RSS
Syndicate content

Pemeliharaan Tanaman Kedelai

Dalam bercocok tanam kedelai, kita perlu melakukan pemeliharaan tanaman seperti penjarangan, penyulaman, pengairan dan drainase, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian hama penyakit akan dijelaskan dalam tulisan tersendiri, mengingat banyaknya macam hama dan penyakit yang menyerang pada tanaman kedele.

Penjarangan, Kira-kira umur 5-6 hari Kedelai mulai tumbuh, lubang tanam yang terlalu banyak tumbuh (lebih dari 2 tanaman/lubang tanam), dilakukan penjarangan dengan cara mebuang salah satu tanaman yang tumbuh. Benih yang tidak tumbuh diganti atau disulam dengan benih baru yang akan lebih baik jika dicampur Legin. Letakkan biji disamping bekas lubang tanam terdahulu, atau menanam kembali di bagian pertanaman yang daya kecambahnya sangat kurang, penyulaman sebaiknya dilakukan pada sore hari.
Penyiangan,Penyiangan pertama, dilakukan waktu tanaman berumur 2-4 minggu; Penyiang an kedua, dilakukan setelah tanaman selesai berbunga yakni pada umur sekitar 45-60 hari; dan, penyiangan ketiga, perlu dilakukan bila nampak bunga yang tumbuh;

Cara Penyiangan
- Cara mekanis, yaitu dengan membersihkan gulma dengan tangan atau alat penyiang, dan sekaligus dilakukan pembumbunan;
- Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman.
- Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.
- Cara kimia, yaitu dengan menggunakan zat kimia herbisida yang cocok di pertanaman kedelai.

Pengairan dan drainase, Pemberian air pada tanaman secara efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah merupakan faktor penting bagi pertumbuhan dan hasil tanaman yaitu air sebagai pelarut sekaligus pengangkut hara dari tanah ke bagian tanaman.

Kebutuhan akan air disetiap stadia tanaman berbeda-beda, pemberian air secara tepat akan meningkatkan hasil dan menekan terjadinya stres pada tanaman yang diakibatkan karena kekurangan dan kelebihan air.
Tanaman kedelai umumnya tidak tahan terhadap kekeringan atau genangan air, untuk itu pengaturan pengairan dan darainase perlu dilakukan untuk menjaga keadaan kandungan air dalam tanah pada kapasitas lapang, yaitu tetap lembab tetapi tidak becek.

Penanaman pada musim kemarau dan tersedia air irigasi, lahan perlu diari 1-2 minggu sekali sehingga kelembaban tanah cukup dapat terpelihara. Sebaliknya untuk menghindari kebecekan lahan (air yang menggenang) pada musim hujan, perlu dilakukan pengaturan drainasi dengan membuat saluran pembuangan air.
Pemupukan, Pemberian pupuk secara berimbang berdasarkan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara tanah dengan prinsip tepat jumlah, jenis, cara, dan waktu aplikasi sesuai dengan jenis tanaman akan memberikan pertumbuhan yang baik dan meningkatkan kemampuan tanaman mencapai hasil tinggi.

Pemupukan Dasar
- Dosis pupuk anorganik yang gunakan adalah: urea 50 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 100 kg/ha, atau dosis pupuk sesuai analisis tanah;
- Dosis yang diberikan adalah 2/3 dosis N dan K, sedangkan pupuk P diberikan pada waktu pemupukan dasar;
- Pupuk diberikan pada saat tanaman kedelai berumur 3-5 hari;
- Pemupukan dilakukan dengan cara meletakkn pupuk/ditugalkan di sekitar lubang tanam dengan jarak 7-10 cm dari lubang tanam;
- Jumlah pupuk yang diberikan berdasarkan hasil analisis tanah, dan dianjurkan untuk berkonsultasi dengan petugas/penyuluh di lapangan.
Pemupukan Susulan
- Pupuk susulan diberikan pada saat tanaman berumur 20-30 hari, yaitu menjelang saat tanaman kedelai berbunga;
- Pemupukan dilakukan dengan cara menaburkan pupuk disekeliling tanaman dengan jarak kurang lebih 10 cm. Yulia TS (PP Madya)
Sumber:
1. Dr.Adisarwanto,Budidaya kedelai dengan pemupukan yang efektif dan pengotimalan
pe ran bintil akar. Cetakan Ke I Jakarta 2005.
2. Teknik Produksi Dan Pengembanga Kedelai, Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian 2007
3. Teknologi Budidaya Kedelai, Balai Besar Pengkajian dan pengembangan Teknologi Pertanian , Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian,2008