RSS
Syndicate content

MEMERAH SUSU KAMBING

Sumber Gambar: www.google.com
Sebagaimana halnya ternak ruminansia lainnya, induk kambing akan menghasilkan susu setelah melahirkan anaknya. Sebenarnya, susu tersebut diperuntukan sebagai pakan anaknya yang baru lahir. Namun, hasil susu itu bisa berlebihan bila hanya sekedar untuk keperluan anaknya. Berkat adanya campur tangan manusia dalam pemeliharaanya, kelebihan susu kambing tersebut bisa dimanfaatkan untuk bahan pangan.
Secara alami anak kambing menyusu pada induknya selama 2-3 bulan. Dengan penanganan biasa, induk kambing bisa menghasilkan susu sekitar 0,25-0,50 liter/hari. Kalau perawatannya lebih baik, mutu dan jumlah pakannya ditingkatkan, kesehatannya diperhatikan serta diberi pakan penguat, maka seekor induk kambing PE dapat mengahsilkan susu sekitar 1,50-2,00 liter/hari. Sedangkan lama produksinya bisa lebih panjang hingga 6-7 bulan.
Susu kambing biasanya dapat diperah dua kali dalam sehari, yaitu pukul 06.00 pagi dan sore pukul 16.00. Kalau susunya melimpah atau lebih banyak dari yang biasanya, bisa diperah menjadi tiga kali sehari yaitu pukul 06.00 pagi, pukul 11.00 siang dan pukul 16.00 sore. Waktu pemerahan susu kambing harus tepat. Kalau tidak, produksi susu bisa berkurang dan masa pemerahan lebih pendek dari lama berproduksi yang seharusnya.
CARA MEMERAH SUSU KAMBING
Banyak orang menyangka kalau memerah susu kambing merupakan pekerjaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang. Namun, kenyataan di lapangan, memerah susu kambing memerlukan keterampilan khusus. Baik tidaknya melakukan pemerahan, sangat mempengaruhi lama tidaknya kambing dapat diperah susunya. Keahlian memerah sangat menentukan hasil produksi susu dan lamanya masa laktasi.
Pemerah susu kambing yang baik haruslah orang yang sehat, tidak menderita penyakit menular. Disamping itu, ia juga mesti penyayang terhadap hewan, bersih, dan terampil melakukan pekerjaannya.
Susu kambing diperah dari ambingnya yang terletak dibagian perut bawah diantara dua kaki belakangnya. Kalau anak kambing menyusu kelenjar penghasil susu dalam ambing akan mengeluarkan cairan susu sampai habis. Setelah itu, beristirahat beberapa lama agar kelenjer dapat membentuk cairan susu lagi. Begitu pula kalau ambing itu diperah susunya.
Agar susu yang diperah hasilnya bersih dan bagus, tempat untuk memerah susu harus bersih, tidak berdebu dan tempat pemerahan berlantai semen atau papan yang rata. Dalam melakukan pemerahan, posisi pemerah sebaiknya disisi kanan ambing. Kalau ambing kambing cukup besar, cara memerah yang baik adalah dengan menggenggam ambing. Sebab, cara ini mirip atau menyerupai isapan mulut anak kambing. Kalau ambingnya ternyata masih kecil, bisa dengan cara diplirit. Cara pemerahan susu dengan diplirit sesungguhnya kurang disenangi induk kambing karena ambing seperti terjepit dan kadang-kadang terasa tertarik ke bawah sehingga ambing bisa melar panjang. Apabila ambingnya telah cukup panjang pemerahan secara diplirit sebaiknya dihentikan dan diganti denga cara menggenggam.
Air susu yang memancar dikumpulkan dalam wadah bersih berlapis email. Selanjutnya air susu perahan dikumpulkan dalam wadah yang lebih besar dan dituang melalui saringan yang terbuat dari kain putih bersih agar susunya benar-benar bersih. Tempat penyimpanan susu harus jauh dari kandang kambing jantan, bersih dari bau-bauan yang tidak diingini. Sedangkan alat-alat untuk memerah maupun menampung susu juga harus bersih.
Sebelum pemerahan dilakukan buatlah tempat khusus berupa palangan kayu atau bambu berbentuk X. Masukkan leher kambing ke bawah kayu silang itu. Setelah berdiri tenang lakukan pemerahan dengan cara sebagai berikut ; 1) Sebelum memerah tangan dibersihkan dengan sabun dan dibilas sampai bersih; 2) Ambing dan puting kambing dicuci dengan kain yang dicelup kedalam air hangat untuk merangsang keluarnya air susu; 3) Agar air susu tidak masuk lagi ke ambing, jari telunjuk dan ibu jari dilingkarkan pada pangkal puting susu; 4) Selanjutnya, jari tengah dilingkarkan pada puting sehingga air susu akan memancar keluar. Pancaran air susu yang pertama harus dibuang karena tidak bersih; 5) Setelah itu jari manis dilingkarkan yang berarti jari dilingkarkan pada puting susu dengan tekanan yang kuat supaya air susunya memancar deras keluar, tetapi jangan sampai putingnya ikut tertarik kebawah; 6) Jari kelingking ikut dilingkarkan dan selanjutnya isi ambing diperah seluruhnya sampai air susu keluar semuanya; 7) Tekanan jari dilepas agar puting terisi susu kembali, kegiatan tersebut diulangi dengan tangan yang lain; 8) Pemerahan dilakukan berulang-ulang dengan kedua tangan kiri dan kanan sampai air susu yang menetes keluar tinggal sedikit; 9) Untuk mengetahui bahwa air susunya telah keluar semua, kambing digoyang-goyangkan, hindarkan jangan sampai ada air susu yang tersisa pada puting susu; 10) Agar air susu pada puting keluar tuntas puting susu diurut dengan jari.
Agar produksi susu stabil, waktu pemerahan harus diatur dengan baik. Pada saat pemerahan dilakukan, harus dijaga agar kambing tidak kaget atau ketakutan. Masa laktasi kambing berlangsung 7-10 bulan. Antara 2-3 bulan sebelum kambing melahirkan lagi, pemerahan susu harus dihentikan. Hal ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan agar kambing beranak lagi dalam kondisi badan yang sehat. Masa ini disebut masa pengeringan. (Inang Sariati)
Sumber Informasi:
1. Sarwo, B, "Beternak Kambing Unggul", Jakarta: Penebar Swadaya, 2010
2. Prabowo, Agung, "Petunjuk Teknis, Budidaya Ternak Kambing (Materi Pelatihan Agribisnis bagi KMPH)", BPTP Sumatera Selatan, 2010