RSS
Syndicate content

Menyusun RUB dan RUA

Rencana Usaha bagi kelompok tani ada dua macam yaitu Rencana Usaha Bersama (RUB) dan Recana Usaha Anggota (RUA). RUB merupakan rencana usaha Kelompok Petani Nelayan mengenai kegiatan bersama antar anggota yasng disusun secara sitematis dan tertulis. RUB ini harus berdasarkan kesepakatan seluruh anggota kelompok, sehingga dapat dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan secara bersama, sedang RUA merupakan rencana usaha petani anggota kelompok yang disusun secara sistematis dan tertulis.

Kegunaan RUB/RUA
a. Sebagai pedoman dalam melaksanakan, mengendalikan dan mengawasi kegiatan usaha yang dilaksanakan
b. Untuk menjamin tumbuhnya rasa memiliki dan tanggung jawab diantara sesama anggota keluarga/kelompok tani dalam melaksanakan rencana usaha tersebut
c. Sabagai alat/jaminan untuk mendapat tambahan modal usaha dari sumber modal

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun RUB

a. Jenis usaha bersama dan alasan pemilihannya
Jenis usaha anggota ialah jenis kegiatan ekonomi di bidang produksi, perdagangan dan jasa di sektor pertanian dan non pertanian. judul jenis usaha hendaknya ditulis dengan jelas dan spesifik
Alasan pemilihan jenis usaha bersama hendaknya diuraikan secara jelas. Aspek yang penting dalam pemilihan jenis usaha bersama, yaitu ketersediaan bahan baku, keterampilan teknis, kondisi pasar dan pemasaran, potensi daerah/ sumber daya alam, risiko usaha, kondisi sosial, lingkungan dan kebijakan pemerintah.
b. Pengolahan Usaha Bersama
Pengolahan Usaha Bersama adalah peraturan yang dibuat dan disepakati oleh kelompok dalam mengelola usaha anggota
Dalam pengelolaan usaha bersama ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu : pembagian kerja dalam pengelolaan usaha; pengadaan bahan baku dan peralatan; kapasitas/volume produksi atau jasa per daur usaha; besar modal yang diperlukan dan sumber modal; serta pemasaran hasil
c. Perhitungan modal yang diperlukan
Modal yang diperlukan untuk usaha bersama terdiri dari :
Modal tetap yaitu semua biaya yang bersifat tidak habis oakai dalam satu daur usaha/proses produksi, contoh : kandang, kompor, ember, sewa tanah
Modal tidak tetap yaitu biaya yang diperlukan untuk bahan-bahan habis pakai dalam satu daur usaha/proses produksi, contoh : biaya transport, upah tenaga kerja, pembelian bahan baku.
d. Sumber modal
Modal untuk usaha bersama antara lain dapat berasal dari swadaya kelompok, pinjaman kredit dari lembaga-lembaga perekreditan yang sah baik bank maupun nonbank, serta bantuan dari lembaga/instansi pemerintah dan non pemerintah maupun perorangan.
e. Perkiraan Penerimaan Hasil
Perkiraan penerimaan hasil adalh perkiraan nilai seluruh hasil yang diperoleh sebelum dikurangi dengan biaya pengeluaran. penerimaan hasil ini dihitung dengan cara mengalikan volume penjualan dengan harga jual perdaur usaha atau perjangka waktu pinjaman
f. Penggunaan penerimaan bersih/laba
Penggunaan penerimaan bersih merupakan rencana kelompok dalam penggunaan uang yang berasal dari keuntungan bersama usaha untuk:
- pengembalian angsuran pinjaman
- tabungan kelompok di bank
- dibagikan kepada anggota kelompok tani
- penambahan modal usaha bersama kelompok
g. Perkiraan kelayakan usaha bersama
- Modal tetap yang diperkirakan senilai dengan nilai peralatan usaha dikurangi dengan nilai penyusutan
- Modal tidak tetap atau modal kerja yang digunakan untuk usaha saat itu.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun RUA
a. Jenis usaha
Jenis usaha anggota adalh jenis kegiatan ekonomi di bidang produksi, perdagangan dan jasa di sektor pertanian maupun non pertanian.
b. Modal usaha
Modal tetap dan modal tidak tetap. sumbermodal usaha biasanya berasal dari keluarga sendiri, pinjaman kredit ataupun bantuan dari pihak lain.
c. Perkiraan penerimaan hasil
Terdiri dari penerimaan hasil kotor dan hasil bersih. Penerimaan hasil bersih adalah penerimaan hasil koror dikurangi biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan usaha dalam satu proses produksi
d. Penggunaan laba
Digunakan untuk mencicil pinjaman, memenuhi kebutuhan keluarga, ditabung dan sebagainya.

(Ir. Amirudin Aidin Beng, MM, Penyuluh Pertanian Madya. Sumber : Pengembangan Usaha Kelompok, Departemen Pertanian, Badan Pengembangan SDM Pertanian 2006)