RSS
Syndicate content

Pakan Ternak Babi

Pakan atau Ransum adalah makanan yang diberikan pada ternak selama 24 jam yang terdiri dari dua atau lebih bahan makanan. Tujuan pemberian ransum adalah menjamin pertambahan bobot badan yang ekonomis selama pertumbuhan dan penggemukan berlangsung. Ransum yang sempurna akan memberi jaminan terhadap pertumbuhan yang baik, yaitu kombinasi beberapa bahan makanan yang bila dikonsumsi secara normal dapat memenuhi kebutuhan zat makanan kepada ternak sehingga fungsi biologis dalam tubuh berjalan secara normal. Babi akan dapat mencapai tingkat penampilan produksi tertinggi sesuai dengan potensi genetiknya bila memperoleh zat- zat makanan yang dibutuhkan.
 
Faktor yang mempengaruhi konsumsi ransum terbagi dua yaitu yang secara langsung berpengaruh pada besar dan berat badan, umur, kondisi ternak serta cekaman yang diakibatkan oleh lingkungan seperti temperatur, kelembaban udara dan sinar matahari, semakin tinggi temperatur maka konsumsi ransum akan semakin rendah dan meningkatnya temperatur lingkungan akan menurunkan konsumsi ransum yang diikuti dengan meningkatnya respirasi. Temperatur lingkungan yang optimal untuk ternak babi dengan bobot badan 20 - 50 kg adalah 18 - 22 ° C.
 
Palatabilitas merupakan faktor penting yang menentukan tingkat konsumsi ransum dan tergantung pada bau, rasa, tekstur dan suhu, faktor umum yang mempengaruhi konsumsi adalah palatabilitas ternak terhadap ransum yang diberikan, namun semuanya itu tergantung daripada kandungan zat bahan makanan yang terkandung dalam ransum, salah satunya dengan penambahan zat aditif yang diharapkan ternak mencapai produktivitas yang tinggi. Feed Additive dapat digunakan untuk memperbaiki aroma ransum dan meningkatkan konsumsi ransum, selain itu mampu mengoptimalkan daya serap makanan oleh usus halus akibat rangsangan feed additive terhadap organ pencernaan tertentu pada ternak. Bentuk feed additive yang dipergunakan dapat berasal dari bahan kimia sintetis ataupun ekstraksi tanaman seperti curcuminoid dimana tujuannya adalah untuk memperoleh konsumsi ransum yang optimal.
 
Pertumbuhan dan kecepatan pertumbuhan dipengaruhi oleh banyak faktor. faktor makanan yang mempengaruhi pertumbuhan adalah kandungan zat makanan serta daya cerna bahan makanan tersebut. faktor genetik, hormon dan kastrasi. Pada babi, kastrasi merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mempercepat laju pertumbuhan, selain kandungan zat makanan seperti protein yang menempati urutan paling penting diantara zat - zat makanan yang dibutuhkan lainnya untuk hidup pokok dan produksi. Kecepatan pertumbuhan suatu tenak dipengaruhi oleh bebeapa faktor yaitu bangsa, jenis kelamin, umur, makanan serta kondisi lingkungannya.
 
Dari ketiga fase pertumbuhan yaitu starter, grower dan finisher, fase grower adalah saat - saat pertumbuhan babi yang paling cepat dan merupakan fase yang paling efisien dalam mengkonversikan makanan untuk mencapai berat hidup. Jadi babi yang mendekati kedewasaannya, maka perbandingan konversi makanan akan menjadi lebih luas. Hal ini berarti keperluan makanan yang dipergunakan untuk meningkatkan berat badan akan lebih banyak pula. Babi periode grower yaitu babi yang memiliki bobot rata - rata 35 kg hingga mencapai bobot badan 60 kg atau dri umur 16 minggu sampai mencapai umur 24 minggu. Periode grower merupakan periode yang harus diperhatikan akan kebutuhan zat makanannya, dan ransum yang bermutu tinggi adalah salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi performans babi grower. Ransum yang terdiri dari pakan yang bermutu tinggi dan disusun memenuhi kebutuhan zat- zat makanan babi dan dicampur baik adalah syarat untuk memperoleh performans yang optimal.
Menurut NRC (1998) kebutuhan zat makanan ransum babi periode grower yaitu energi metabolisme sebanyak 3265 kkal, protein kasar sebanyak 15% dan kandungan serat kasar ransum sebesar 5%. Pertambahan bobot badan yang diharapkan 0,497 - 0,606 kg/hari dan konsumsi ransum sebanyak 1,90 - 2,53 kg/hari. Konsumsi harian babi periode grower dengan bobot badan 30 - 70 kg sebesar 2160 gr/hari. Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai kebutuhan zat makanan babi periode grower dapat dilihat pada tabel berikut :
 
Efisiensi Pakan; Efisiensi pakan adalah kemampuan ternak mengubah ransum ke dalam bentuk tambahan bobot badan. efisiensi ransum tergantung kepada aktivitas fisiologi ternak, efisiensi penggunaan ransum akan menurun apabila suhu meningkat di atas suhu kritis. Efisiensi pakan adalah jumlah produksi satuan makanan yang dikonsumsi, hal ini menunjukkan bahwa efisiensi pakan dapat dijadikan kriteria untuk menunjukkan kualitas ransum. Efisiensi pakan berkaitan erat dengan rataan pertambahan bobot badan harian dan konsumsi. Efisiensi penggunaan ransum merupakan perbandingan dari rataan pertambahan bobot badan dengan konsumsi bahan kering harian, efisiensi penggunaan pakan pada ransum yang mengandung protein tinggi, nyata lebih tinggi dibandingkan dengan yang mengandung protein rendah. Hal ini sangat mendukung terhadap pertumbuhan yang mengutamakan protein sebagai kandungan bahan pakan dimana pada akhirnya memberikan dampak yang lebih baik pada ternak untuk meningkatkan pertambahan bobot badan yang diharapkan. Kandungan zat makanan yang buruk akan menyebabkan efisiensi pakan yang buruk. (Penyusun : Sad Hutomo)
http://gemaniasbarat.wordpress.com/2009/01/11/beternak-babi-dengan-makan...