RSS
Syndicate content

Lebih Dekat Dengan Hama Penggulungan Daun (Lamprosema indicata) Tanaman Kedelai

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
ulat penggulung daun menyerang tanaman kacang-kacangan, khususnya pada tanaman:
-kacang kedele
-kacang tanah,
- kacang panjang,
- kacang buncis,
- kacang tunggak dan
- Calopogonium.

ulat penggulung daun memiliki tubuh yang berwarna hijau dengan garis-garis kuning sampai putih buram. ulat kemudian menjadi kepompong dan akhirnya menjadi ngengat dengan sayap berwarna kuning berbercak hitam.

serangan ulat penggulung daun menyebabkan daun menggulung di dalam daun yang menggulung tersebut, terdapat ulat yang dilindungi oleh benang. ulat dalam daun tersebut akan memakan daun dari dalam, sehingga pada daun terdapat lubang-lubang bekas gigitan. lubang bekas gigitan tersebut semakin meluas, dan akhirnya hanya tersisa urat-urat daunnya saja

pengendalian ulat penggulung yang menyerang pada tanaman kedele dapat dikendalikan dengan cara:
- Pengaturan tanaman secara serentak atau dengan pergiliran tanaman.
- Sebaiknya daun yang terserang dibuang atau dibakar.
- Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan Azodrin 15 WSC dalam konsentrasi 2cc-3cc/liter air, Klitop 50 EC dalam konsentrasi 4cc-5cc/liter air, atau Matador 25 EC dalam konsentrasi 5 mL/ 10 liter air. Tiap hektar memerlukan 400 liter - 600 liter.

Tanaman kedele yang terserang hama ini mudah dikenal yaitu adanya daun-daun yang direkat menjadi satu. Apabila rekatan dibuka, maka terlihat larva yang aktif bergerak. Larva hidup dan makan di dalam rekatan daun. Tanaman yang diserang umumnya berumur 4-6 minggu. Serangan larva dapat menghambat pertumbuhan tanaman muda, tetapi tidak menimbulkan kerugian berarti apa bila serangan terjadi pada stadium pengerasan polong.

ambang ekonomi populasi hama penggulung daun adalah populasi hama pada pertanaman 58 ekor instar 1 atau 32 ekor instar 2 atau 17 ekor instar 3 per 12 tanaman kedele

sumber:
Fachruddin L. 2007. Budidaya Kacang-kacangan.yogyakarta:kanisius
Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian. 1991. Budidaya dan Pengolahan Hasil Kedele. Jakarta: Departemen Pertanian