RSS
Syndicate content

Menyiapkan Lahan untuk Penanaman Kentang

Sumber Gambar: wonosobokita.com
Siapa pun orangnya, apalagi petani yang akan menanam kentang tentu sudah menyadari bahwa untuk penanaman tanaman yang nama latinnya Solanum tuberosum tersebut harus disiapkan lahannya. Mungkin yang yang menjadi masalah bagaimana cara menyiapkan lahan yang yang sesuai untuk tumbuhnya komoditas hortikultura tersebut.

Lahan yang sudah dipilih dan cocok untuk tumbuhnya kentang harus dipersiapkan dengan baik agar pertumbuhan tanaman sayuran penghasil umbi tersebut dapat optimal sehingga hasil panen umbi yang ditunggu-tunggu akan diperoleh seperti yang diharapkan, yaitu umbinya banyak dan mutunya baik. Dalam menyiapkan lahan untuk penanaman kentang, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah ::

1. Pembersihan Lahan
Pembersihan lahan adalah segala sesuatu yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dibuang sehingga lahan selalu dalam keadaan bersih dari batu-batuan, gulma mau pun semak yang mengganggu pertumbuhan kentang sehingga lahan siap diolah. Sisa-sisa tanaman dibenamkan dan bebatuan dikumpulkan dan dibuang pada tempat yang aman di luar areal tanam.

Tujan dari pembersihan lahan adalah untuk memperoleh lahan yang siap ditanami dan terbebas dari gangguan fisik (batu-batuan, sampah dan lain-lain) maupun gangguan biologis (gulma atau sisa-sisa tanaman). Ada pun cara memberihkannya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Bersihkan lahan dari batu-batuan, gulma, semak belukar yang dapat menghalangi pertumbuhan tanaman muda dengan parang, arit atau golok.
b. Bersihkan tanah dari rumput dan sisa-sisa semak belukar atau tanaman yang tertinggal dan mengolah tanah dengan cangkul atau kored.
c. Buang kotoran dan sisa-sisa batuan pada tempat tertentu yang aman dengan keranjang atau pikulan untuk mengangkut hasil pembersihan lahan tersebut.
d. Bongkar tanaman atau bagian tanaman yang dapat menjadi sumber hama dan penyakit.
e. Kubur atau benamkan sisa-sisa gulma dan semak belukar.
f. Jika gulmanya cukup banyak dan pembersihan secara konvensional sulit dilakukan bisa menggunakan herbisida.

2. Pengolahan Tanah, Pembuatan Parit dan Garitan
Kegiatan ini adalah membuat lahan pertanaman menjadi siap tanam dengan cara mengolah tanah sampai gembur dan rata, membuat parit dan garitan dengan bentuk membujur atau disesuaikan dengan denah atau letak lahan dan dengan arah datangnya sinar matahari. Tujuannya adalah untuk memperoleh media tanam yang optimal bagi pertumbuhan tanaman.

Pengolahan tanah dilakukan dengan cara mencangkul atau membajak tanah sedalam ± 30 cm sampai gembur, kemudian dibiarkan selama 15 hari Tujuannya untuk memperbaiki keadaan tata udara dan aerasi tanah (peredaran udara dalam tanah) serta menghilangkan gas-gas beracun dan panas hasil dekomposisi sisa-sisa tanaman. Setelah itu, tanah dicangkul kembali sampai benar-benar gembur, kemudian diratakan.

Sesudah tanahnya rata, dibuat garitan dengan kedalaman 7 - 10 cm dengan jarak antar garitan 70-80 cm. Pada areal lahan yang miring dibuat garitan melintang dengan arah kemiringan lahan. Bila lahannya berupa lahan lereng/trap, harus ada perlakuan lain, misalnya menanam pohon penguat pematang untuk mencegah longsornya tanah.

Selain itu, buat parit untuk pembuangan air dengan cara membuat guludan dan atau bedengan sehingga aerasi tanah dalam keadaan baik. Pada penanaman musim hujan, pembuatan parit atau saluran pembuangan air dibuat lebih dalam dengan cara guludan tanah dibuat lebih tinggi.
Pembuatan/Penetapan Jarak Tanam.
Penetapan jarak tanam adalah membuat tanda jarak tanam yang memungkinkan untuk pertumbuhan perakaran dan umbi kentang agar berkembang secara normal dan optimal. Tujuannya adalah untuk memperoleh tempat benih kentang dan pupuk dengan jarak yang sama opada seluruh garitan.

Jarak tanam yang ditetapkan harus sesuai dengan ukuran benih, tipe tanah, kemiringan lahan, kemampuan tanah menyimpan air dan arah penahnyakan waktu 32 bulan.

Karena begitu lamanya untuk memperoleh benih kentang generasi keempat tersebut, wajarlah kalau diperlukan perencanaan yang matang untuk memeproleh benih kentang secara tepat varietas, tepat jumlah, tepat waktu, tepat mutu dan harga yang terjangkau oleh petani. Selain itu dengan perencanaan yang matang, penangkar mapun pengusaha perbenihan kentang akan memperoleh keuntungan yang memadai.

Perencanaan yang matang ini terutama dilakukan bagi mereka yang bekerja sebagai penangkar benih, pengusaha benih maupun petugas Bali Benih Kentang. Dalam perencanaan benih kentang pada dasarnya meliputi 4 kegiatan, yaitu :

1. Pererncanaan Varietas Kentang
Varietas kentang yang diminati petani memang bervariasi. Artinya, petani memilih varietas kentang tersebut tergantung dari permintaan pasar dan keseuaian kondisi agroklimat di daerah di mana kentang itu akan ditanam. Namun dewasa ini, varietas kentang yang banyak diminati oleh para petani antara lain Granola dan Atlantik.
Biasanya bagi penangkar benih kentang berlabel di daerah sentra produksi kentang,a cuan utama untuk merencanakan varietas yang akan ditangkarkan adalah varietas yang paling banyak ditanam oleh petani setempat. Bisa juga memperhatikan usulan dari petani yang akan menanam kentang pada musim berikutnya dan atau rencana teknis intensifikasi tanaman kentang pada tahun berikutnya.

2. Perencanaan Kuantitas Benih Kentang
Kuantitas atau jumlah benih kentang yang diperlukan untuk intensifikasi berbeda-beda dis etiap daerah. Secara teoritis, ekbutuhan benih kentang berlabel biru setiap tahun dapat diketahui dari perencanaan di Dinas Pertanian setempat.

Secara kasar, jumlah ekbutuhan benih adxalah kelipatan 1,5 (ton benih) terhadxap luas lahan (ha) pertanaman konsumsi. Kebutuhan benih dalam penangkaran benih berlabel ungud an berlabel putih didasarkan kelipatannya, masing-masing sekitar 1/6 dan 1/8 dari kelas benih setingakt di bawahnya.

Kebutuhan knol benih kentang per hektar diperhitungkan dengan rumus luasan 10.000 m 2 dibagi laus jarak tanam dan hasilnya dikurangi 10 %. Apabila jarak tanam yang digunakan adalah 80 cm X 25 cm, maka kebutuhan beninya sebanyak 45.000 knol.

Jumlah benih yang dieprlukan untuk setiap garitan dengan jarak tanam dalam garitan dikurangi dengan satu knol. Apabila panjang garitan dan ajrak tanam masing-masing adalah 600 cm dan 25 cm, maka kebutuhan benih adalah 23 knol.

3. Perencanaan Lokasi Tanam
Lokasi penangkaran kentang memerlukan persyaratan khusus, yaitu tanah dan iklim tertentu. Dalam hal tanah ini ayng harus diperhatikana dxalah ketinggian tempat, topografi, dan sifat tanah. Sedang yang berkaitand engan iklim yang ahrus diperhatikana dalah suhu udara, kelembaban udara, cahaya matahari dan curah hujan. Oleh akrena itu, terutama bagi para penangkar benih, perenc anaan lokasi tanam untuk benih ahrus benar-benar diperhatikan agar benih kentang yang dihasilkan nantinya tidak mengecewakan.

Faktor lain yang harus dieprhatikan adalah sejarah lokasi penangkar benih kentang. Lokasi tersebut bukan bekas penananam dana tau terisolir dari famili solanaceae, telah mengalami masa bero (tidak ditanami) selama 3 musim dan belum pernah ditanami kentang. Lokasi yagn ideal untuk penangkaran benih adalah daerah bukaan baru. Selain itu, harus diperhatikan pula kemudahan mendapatkan air, transportasi dan sarana produksi untuk memperlancar pelaksanaan pembenihan kentang.

4. Perencanaan Waktu tanam
Waktu tanam dan lama pertumbuhan tanaman menentukan saat panen serta kesiapan produksi benih kentang yang dihasilkan. Oleh akrena itu, harus direncanakan waktu tanam benih kentang sejak benih inti (Breeder Seed/BS), Benih Dasar (Fondation Seed/FS), Benih Pokok (Stock Seed/SS) dan Benih Sebar (Extension Seed/ES). Ketersediaanb enih pokok ini sangat dieprlukan oleh penangkar yang akan menghasilkan benih kentang berlabel biru (Muchdat Widodo).

Sumber :
1. Dr.Ir.Muchjidin Rachmat, MS. Standar Operasional Prosedur Budidaya Kentang Varietas Granola (Solanum tuberosum L). Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka. Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, 2010.
2. Setijo Pitojo. Benih Kentang. Penerbit Kanisius, jakarta, 2004.