RSS
Syndicate content

Panen dan Pasca Panen Semangka Non-Biji

Buah semangka yang nampak tidak bagus atau rusak akan menurunkan harga atau dapat tidak laku dijual sama sekali. Oleh karena itu, petani harus memperhatikan dan menerapkan cara panen buah semangka dengan baik. Panen buah semangka harus memperhatikan waktu dan cara pemetikan. Buah dipetik harus sudah waktunya panen, jangan terlalu muda dan jangan terlalu tua.
Panen
Panen buah semangka non-biji dapat dilakukan saat buah mempunyai kandungan gula maksimal. Hal ini dapat diketahui dengan memperhatikan umur tanaman dan varietasnya, yaitu pada umur antara 90 - 100 hari setelah tanam. Ciri-ciri buah semangka non-biji siap dipanen, antara lain: (1) Warna dan tekstur kulit buah terlihat bersih dan jelas, karena lapisan lilin telah hilang; (2) Warna ujung buah sudah coklat kekuningan atau tangkai buah tampak retak-retak; (3) Sulur kecil yang terletak di belakang tangkai buah telah berubah dari hijau menjadi coklat tua dan mongering; dan (4) Bila buah ditepuk terdengar suara berat. Adapun ciri buah semangka yang belum masak adalah bila buah diketuk terasa tegang, berirama atau nyaring. Sedangkan ciri buah semangka terlalu masak, antara lain: (1) Kulit buah berwarna seperti lumpur serta bergaris-garis seperti jaring; dan (2) Buah ditepuk terdengar suara berat dan bergetar.

Persiapan Panen
Bila akan panen buah semangka, penyemprotan pestisida harus dihentikan paling tidak 14 hari sebelum panen. Seminggu sebelum panen, tanaman yang akan dipanen ditandai dan diamati ada tidaknya serangan ulat. Karena ulat akan merusak kulit buah yang dapat menurunkan harga jual. Kemudian sehari sebelumnya perlu disiapkan keranjang untuk mengangkut hasil panen.

Saat Panen
Pemetikan buah semangka sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk memperoleh buah yang lebih manis karena proses penimbunan zat makanan (gula) terjadi pada malam hari dan tahan simpan. Setelah dipetik, buah semangka tidak boleh dibiarkan terlalu lama terjemur sinar matahari, karena akan menyebabkan layu dan terasa tidak segar lagi saat dikonsumsi/dimakan. Pemetikan juga boleh dilakukan pada sore hari, asal tidak hujan atau habis hujan.

Buah semangka dipetik bersama tangkainya dan harus dilakukan dengan hati-hati supaya buah tidak memar atau tergores atau rusak. Setelah dipetik, sebaiknya buah semangka tidak ditumpuk terlalu tinggi agar buah yang berada di bagian bawah tidak memar atau rusak. Buah semangka yang telah dipetik, lalu diangkut dan ditaruh di tempat teduh yang telah diberi alas dan ditutup dengan jerami.

Pasca Panen
Pasca panen semangka terdiri dari sortasi, grading, dan penyimpanan. Sortasi maksudnya memisahkan buah semangka yang cacat atau rusak, belum matang atau terlalu matang, dan bentuk tidak sempurna. Sedangkan garding adalah mengelompokkan buah semangka menurut kualitasnya berdasarkan berat buah, kondisi fisik/penampakan, dan tingkat kemasakan buah.

Buah semangka dapat dikelompokan menjadi 3 (tiga) kelas, yaitu A, B, dan C. Buah semangka dikelompok kelas A apabila mempunyai ciri-ciri: berat buah lebih dari 4 kg, kondisi fisik buah tidak cacat (sempurna), dan tingkat kemasakan bagus (tidak terlalu masak dan tidak terlalu muda). Sedangkan buah semangka dikelompok kelas B apabila mempunyai ciri-ciri: berat buah antara 2 - 4 kg, kondisi fisik buah tidak cacat (sempurna), dan tingkat kemasakan bagus (tidak terlalu masak dan tidak terlalu muda). Adapun buah semangka dikelompok kelas C apabila mempunyai ciri-ciri: berat buah kurang dari 2 kg, kondisi fisik buah tidak cacat (sempurna), dan tingkat kemasakan bagus (tidak terlalu masak dan tidak terlalu muda).

Kemudian penyimpanan bertujuan untuk menjaga kualitas buah, kontinuitas (kesinambungan ketersediaan) produk, dan mengatur strategi/siasat permintaan pasar sehingga harga dapat stabil (tetap, tidak naik-turun). Penyimpanan buah semangka dilakukan di gudang atau tempat penyimpanan yang mempunyai sirkulasi (pertukaran) udara yang lancar atau ventilasi yang cukup. Tempat penyimpanan harus bebas dari tikus dan kecoak. Tempat penyimpanan diberi alas jerami kering setebal 10-15 cm. Lalu buah semangka disusun sebanyak 4-5 lapis dan setiap lapis diberi jerami kering. Selanjutnya buah semangka dikeluarkan dari gudang apabila akan dijual. Selamat mencoba !


Penulis : SUSILO ASTUTI H.
(Penyuluh Pertanian, Pusluhtan)

Sumber informasi:
1. Budidaya Semangka Non Biji. Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura. 2007.
2. H. Hendro Sunarjono. Membuat Buah Tanpa Biji. Jakarta: Penebar Swadaya, Edisi Revisi. 2002.
3. Final Prajnanta. Agribisnis Semangka Non-Biji. Bogor, PT. Penebar Swadaya, Cetakan III. 1999.
4. Rahmat Rukmana. Budidaya Semangka Hibrida. Yogyakarta, Kanisius. 1994.