RSS
Syndicate content

Panen dan Pasca Panen Padi Varietas IR-66

Pada umumnya padi varietas IR-66 setelah berumur 110 hari - 120 hari telah menguning butir-butir sehingga telah dapat dilakukan pemanenan, jika pada masa memasuki fase pengeringan batir padi hujan tidak turun maka waktu panennya lebih awal yaitu lebih kurang 110 hari, tetapi jika pada masa pengeringan batir padi terjadi hujan maka waktu panen menjadi agak panjang yaitu lebih kurang umur 120 hari. Ketepatan waktu panen sangat menentukan kualitas dan kuantitas butir padi. Kualitas beras akan baik jika waktu panen tepat karena kadar airnya pas sehingga butir padi tidak akan banyak yang percah, begitu juga jumlah padi yang terkumpul akan lebih banyak karena butir-butir padi waktu panen tidak banyak yang terbuang karena kadar rontoknya terjamin.

 


Bila pelaksanaan panen terlambat hal ini dapat menyebabkan hasilnya berkurang karena butir-butir padi mudah lepas dari malai dan tercecer sewaktu melakukan penyabitan atau mengangkut batang padi ketempat pelaksanaan perontokan di sawah atau beras menjadi mudah pecah saat digiling. Di bawah ini akan diuraikan hal-hal yang perlu dilakukan dalam proses panen dan pasca panen;

Lakukanlah pemotongan batang padi dengan sabit bergerigi yang tajam dari dasar permukaan setinggi 30-40 cm. Sampai saat ini sabit bergerigi masih yang paling banyak digunakan petani di lapangan sebagai alat untuk pemanen padi, sedangkan panen menggunakan ani-ani sudah hampir tidak ada, untuk panen menggunakan mesin pemanen/mobil pemanen baru terbatas digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang mengelola tanaman padi secara besar-besaran seperti perum Sang Hyang Sri. Bila pelaksanaan pemotongan batang padi terlalu atas dekat malai sedikit mengurangi kehilangan hasil, karena goyangnya butir padi tidak telallu hanya saja pada waktu pemisahan butir padi dengan malai dilakukan agak sulit dalam perontokannya karena batang padi buat pegangan terbatas/telalu pendek. Begitu juga bila dilakukan pemotongan batang tanaman padi terlalu rendah saat panen dapat menyebabkan kerontokan gabah yang tinggi sehingga produksi menjadi turun.

 


b. Pada waktu pelaksanaan panen padi dilakukan sebaiknya yang melakukan pemanenan adalah berkelompok yang dilakukan oleh yang biasa memanen/orang yang profesional. Hanya saja pada waktu pelaksanaan pemanenan dan perontokan sebaiknya diawasi setiap saat, karena berdasarkan kenyataan di lapangan bila pelaksanaan pemanenan sampai perontokan tidak diawasi dikhawatirkan terjadi perontokan yang kurang efesien dan efektif. Bahkan pada daerah tertentu yang melakukan pemanenan dan perontokan sengaja meninggalkan sisa-sisa butir padi yang masih bersatu dengan malai yang nantinya akan mereka pungut kembali sebagai tambahan hasil mereka, hal ini menjadikan losis/hasil yang terbuang waktu panen tinggi. Jika pelaksanaan pemanenan oleh perorangan menggunakan alat perontok tradisional maka bisa mengakibatkan kehilangan hasil tinggi mencapai lebih kurang 18%. Disarankan pelaksanaan panen sebaiknya oleh kelompok orang pemanen yang profesional menggunakan sabit bergerigi dan perontokannya menggunakan pedal theresher.

 


c. Setelah batang padi disabit sebaiknya segera pada hari itu juga dilakukan perontokan dengan pedal theresher tujuannya untuk mendapatkan kualitas beras yang bagus. Bila perontokan dilakukan lebih dari 2 hari setelah pemotongan batang padi maka pada waktu penggilingan kualitas beras akan jelek (butir banyak yang pecah dan warna beras kekuning-kuningan. Selanjutnya disarankan padi yang telah dirontok segera dibawa ketempat pengeringan untuk menurunkan kadar airnya, jika padi yang telah dirontok terlalu lama dibiarkan dipersawahan maka dapat menurunkan kualitas berasnya (butir banyak yang pecah dan warna beras kekuning-kuningan).

salah satu upaya untuk mengurangi hilangnya butir padi yang baru dipanen lakukanlah pemasangan plastik sebagai alas tempat batang padi dan butir padi yang baru disabit dan rada tempat perontokan buat pembatas dari plastik atau benda lain yang dapat jatuhnya butir padi ke tempat yang lebih jauh, dengan demikian kehilangan hasil panen dapat ditekan serendah mungkin. Bila terjadi waktu panen hujan maka sebaiknya pelaksanaan panen ditunda dahulu sampai hujan selesai, karena apabila dipaksakan panen pada musim hujan mengakibatkan kualitas dan kuantitas hasil panen menurun.

 


Pelaksanaan pengeringan gabah lakukan secepat mungkin setelah dilakukan perontokan, upayakan pengeringan menggunakan lantai jemur yang memang telah diperuntukkan untuk mengeringkan padi. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan tempat dan pelaksanaan penjemuran padi adalah sebagai berikut;

- Lakukanlah penjemuran gabah di atas lantai jemur (lantai bisa berupa semen atau tikar yang terbuat dari pandan atau bambu)

- Upayakan ketebalan gabah yang dijemur berkisar 5-7 cm

- Selanjutnya lakukan pembalikan setiap 2 jam sekali tujuannya supaya panas merata

- Bila terjadi hujan segera kumpulkan gabah ke tempat yang terhindar dari air hujan, selanjutnya bila besok telah panas lakukan penjemuran kembali.

- Bila pada musim panen terjadi musim hujan upayakan pengeringan dengan panas buatan misalnya melalui penguapan/pemanasan buatan.

- Yang perlu diperhatikan adalah upayakan dipertahankan suhu pengering 500C untuk gabah konsumsi dan 420C untuk pengeringan buat benih

Untuk mendapatkan beras dan kualitas gabah kering serta penyimpanan yang baik perlu dilakukan hal-hal sebagai beriku;

- Untuk mendapatkan beras yang berkualitas tinggi yang perlu diperhatikan dan dipertahankan adalah waktu panen, sanitasi (kebersihan), dan kadar air gabah (12-14%)

- Lakukan penyimpanan gabah atau beras dalam wadah yang tersedia misalnya karung atau goni yang bersih di dalam gudang atau lumbung yang bebas hama penyakit dan sirkulasi udara berjalan dengan baik.

- Lakukan penyimpanan gabah dengan keadaan kadar air kurang dari 14% untuk dikonsumsi dan gabah kadar airnya kurang dari 13% untuk dipergunakan sebagai benih

- Apabila gabah konsumsi akan digiling maka terlebih dahulu dilakukan penjemuran sehingga kadar airnya mencapai 12-14%, hal ini dimasudkan untuk mendapatkan butir beras yang baik dan warnanya jernih

- Sebelum dilaksanakan penggilingan maka terlebih dahulu gabah yagn baru dijemur didinginkan dengan jalan dianginkan untuk menghindari terjadinya pecahnya butir-butir beras.

 


Penulis : Ibrahim Saragih


Sumber: Badan Litbang Deptan, 2007, Padi Sawah Irigasi, Jakarta

SujitnoTarkim, 2004, Varietas Unggul, PT. Duta Karya Swasta, Jakarta