RSS
Syndicate content

Morfologi dan Anatomi Tanaman Kenaf

Sumber Gambar: www.google.com
Habitat tanaman: Kenaf merupakan tanaman semusim berbentuk semak. Umur tanaman berkisar 60-90 hari, dengan ketinggian dapat mencapai 4 m pada tanah yang subur dan dibudidayakan dengan baik. Tanaman kenaf ada yang bercabang dan ada yang tidak bercabang.
Pertanaman kenaf komersial selalu dibedakan antara untuk produksi benih dan untuk produksi serat atau batang kering. Untuk produksi serat atau batang kering, panen tidak menunggu sampai tanaman berbuah. Panen dilakukan pada saat 50% dari seluruh tanaman sudah mulai berbunga. Sedangkan untuk benih, panen dilakukan pada saat sebagian buah telah masak agar menghasilkan benih bermutu.
Perakaran: Kenaf berakar tunggang, panjangnya mencapai 25-75 cm. Akar lateral tegak lurus pada akar tunggang, panjangnya 25-30 . Dalam keadaan tergenang air pada batang tertentu, akar kenaf masih dapat bertahan. Perakaran kenaf akan toleran setelah berumur 1,5-2 bulan. Kenaf tahan terhadap genangan air karena pada batang yang terendam air akan tumbuh akar adventif terutama dekat dengan permukaan air, yang berfungsi mengambil udara dari atmosfer untuk disalurkan ke rizosfer agar metabolisme akar berlangsung secara aerobic sehingga serapan hara tidak terganggu.
Batang: Batang kenaf terdiri dari bagian kulit yang mengandung serat dan bagian kayu. Untuk tujuan penghasil serat, maka diperlukan tanaman serat yang tanpa cabang. Cabang pada batang kenaf tidak dibutuhkan karena menurunkan produksi serat, sedangkan wiwilan adalah tunas kecil tidak menurunkan produksi serat bahkan membantu mempertinggi fotosintesis. Batang berwarna hijau, merah, atau campuran merah dan hijau tidak teratur. Diameter batang kenaf dapat mencapai 25 mm tergantung varietas dan lingkungan tumbuhnya. Permukaan batang kenaf ada yang licin, berbulu halus, berbulu kasar dan ada juga yang berduri.
Kandungan serat terbanyak berada pada batang bawah setinggi 1-1,25 m. Serat kenaf mengandung 44-62 % α-selulosa, 14-20 % hemiselulosa, 4-5 % pectin, 6-19 % lignin, dan 0-3% abu. Sedang batang utuh mengandung 77-79 % holoselulosa, 37-50% α-selulosa, 16-20 % lignin, dan 2-4% abu.
Daun: Daun letaknya berselang-seling dan terletak pada cabang utama. Daun kenaf terdiri atas tiga bentuk, yaitu tidak bertoreh, semi menjari, dan menjari penuh. Daun yang menjari ada yang berjari lima dan tujuh. Selain itu ada juga yang merupakan campuran daun tidak bertoreh dan menjari. Daun tidak bertoreh biasanya terletak pada bagian bawah, sedangkan yang menjari terletak pada bagian tengah dan atas. Selain itu bagian pinggir daun ada yang bergerigi dan tidak bergerigi.
Permukaan daun ada yang berduri, berbulu, berduri dan berbulu maupun tidak berduri dan tidak berbulu. Pada daun akan kelihatan perbedaan warna, terutama pada urat daun dan tepi daun. Panjang tangkai daun 3-18 cm dan tidak beruas. . Warna tangkai daun umumnya berbeda saat tanaman muda dan saat menjelang panen. Letak tangkai daun pada cabang berbeda pada setiap spesies antara lain intermediate, horizontal, dan terkulai. Pada ketiak daun terdapat tipula. Tepi daun kenaf umumnya bergerigi.
Bunga: Tanaman kenaf termasuk tanaman yang menyerbuk sendiri, tetapi sekitar 4% terjadi penyerbukan silang. Tanaman kenaf bersifat otosensitif, yaitu pembungaannya dipengaruhi oleh panjang hari, yaitu akan berbunga awal jika mendapat penyinaran yang lebih pendek dari fotoperiode kritiknya.
Kenaf mulai berbunga pada minggu ke 12 setelah tanam. Bunga biasanya berdiri sendiri, terdapat pada ketiak daun bagian atas. Bunga kenaf terdiri dari: 1) kelopak tambahan 7-10 helai, berdaging tipis, hampir lepas, berbentuk garis; 2) kelopak yang berwarna hijau terbagi lima, tidak lebih panjang dari kelopak tambahan; 3) tajuk atau mahkota berjumlah lima kelopak berbentuk bulat telur terbalik, panjang sampai 6 cm, berwarna kuning atau putih dengan noda merah tua pada pangkalnya; 4) benang sari seluruhnya tertutup dengan kepalasari, dan 5) putik berwarna merah ada yang menonjol dan ada yang pendek tangkai putiknya. Periode pembungaan kenaf tidak serempak. Mekarnya sangat singkat, biasanya terjadi sebelum matakari terbit dan akan menutup kembali pada siang hari atau sore hari. Waktu reseptif berlangsung pada pukul 07.00-09.00 dan pada saat tersebut terjadi penyerbukan.
Buah: Buah kenaf (kapsul) berbentuk bulat meruncing seperti kerucut dengan panjang 2-2-5 cm dan diameter 1-1,5 cm. Permukaan buah terdapat bulu pendek, halus dan banyak, ada juga yang berduri. Buah muda berwarna hijau sedangkan buah tua berwarna hijau tua dan buah kering berwarna cokelat.
Buah di bagian bawah lebih dahulu masak dibandingkan di atas atau pucuk. Panen buah untuk benih dilakukan dengan memetik buah satu persatu atau serempak setelah 75% dari seluruh buah sudah masak. Tiap tanaman dapat menghasilkan 105-100 kapsul tergantung varietas, kondisi iklim, tanah, dan cara bercocok tanamnya. Tiap kapsul berisi 15-25 biji
Tanaman kenaf sering berbunga hingga 2-3 tahap dalam satu ruasnya, dimulai dari ruas bawah kemudian secara bergilir ke ruas atasnya. Munculnya bunga kedua atau ketiga umumnya setelah bunga pertama menjadi buah yang menginjak dewasa sementara pada bagian pucuk masih terus aktif tumbuh dan berbunga. Pada keadaan berbuah banyak dalam satu ruasnya, buah tersebut sering tidak matang atau tua bersamaan sehingga apabila untuk tujuan memperoleh benih pada keadaan masak fisiologis untuk buah pertama, maka banyak buah kenaf yang masih belum cukup tua. Oleh karena itu panen benih yang baik dan efisien adalah apabila sekitar 75% dari populasi tanaman kenaf buahnya sudah kering.
Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan.
Sumber: Monograf Balittas KENAF (Hibiscus cannabinus L.). Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Badan Litbang Pertanian. Departemen Pertanian. 2009.