RSS
Syndicate content

Pemeliharaan Tanaman Rambutan

Tanaman rambutan yang dipelihara dengan baik akan memberikan imbangan hasil yang memuaskan. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan tanaman rambutan adalah sebagai berikut:
Penyiraman
Selama dua miniggu pertama setelah benih rambutan yang berasal dari cangkokan atau okulasi yang ditanam di lahan penanaman, disirami sebanyak dua kali se hari, pagi dan sore hari. Minggu-minggu berikutnya, penyiraman bisa dikurangi menjadi satu kali sehari. Apabila tanaman rambutan yang baru sudah benar-benar kuat, frekuensi penyiraman bisa dikurangi lagi, yaitu dilakukan pada saat-saat diperlukan saja. Apabila hujan turun terlalu lebat, uahakan agar sekeliling tanaman tidak tergenang air, dengan cara membuat lubang saluran untuk mengalirkan air.
Penyiangan dan Penyulaman
Karena lahan penanaman diolah terlebih dahulu, mengakibatkan kondisi tanahnya gembur sehingga memudahkan tanaman lain yang sebelum pengolahan sudah ada muncul kembali, terutama gulma (tanaman pengganggu), jenis rumput-rumputan. Agar tidak mengganggu pertumbuhan rambutan, rumput-rumput yang tumbuh di sekeliling tanaman rambutan harus disiangi sampai radius 1-2 m.
Bila benih yang baru ditanam kurang baik pertumbuhannya, segera dilakukan penggantian dengan benih yang baru.
Pemangkasan Tanaman Rambutan
Untuk mendapatkan tanaman rambutan yang nantinya bertajuk rimbun, maka setelah tanaman berumur dua tahun, segera dilakukan pemangkasan pada ujung cabang-cabangnya. Selain untuk memperoleh kerimbunan tajuk, pemangkasan juga berguna memberi bentuk tanaman, memperbanyak dan mengatur produksi, juga agar tanaman senantiasa terpelihara.
Pemangkasan juga perlu dilakukan seusai pemanenan buah. Hal ini berguna agar segera muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat munculnya bunga rambutan pada musim berikutnya dan diharapkan hasil buah tidaklah menurun namun sebaliknya, meningkat atau paling tidak stabil.
Pemupukan
Seperti halnya pada lahan tanaman lain, tentunya lahan tanaman rambutan semakin lama semakin menurun tingkat kesuburannya. Agar lahan tetap terjaga kesuburannya, maka perlu dilakukan pemupukan secara berkala. Pemberian pupuk lahan tanaman rambutan dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Pada tahun ke dua setelah penanaman benih, pupuk diberikan kebali pada setiap pohon. Pupuk yang diberikan merupakan campuran antara 30 kg pupuk kandang, 50 gram TSP, 100 gram Urea dan 20 gram ZK untuk setiap pohon. Pemupukan dilakukan dengan cara menaburkan tepat di bawah pohon (disebar melingkar), atau kalau mau lebih efektif dan ada waktu banyak, dibuat lubang di sekitar pohon dengan kedalaman 30 cm dan lebar antara 40 - 50 cm, kemudian masukkan campuran pupuk ke dalam lubang dan tutuplah dengan tanah galian.
2. Tanaman rambutan akan semakin tumbuh besar dan kesuburan lahanpun akan kian berkurang. Oleh karena itu pada tahun berikutnya dosis pupuk yang diberikan pada setiap pohon perlu ditambah. Komposisi campuran pupuk yang diberikan adalah 50 kg pupuk kandang, 60 gram TSP, 150 gram Urea, dan 250 gram ZK dengan cara pemupukan yang sama. Apabila pupuk yang hendak diberikan adalah pupuk NPK dengan perbandingan 15:15:15, maka ukuran yang diberikan adalah antara 75-125 kg untuk setiap ha, bila ditabur pada akhir musim hujan, dan 250-350 kg apabila ditabur pada saat awal musim penghujan.
Mempercepat Pembungaan
Pada lahan tanaman rambutan secara komersial, usaha mempercepat musim pembungaan sangat perlu dilakukan. Dengan demikian, saat munculnya buah tidak harus menunggu datangnya musim. Cara ini jelas akan menguntungkan para petani rambutan karena memperbanyak jumlah produksinya setiap tahunnya.
Dari hasil penelitian para ahli tanaman buah-buahan (hortikultura), kini telah ditemukan adanya bahan pemacu yang mampu mempercepat munculnya bunga rambutan. Bahan tersebut adalah larutan KNO3 (Kalium Nitrat), dimana larutan ini bisa mempercepat pemunculan bunga sampai 10 hari lebih awal dibandingkan apabila tanaman rambutan tidak diberi larutan KNO3. Selain mempercepat munculnya bunga, larutan KNO3 juga berkemampuan memperbanyak dompolan bunga (tandan) rambutan. Pada setip stadium (tahap perkembangan) larutan KNO3 juga mempercepat pertumbuhan buah rambutan.
Cara pemberian KNO3 untuk tanaman rambutan adalah dengan menyemprotkan pada pucuk-pucuk cabang. Dosis yang digunakan antara 2-3 liter larutan KNO3 untuk setiap 10 pucuk tanaman. Sedangkan ukuran larutan KNO3 nya adalah 10 gram KNO3 dilarutkan dalam satu liter pengencer teknis.

 

Penulis : Wiwiek Hidajati,M.Ed, Penyuluh Pertnian Madya
Sumber : Bertanam Rambutan, Seri Pertanian LXXXVII/281/88, Penerbit Swadaya Mahisworo, Kusno Susanto, Agustinus Anung