RSS
Syndicate content

PEMASARAN BABI.

Salah satu bagian yang tak dapat dipisahkan dari usaha pemeliharaan ternak babi adalah pemasaran. Karena pemasaran produksi merupakan kunci keberhasilan dalam usaha beternak babi. Memasarkan babi dalam jumlah yang tepat pada masa yang tepat , akan memberikan keuntungan lebih baik bagi peternak . Tanpa diikuti pemasaran yang baik maka hasilnya tidak akan membantu kelanjutan usaha tersebut. Tujuan utama dari usaha ternak babi adalah mengusahakan agar diperoleh keuntungan yang memuaskan dari penjualan bibit babi, babi sapihan, babi potong atau hasil daging dan pupuk dari pengolahan limbah babi.

 

Tipe babi yang banyak dipasarkan adalah yang banyak dagingnya dan sedikit lemak.yang termasuk tipe ini adalah tipe daging yang sering disebut pork type, kemudian tipe sedang yang disebut bacon .
Sistem pemasaran
Peternak babi rakyat umumnya menjual ternaknya dalam bentuk ternak hidup, bukan dalam bentuk daging atau hasil olahannya. Peternakan babi rakyat terutama di Bali sebagian besar menjual ternaknya melalui kelompok Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI), tetapi ada juga yang menjual langsung ke pedagang atau tengkulak, dimana mereka sendiri datang ke lokasi peternakan. Bisa juga dijual langsung ke pembeli di pasar. Namun pasar yang khusus untuk babi belum tersedia. Untuk penjualan yang melalui kelompok, peternak cukup melapor ke seksi pemasaran, dan mereka yang akan mengkoordinir mencarikan pembeli. Penjualan dilakukan bersama-sama dengan anggota kelompok yang lain.Penjualan babi rakyat biasa dilakukan dengan taksiran tanpa ditimbang karena mereka tidak mempunyai alat timbangan. Cara pembayaran dari gapoktan ke peternak secara tunai, sedangkan dari gapoktan ke pedagang/ tengkulak, ada yang secara tunai , ada juga yang secara tempo (hutang).

 

Harga pemasaran
Harga babi di pasaran berfluktuasi tergantung berbagai faktor .Ada dua faktor yang mempengaruhi harga yaitu ketersediaan babi dan permintaan pasar. Ketersediaan babi yang akan dijual akan berpengaruh terhadap permintaan pasar yaitu dalam hubungan produksi dan kebutuhan. Apabila pasar mengalami kebanjiran produksi melebihi daya serap, maka akan terjadi penurunan harga per satuan produksi. Sebaliknya apabila permintaan pasar meningkat, sedangkan jumlah produksi tidak mengikutinya, maka akan terjadi kenaikan harga persatuan produksi. Kestabilan harga relatif akan dicapai apabila jumlah produksi dan kebutuhan pasar selalu dipertahankan. Ketersediaan babi juga dipengaruhi oleh ketersediaan pakan. Jika harga pakan naik, maka secara otomatis usaha produksi akan menyesuaikan yaitu dengan cara mengurangi jumlah babi yang dipelihara. Upaya ini untuk mencegah kerugian yang l;ebih besar bagi usahanya. Selain itu harga di pasaran dipengaruhi oleh adanya peningkatan permintaan pasar dan pada saat perayaan hari-hari besar. Permintaan pasar akan kebutuhan daging babi dipengaruhi oleh meningkatnya pendapatan masyarakat. Selain itu pada perayaan hari-hari besar, permintaan daging babi akan meningkat, sehingga dapat meningkatkan harga babi. Demikian juga dalam hal pengemasan. Semakin meningkatnya pendapatan, dapat mengubah selera masyarakat akan suatu produk. Masyarakat perkotaan yang lebih modern mempunyai selera yang berbeda dalam memilih produk yang mempunyai bentuk penampilan yang lebih baik akan produk olahan babi.Pengolahan dengan kemasan yang lebih baik dan menarik membutuhkan biaya tambahan sehingga akan meningkatkan harga satuan daging babi. Sasaran pemasaran juga mempengaruhi harga seperti pasaran untuk ekspor ke luarnegeri, akan memberikan keuntungan yang lebih besar.

 

Masa yang tepat untuk penjualan
Ternak babi sudah bisa dijual pada umur 10 - 12 bulan dengan berat hidup 90 - 110 kg. Babi yang berukuran berat yang belum mencapai standar berat hidup penjualan biasanya dijual dengan harga yang lebih tinggi dibanding dengan harga per kilogram berat hidup babi siap jual. Demikian juga dengan pengusaha daging beku, biasanya melakukan pembelian babi pada saat harga murah. Mengolah dan mengemasnya , kemudian dibekukan agar dapat disimpan dalam waktu yang dibutuhkan. Penjualan baru dilakukan pada saat harga yang menguntungkan. Oleh karena itu perlu ada standard berat hidup penjualan babi.
Penulis : Asia (Penyuluh BPSDMP)
Sumber informasi : Pedoman Teknis Budidaya Ternak Babi. 2003. Direktorat Jenderal Peternakaan. Direktorat Bina Produksi Peternakan.