RSS
Syndicate content

MANFAAT PETEMUAN BERKALA BAGI PETANI/PEKEBUN (TANAMAN SEMUSIM)

Sumber Gambar: www.google.com
Peningkatan kemampuan petani dan penguatan kelembagaan petani khususnya petani/perkebunan tanaman semusim (tebu, nilam, kapas dan tembakau) dapat dicapai diantaranya melalui pertemuan-pertemuan berkala. Yang dimaksud dengan pertemuan berkala bagi petani/pekebun adalah pertemuan petani dalam wadah kelompoktani yang dihadiri oleh para pengurus atau antara pengurus dengan anggota kelompoktani disuatu tempat pada waktu tertentu sesuai dengan aturan dan agenda yang telah disepakati. Pertemuan kelompoktani dapat dilakukan dua minggu sekali atau dengan waktu yang telah disepakati oleh petani anggota kelompoktani. Pertemuan berkala kelompoktani dapat dibedakan menjadi yaitu sebagai rapat pengurus dan rapat khusus. Rapat pengurus adalah pertemuan kelompoktani yang dihadiri semua pengurus disuatu tempat, dengan waktu teratur untuk membahas tentang pengelolaan dan kegiatan kelompoktani. Sedang rapat khusus adalah pertemuan kelompoktani yang dihadiri oleh semua anggota (termasuk pengurus) yang dilaksanakan disuatu tempat untuk membahas kegiatan kelompoktani yang perlu penanganan segera seperti adanya serangan hama/penyakit tanaman, kebakaran hutan dan kejadian lainnya yang dapat merugikan petani/pekebun.

Manfaat pertemuan berkala
Pertemuan petani/kelompotktani tanaman semusim bila dilakukan secara berkala, akan sangat bermafaat bagi para petani baik pengurus maupun anggota kelompoktani. Adapun manfaat yang dapat dirasakan antaralain: 1) memberi kesempatan kepada pengurus dan anggota kelompoktani saling bertemu secara teratur untuk saling bertukar informasi, bertukar pengalaman, saling belajar dan saling tolong menolong; 2) menumbuhkembangkan sifat disiplin pada para anggota; 3) meningkatkan pelayanan pada pada anggota; 4) memberikan kesempatan para anggota untuk belajar dan meningkatkan pengetahuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi; 4) sebagai wadah untuk bermusyawarah serta menyatukan perbedaan pendapat; 5) menjadi sarana untuk menyusun rencana kegiatan kelompok; dan 6) sebagai sarana untuk menyampaikan pertanggungjawaban/pelaporan pengurus pada para anggota.

Pertemuan kelompoktani/pekebun yang baik
Untuk mendapat manfaat yang sebanyak-banyaknya, pertemuan kelompoktani/pekebun harus dilaksanakan sebaik mungkin. Pertemuan kelompoktani/pekebun dikatakan baik bila memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) dilaksanakan secara teratur misalnya setiap dua minggu sekali; 2) pertemuan dihadiri oleh minimal 75% anggota kelompoktani dan adanya peran aktif peserta yang hadir; 3) pertemuan mempunyai agenda acara yang akan dibicarakan; 4) para peserta pertemuan mematuhi tata tertib pertemuan yang telah dibuat; 5) adanya pimpinan pertemuan yang mampu berperan dengan baik; 6) semua anggota pertemuan mendapat kesempatan menyampaikan aspirasi; 7) para peserta mendengarkan dan menyimak dan mencatat hal-hal yang penting dalam pertemuan; 8) diperolehnya kesepakatan peserta pertemuan yang mencerminkan aspirasi seluruh pengurus dan anggota; 9) ada daftar hadir peserta pertemuan; 10) adanya hasil rapat berupa notulen; dan 10) adanya waktu pembatasan waktu pertemuan.


Pelaksanaan pertemuan yang baik
Guna mendapatkan hasil pertemuan dengan baik, kelompoktani tanaman semusim yang akan melaksanakan pertemuan hendaknya melakukan persiapan dan pelaksanaan dengan baik. Persiapan meliputi: 1) menentukan topik yang akan dibahas dalam pertemuan; 2) menetapkan waktu pertemuan; 3) menginformasikan waktu dan tempat pertemuan pada seluruh peserta pertemuan melalui undangan; 4) menentukan pimpinan rapat; 5) menyiapkan notulis/pencatat; dan 6) menyiapkan perlengkapan yang diperlukan dalam pertemuan (tempat, konsumsi, tikar, kursi dll).
Dalam melaksanakan pertemuan hendaknya melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1) peserta pertemuan mengisi daftar hadir; 2) sebelum pertemuan dimulai agar diawali dengan pembacaan doa; 3) pimpinan pertemuan menyampaikan maksud dan tujuan pertemuan; 4) mereview hasil pertemuan sebelumnya (disampaikan oleh pemimpin pertemuan); 5) pembahasan topik pertemuan; 6) notulis/pencatat pertemuan mencatat hasil pertemuan sebagai bahan laporan yang isinya meliputi: waktu pelaksanaan pertemuan (hari, tanggal dan jam), tempat pertemuan, jumlah peserta yang hadir dalam pertemuan (melampirkan daftar hadir), nama pimpinan pertemuan, hasil pembahasan pertemuan (berisi tentang masalah dan solusinya, kesepakatan, rencana kegiatan, rencana tindak lanjut dan hal-hal yang dianggap penting lainnya), bila pertemuan menghasilkan kesepakatan penting, maka peserta pertemuan perlu menandatangani hasil notulen; 7) Pembacaan rumusan, kesepakatan, kesimpulan, saran-saran dan rencana tindak lanjut oleh pimpinan rapat atau peserta pertemuan yang ditunjuk; 8) penutupan oleh pimpinan pertemuan.


Oleh : Ir.Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com
Sumber : 1) Pedoman Umum Pemberdayaan Petani Tanaman Semusim, Direktorat Tanaman Semusim, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian 2011; 2) Buku I Kelomoktani Sebagai Kelas Belajar , Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP, Kementerian Pertanian, 2012; 3) Berbagai sumber
Sumber gambar: Dokumentasi Pusat Penyuluhan Pertanian.