RSS
Syndicate content

Mengenal Hama Kutu Hijau (Aphis Sp) Yang Menyerang Tanaman Kedelai

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Aphis berupa kutu kecil bersayap. serangga ini berkembang biak dengan cepat kerana serangga betina mampu menghasilkan nimfa hingga 124. siklus hidup hama ini terdiri atas 4 instar, stiap instar berlangsung selama 1-2 hari. aphis menghisap cairan sel sehingga pertumbuhan tanaman terganggu dan tanaman menjadi kerdil. disamping menghisap cairan sel, aphis juga memasukan toksin kedalam daun sehingga dauan menguning dan permukaannya berkerut. selain menyerang tanaman, hama ini juga berperan sebagai vector virus, yaitu virus belang ataupun virus kerdil. pada musim kemarau, populasi aphis lebih banyak dibandingkan dengan pada musim penghujan.

Di daerah tropis serangan ini dapat berkembang biak tanpa melalui perkawinan, sehingga populasinya dapat meningkat dengan cepat.Sampai saat. ini hanya tanaman kedele yang diketahui menjadi tanaman inang kutu daun.


Kutu daun ini berperan sebagai vektor/perantara pehyakit virus kedele. Serangan ini juga menyebabkan tumbuhnya cendawan jelaga hitam yang menutupi permukaan daun dan polong muda. Aktivitas makan kutu daun dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Apabila tanaman muda diserang oleh kutu daun dapat menyebabkan tanaman kerdil, daun-daun menguning dan akhir nya gugur. Populasi kutu daun tinggi pada stadia pembungaan, pembentukan polong atau biji, bunga menjadi gugur dan polong serta biji tidak berkembang sempurna. Serangan kutu daun umumnya terjadi pada akhir musim hujan danpanas.


pengendalian hama kutu daun yang dianjurkan berpedoman pada prinsip pengendalian hama tepadu, yakni sebagai berikut:
- Pengendalian secara kultur teknis: Menjaga kebersihan tanaman, membersihkan gulma; menggunakan mulsa plastic berwarna perak untuk menekan perkembangan kutu daun.
- pengendalian secara mekanis: memangkas bagian tanaman yang terserang dan memusnahkannya dengan cara dibakar.
- pemgemdalian secara kimiawi: menyemprot tanaman dengan insektisida Perfecthion 400 EC, Mitac 200 EC, Kelthene 200 EC, dan Nussuron 50 EC.


sumber:
Agus,S.2010.Hama dan Penyakit Tanaman: Pangan,Holtikultura,dan Perkebunan Masalah dan Solusinya. Yogyakarta: Kanisius
Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian. 1991. Budidaya dan Pengolahan Hasil Kedele. Jakarta: Departemen Pertanian
Pitojo, setiaji. 2009. Seri Penangkaran: Benih Kacang Tanah.Yogyakarta: Kanisius