RSS
Syndicate content

Pemanfaatan Kacang Hijau

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Kacang hijau merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral yang penting bagi manusia. Dengan potensinya ini kacang hijau dapat mengisi kekurangan protein pada umumnya, sekaligus menaikkan pendapatan petani.

Di Indonesia dan banyak negara Asia lainnya, tidak jarang kacang hijau dijadikan makanan sehari-hari. Perannya mungkin hanya dikalahkan oleh kedelai dan kacang tanah, terutama dari segi kandungan proteinnya. Kandungan gizinya cukup baik karena kacang hijau mengandung vitamin (terutama vitamin Bi), protein, lemak, dan karbohidrat. Setiap 100 g biji kacang hijau mengandung vitamin BI, vitamin A, dan vitamin C (lihat Tabel 1). Kandungan asam aminonya pun cukup baik (lihat Tabel 2).

 

 

 

 

TABEL 1. NILA1 GIZ1 BIJI DAN KECAMBAH KACANG HIJAU (TIAP 100 GRAM)

 Nilai gizi  Biji  Kecambah(taoge)
 Kalori(kal)  345  23
 Protein(g)  22,2  2,9
 Lemak(g)  1,2  0,2
 Karbohidrat(g)  62,9  4,1
 Kalsium(mg)  125  29
 Fosfor(mg)  320  69
 Besi(mg)  6,7  0,8
 VitaminA(IU)  157  10
 VitaminBI(mg)  0,64  0,07
 VitaminC(mg)  66  15
 Air(g)  10  92,4


TABEL 2. KANDUNGAN ASAM AMINO BIJI KACANG HIJAU

 Jenis Asam Amino  Kandungan (%)
 Alanin  4,15
 Arginin  4,44
 Asam aspartat  12,10
 Asam glutamat 17,00
 Glisin  4,03
 Histidin  4,05
 Isoleusin*  6,95
 Leusin*  12,90
 Lisin*  7,94
 Metionin*  0,84
 Fenilalanin*  7,07
 Prolin  4,72
 Serin  5,35
 Treonin*  4,50
 Triptofan  1,35
 Tirosin  3,86
 Valin*  8,23

Keterangan : * = asam amino esensial

 

Kadar vitamin kacang hijau sangat tergantung pada bentuk olahannya. Da;lam bentuk taoge, kandungan vitamninnya sudah sangat berkurang dan hampir tak tersisa lagi bila dalam bentuk tepung. Hal ini disebabkan oleh vitamin yang terkandung di dalamnya (khususnya Bi) mudah sekali larut dalam air. Padahal dalam pembuatan taoge dan tepung diperlukan banyak air. Karena alasan itulah maka dianjurkan agar air yang digunakan untuk memasak kacang hijau jangan sekali-kali dibuang.


Penggunaan kacang hijau sangat beragam, dari olahan sederhana hingga produk olahan teknologi industri. Selama ini permintaan terhadap kacang hijau termasuk stabil karena penggunanya kontinu. Diperkirakan produk terbesar hasil olahan di pasar berupa taoge (kecambah), bubur, makanan bayi, industri minuman, kue, bahan campuran soun, dan tepung hunkue. Meskipun demikian, kacang hijau dalam bentuk tepung juga banyak digunakan di mana-mana. Selain digunakan sebagai bahan makanan, kacang hijau masih mempunyai beberapa manfaat lainnya.


Setelah dipanen bijinya, tanaman kacang hijau dapat dibenamkan ke dalam tanah sebagai pupuk hijau. Selain itu, tanaman kacang hijau juga dapat dijadikan penutup tanah karena pertumbuhannya relatif cepat. Kecepatan pertumbuhannya dapat menghalangi tumbuhnya rumput. Sayangnya, pengetahuan tentang penggunaan kacang hijau masih sangat kurang sehingga perhatian umum terhadapnya masih sedikit.


Penggunaan kacang hijau oleh petani produsen belum banyak diteliti secara formal. Namun diperkirakan lebih dari 90 hasil yang diperoleh langsung dijual. Hingga saat ini belum ada studi yang mempelajari porsi penggunaan kacang hijau untuk bermacam-macam produk.


Akhirnya dapat disimpulkan bahwa pendayagunaan kacang hijau ini masih dapat dikembangkan di Indonesia. Pengembangannya dapat dilaksanakan dengan cara memperkenalkan dan membuat hidangan baru.

 

Sumber : Bertanam Kacang Hijau / Soeprapto H.S