RSS
Syndicate content

Pembibitan dan Pencangkokan Pada Tanaman Salak

Sumber Gambar: http://w29.indonetwork.co.id/
Tanaman salak dapat diperbanyak dengan cara generatif (biji) dan vegetatif berupa anakan atau cangkokan anakan. Tata cara penyiapan bibit tanaman salak sebagai berikut.
1. Bibit dari Biji
Bibit dari biji sering menghasilkan tanaman yang sifatnya menyimpang dari induknya. Meski demikian perbanyakan dengan biji penting artinya dalam pemuliaan tanaman, yaitu sebagai bahan persilangan untuk menghasilkan varietas baru. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyiapan bibit dari biji adalah sebagai berikut.
a. Biji berasal dari buah yang tua (masak di pohon)
b. Biji dipilih dari buah yang berakuran besar, berdaging tebal, manis, dan mempunyai sifat-sifat unggul lainnya.
c. Biji dipilih dari buah yang berbiji tiga buah.

Pelaksanaan penyiapan bibit dari biji meliputi:
a. Pilih buah yang memenuhi persyaratan dibenihkan K Keluarkan biji dari daging buah, kemudian'dicuei hingga bersih.
b. Rendam biji dalam air bersih selama 24 jam, lalu dicuci dan ditiriskan.
c. Masukkan biji ke dalam kantong plastik yang sudah diberi beberapa lobang kecil.
d. Simpan kantong plastik berisi biji salak di tempat yang teduh dan lembab selama 3- 4 hari agar cepat berkecambah.
e. Biarkan biji yang berkecambah selama 20 - 30' hari agar tumbuh akar dan daun
f. Siapkan polybag berdiameter 10 - 15 cm, kemudian dilobangi dasamya, dan diisi medium semai berupa campuran tanah gembur dengan pupuk kandang matang dengan perbandingan 2:1.
g. Semaikan kecambah (bibit muda) ke dalam polybag satu per satu
h. Simpan polybag semaian bibit salak di tempat yang teduh.
i. Pelihara bibit secara intensif, temtama penyiraman tiap hari 2 kali, dan pemupukan NPK sebanyak 5 g per polybag pada bibit berumur 1 bulan serta diulang setiap 2-3 minggu sekali hingga bibit berumur 4 bulan.
j. Pindahkan bibit yang telah berumur 4 bulan ke kebun.
Bibit dari anakan mempunyai beberapa kelebihan, antara lain mempunyai sifat yang sama seperti induknya, masa remaja pendek (cepat berbuah) dan ukuran bibit relatif seragam. Bibit dari anakan dapat diperoleh dengan cangkokan anakan dan memperbanyak bibit secara klonal.

Cangkokan Anakan
Bahan yang harus disiapkan untuk mencangkok anakan tanaman salak adalah: bumbung bambu berdiameter 8 cm dan panjang 10 cm atau botol air minum mineral vuluire 1500 ml yang dipotong dua, medium cangkok berupa campuran tanah dan pupuk kandang (1:1), zat pengatur tumbuh (ZPT), IBA, atau Rootone F atau limbah bawang merah, tali. dan sarana penunjang lainnya. Penyiapan bibit salak dengan cangkokan anakan meliputi tahap-tahap aktivitas sebagai berikut:
1. Pilih rumpun induk varietas unggul yang beranak, tumbuhnya sehat, dan produktif berbuah.
2. Bersihkan rumpun induk dari pelepah-pelepah daun yang kering hingga tampak terkuak anakan-anakannya.
3. Gali tanah di bawah pangkal batang anakan seukuran panjang bumbung bamboo.
4. Olesi pangkal batang anakan dengan ZPT IBA sebanyak 3000 ppm atau Rootone F 50 g.
5. Letakkan bumbung bamboo berisi medium cangkok tepat di bawah pangkal batang atau akar anakan tanaman salak. Bila letak anakan jauh dari tanah, bumbu sebaiknya diikat dengan tunasnya atau disangga agar tidak lepas.
6. Biarkan cangkokan selama 4-7 bulan agar tumbuh tunas dan akar-akar barn.
7. Pisahkan bibit cangkokan anakan dari rumpun dinduknya dengan menggunakan pahat dan palu.
8.Tanam bibit cangkokan anakan dalam polybag atau keranjang bambu yang telah diisi medium campuran tanah dan pupuk kandang (1:2)
9. Simpan bibit cangkokan anakan tadi di tempat yang teduh dan lembab selama beberapa waktu hingga tampak segar.
10. Pindah tanam bibit cangkokan anakan ke. kebun, atau dijual sebagai bibit bermutu baik.

Sumber : - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau, Puslitbang Sosial Ekonomi Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Salak, 2003