RSS
Syndicate content

MENYIAPKAN BENIH KENTANG YANG AKAN DITANAM

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Dalam penananam kentang (Solanum tuberosum) tentunya harus disiapkan benihnya terlebih dahulu. Tidak mungkin kita akan memperoleh umbi kentang tanpa adanya benih kentang yang ditanam.

Sejak berkembangnya budidaya kentang di Indonesia, perbenihan kentang merupakan salah satu masalah sendiri yang perlu ditangani dengan seksama. Sebab, kebutuhan benih kentang bermutu dari varietas unggul tidak pernah tercukupi sehingga harus diimpor dari luar negeri. Hal ini berarti pengeluaran devisa yang tidak sedikit.

Untuk mengatasi masalah benih kentang tersebut, pemerintah telah berupaya mencari terobosan untuk memenuhi kebutuhan benih kentang tersebut. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan memacu pertumbuhan dan perkembangan kemampuan penangkar benih kentang, terutama di daerah-daerah sentra produksi kentang seperti di Jawa Barat maupun sentra kentang lain yang ada di tanah air.

Pengertian penyiapan benih disini adalah menyiapkan benih bermutu dari varietas unggul. Tujuannya adalah untuk menjamin benih yang ditanam jelas varietasnya, memiliki tingkat keseragaman yang tinggi, berproduksi tinggi dan sehat.

Benih yang digunakan untuk menyiapkan benih kentang yang akan ditanam nantinya berasal dari benih Sebar (G4), bersertifikat dan berlabel biru ukuran medium ( 30 - 45 gr) yang sudah tumbuh tunas 1 - 2 cm atau siap tanam dari penangkar yang diawasi dan dibina oleh Pemerintah sperti BPSBTPH.

Kentang yang ditanam di Indonesia adalah varietas lama introduksi dari Eropa. Beberapa varietas yang ditanam petani adalah Granola, Atlantik, Cipanas, Cosima, Agria dan Desiree. Sedang beberapa varietas kentang yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian tahun 2005 adalah Dawnor, Tenggo, Krespo, Erika, Balsa dan Fries.

Perencanaan
Untuk menyiapkan benih kentang yang akan ditanam nantinya tentunya harus direncanakan terlebih dahulu dengan matang agar diperoleh benih yang benar-benar berkualitas baik. Sebab, proses untuk mendapatkan benih kentang dalam jumlah banyak dan sehat tidak mudah. Hal ini karena alur benih inti yang dihasilkan oleh para pemulia tanaman hingga benih generasi ke empat (G4) yang diperlukan petani paling tidak membutuhkan waktu 32 bulan.

Karena begitu lamanya untuk memperoleh benih kentang generasi keempat tersebut, wajarlah kalau diperlukan perencanaan yang matang untuk memperoleh benih kentang secara tepat varietas, tepat jumlah, tepat waktu, tepat mutu dan harga yang terjangkau oleh petani. Selain itu dengan perencanaan yang matang, penangkar mapun pengusaha perbenihan kentang akan memperoleh keuntungan yang memadai.

Perencanaan yang matang ini terutama dilakukan bagi mereka yang bekerja sebagai penangkar benih, pengusaha benih maupun petugas Bali Benih Kentang. Dalam perencanaan benih kentang pada dasarnya meliputi 4 kegiatan, yaitu :

1. Pererncanaan Varietas Kentang
Varietas kentang yang diminati petani memang bervariasi. Artinya, petani memilih varietas kentang tersebut tergantung dari permintaan pasar dan keseuaian kondisi agroklimat di daerah di mana kentang itu akan ditanam. Namun dewasa ini, varietas kentang yang banyak diminati oleh para petani antara lain Granola dan Atlantik.
Biasanya bagi penangkar benih kentang berlabel di daerah sentra produksi kentang, acuan utama untuk merencanakan varietas yang akan ditangkarkan adalah varietas yang paling banyak ditanam oleh petani setempat. Bisa juga memperhatikan usulan dari petani yang akan menanam kentang pada musim berikutnya dan atau rencana teknis intensifikasi tanaman kentang pada tahun berikutnya.

2. Perencanaan Kuantitas Benih Kentang
Kuantitas atau jumlah benih kentang yang diperlukan untuk intensifikasi berbeda-beda dis etiap daerah. Secara teoritis, kebutuhan benih kentang berlabel biru setiap tahun dapat diketahui dari perencanaan di Dinas Pertanian setempat.

Secara kasar, jumlah kebutuhan benih adalah kelipatan 1,5 (ton benih) terhadap luas lahan (ha) pertanaman konsumsi. Kebutuhan benih dalam penangkaran benih berlabel ungu dan berlabel putih didasarkan kelipatannya, masing-masing sekitar 1/6 dan 1/8 dari kelas benih setingkat di bawahnya.

Kebutuhan knol benih kentang per hektar diperhitungkan dengan rumus luasan 10.000 m 2 dibagi luas jarak tanam dan hasilnya dikurangi 10 %. Apabila jarak tanam yang digunakan adalah 80 X 25 cm, maka kebutuhan benihnya sebanyak 45.000 knol.

Jumlah benih yang diperlukan untuk setiap garitan dengan jarak tanam dalam garitan dikurangi dengan satu knol. Apabila panjang garitan dan jarak tanam masing-masing adalah 600 cm dan 25 cm, maka kebutuhan benih adalah 23 knol.

3. Perencanaan Lokasi Tanam
Lokasi penangkaran kentang memerlukan persyaratan khusus, yaitu tanah dan iklim tertentu. Dalam hal tanah ini yang harus diperhatikan adalah ketinggian tempat, topografi, dan sifat tanah. Sedang yang berkaitan dengan iklim yang harus diperhatikan adalah suhu udara, kelembaban udara, cahaya matahari dan curah hujan. Oleh karena itu, terutama bagi para penangkar benih, perencanaan lokasi tanam untuk benih harus benar-benar diperhatikan agar benih kentang yang dihasilkan nantinya tidak mengecewakan.

Faktor lain yang harus diperhatikan adalah sejarah lokasi penangkar benih kentang. Lokasi tersebut bukan bekas penananam dan atau terisolir dari famili solanaceae, telah mengalami masa bero (tidak ditanami) selama 3 musim dan belum pernah ditanami kentang. Lokasi yang ideal untuk penangkaran benih adalah daerah bukaan baru. Selain itu, harus diperhatikan pula kemudahan mendapatkan air, transportasi dan sarana produksi untuk memperlancar pelaksanaan pembenihan kentang.

4. Perencanaan Waktu tanam
Waktu tanam dan lama pertumbuhan tanaman menentukan saat panen serta kesiapan produksi benih kentang yang dihasilkan. Oleh karena itu, harus direncanakan waktu tanam benih kentang sejak benih inti (Breeder Seed/BS), Benih Dasar (Fondation Seed/FS), Benih Pokok (Stock Seed/SS) dan Benih Sebar (Extension Seed/ES). Ketersediaan benih pokok ini sangat diperlukan oleh penangkar yang akan menghasilkan benih kentang berlabel biru.
===========================================================================
Penulis :Ir.Muchdat Widodo,MM
Penyuluh Pertanian Madya
Pusat Penyuluhan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian
Sumber :
1. Dr.Ir.Muchjidin Rachmat, MS. Standar Operasional Prosedur Budidaya Kentang Varietas Granola (Solanum tuberosum L). Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka. Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, 2010.
2. Setijo Pitojo. Benih Kentang. Penerbit Kanisius, jakarta, 2004.