar panjang, setengah bergantung ke muka sejajar dengan kepala, badan besar , daging banyak.
Ciri babi Yorkshire : berwarna putih, kadang-kadang terdapat bercak-bercak dengan pigmen warna hitam, telinga tegak, badannya panjang dan dalam. Yorkshire beranak banyak, efisiensi penggunaan pakan tinggi, pertumbuhan cepat dengan pertambahan berat badan 1,01 kg. Menghasilkan karkas yang panjang (31,5 inchi).Babi Tamworth dikenal sebagai tipe penghasil daging yang bermutu tinggi, kepala lebar, jarak antara telinga lebar, sedang bagian bawah runcing, moncong agak panjang lurus, telinga tegak, sedang. Tubuh besar, kaki sedikit panjang dan warna merah tua atau kecoklatan Babi Saddle Back warna hitam, tetapi pada bagian bahu berwarna putih sampai pada kakinya, kepala sedang,halus, rahang rata dan telinga tegak. Babi Landrace berwarna putih, tubuhnya panjang dan telinganya terkulai jatuh ke bagian muka. Pada yang induk mempunyai sifat keibuan yang tinggi dan dikenal memberikan anak yang banyak. Mempunyai pertambahan berat badan 0,96 kg dan lemak yang banyak.
Babi dikenal dua tipe yaitu tipe daging dan tipe lemak.Pada tipe daging dikehendaki bahu dan paha yang tebal, punggung dan pinggang yang panjang dan lebar, kepala lebar,tepi daun telinga menebal, pangkal ekor besar dan tinggi kedudukannya, tulang-tulang kakinya besar. Pada tipe lemak, kepala harus sempit, tepi daun telinga tipis, perut besar dan lunak. Pangkal ekor tertanam dalam dan kakinya runcing.
Pemilihan bibit
Tanda-tanda babi yang sehat : Babi kelihatan lincah (gesit), nafsu makan baik, kotoran tidak terlalu encer atau keras dan pertumbuhan bagus.
Ciri-ciri induk yang bagus : 1) sehat, tidak cacat dan dapat berfungsi dengan baik, mempunyai jumlah puting susu minimal 8 pasang, 8 di kiri dan 8 di kanan yang letaknya symetris berjarak sama, tidak mempunyai puting susu yaang buntu. 2) mempunyai proporsi tubuh yang baik, panjang tubuhnya sedang, otot yang baik didaerah pinggul dan bahu,3) kaki kuat lurus, bisa berdiri tegak, tumit kuat, ekor melingkar,4) Pertumbuhan cepat dan menghasilkan anak yang lahir banyak, minimal 8 ekor dan berat lahir minimal 1,1 kg.
Ciri-ciri pejantan yang baik 1) Organ reproduksinya (testes) berkembang dengan baik, kedua bagian testes sama ukurannya, 2) pejantan harus bersifat agresif terhadap betina,3) Kepala ringan, mata lebar,waspada, bahu lebar rata, punggung sedikit melengkung, ekor melingkar,bagian bawah perut rata serta mempunyai kuku dan kaki yang kuat untuk melakukan perkawinan, 4) dalam keadaan sehat dan tidak cacat dan tidak ada kelainan. Berat lahir minimal 1,1 kg.
Pemilihan menurut hasil produksi keturunannya berdasarkan jumlah anak yang dilahirkan, 12 ekor (baik), 10 ekor (sedang) dan 8 ekor (kurang), berat pada tiap kelahiran hendaknya merata, tidak terlampau besar atau kecil. Berat lahir minimal 1,1 kg. Berat babi yang baik umur 8 minggu sekitar 16 kg, sedang 14 kg dan kurqng 12 kg.. Pertumbuhan berat badan bagus, misalnya umur 8 bulan mencapai berat hidup 100 kg. Angka kematian sampai penyapihan rendah, presentasi hasil daging waktu dipotong cukup tinggi.
Pemilihan untuk program pembibitan ternak, babi yang akan digunakan sebagai calon induk dipersiapkan, dipisahkan pemeliharaannya sejak umur 4-5 bulan . sedangkan pejantan yang akan digunakan harus disiapkan sebulan sebelumnya untuk mencegah adanya penyakit menular. Perbandingan jantan muda betina 1 : 20 ekor ( dalam kandang) atau 1 : 10 - 15 ekor di padang penggembalaan.terbuka. Babi jantan dewasa dapat mengawini 35 -40 ekor betina ( dalam kandang) atau 15 - 20 ekor di areal terbuka. Pejantan umur 9 - 15 bulan dapat melakukan perkawinan 2 x/ hari atau 8 x/ minggu. Sedangkan pejantan dewasa 3 x/ hari atau 12 x/ minggu. Babi betina dikawinkan pada umur tidak kurang dari 8 bulan, dengan berat badan diatas 100 kg. Sedangkan umur jantan sebaiknya digunakan pada umur tidak kurang dari 9 bulan. Kawinkan babi betina pada hari pertama berahi, biarkan sampai terjadi 2 kali perkawinan dalam 24 jam. Setelah itu babi betina dipisahkan dalam kandang tersendiri.
Penulis : Asia (Penyuluh BPSDMP)
Sumber informasi :
- Tata laksana pemeliharaan babi untuk menunjang ekspor. 1994. Direktorat Jenderal Peternakan . Direktorat Bina Produksi Peternakan.
- Pedoman dan syarat-syarat teknis perusahaan pembibitan babi. 1983. Direktorat Bina Produksi Peternakan. Direktorat Jenderal Paternakan.
- Beternak Babi. 1974. Penerbitan Yayasan Kanisius.