RSS
Syndicate content

KRITERIA BENIH KEDELAI BERMUTU

Sumber Gambar: www.google.com
Tanaman kedelai merupakan salah satu komoditas pangan penghasil protein nabati yang sudah dikenal oleh masyarakat. Sejalan dengan perkembangan tanaman kedelai, maka industri pangan berbahan baku kedelai akan terus berkembang. Kebutuhan akan protein hewani telah mendorong berkembangnya industri peternakan, sehingga memacu pertumbuhan industri pakan ternak. Komponen terpenting kedua dari pakan konsentrat setelah jagung adalah bungkil kedelai. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perkembangan industri pangan berbahan baku kedelai dan industri pakan ternak di Indonesia telah menyebabkan permintaan kedelai akan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Luas lahan yang ditanami kedelai di Indonesia setiap tahun mencapai sekitar 650.000 ha. Setiap hektar memerlukan benih sebanyak 50 - 60 kg, maka kebutuhan benih setiap tahun mencapai 325 - 390 ribu ton. Penggunaan benih kedelai oleh petani kedelai berasal dari biji kedelai konsumsi yang mutunya beragam sehingga terjadi keragaman pertumbuhan tanaman.
Benih merupakan salah satu sarana produksi yang sangat penting untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai. Benih bermutu merupakan syarat utama dalam mendukung keberhasilan usahatani kedelai.
A. MUTU BENIH
Mutu benih meliputi mutu fisik, fisiologis, dan mutu genetik. Mutu fisik meliputi : (1) kebersihan benih dari kotoran fisik dan campuran biji - biji pecah atau biji tanaman lain, (2) penampilan benih (ukuran benih) dan warna kulit benih. (3) Warna biji cerah mengkilat dan tidak kusam, (4) ukuran biji seragam dan bernas. Mutu fisiologis dilihat dari kemampuan benih untuk tumbuh normal dalam kondisi yang serba normal pula. Sedangkan mutu genetik yaitu benih yang jelas dan benar identitas genetiknya, serta tidak terdapat campuran varietas lain. Secara spesifik, penggunaan benih bermutu tinggi berdampak pada pertumbuhan tanaman yang baik dan hasil panen yang tinggi. Syarat benih bermutu adalah : (1) murni dan diketahui nama varietasnya; (2) daya tumbuh tinggi (minimal 80%) dan vigornya baik; (3) biji sehat, bernas, tidak keriput, dipanen pada saat biji telah matang; (4) dipanen dari tanaman yang sehat, tidak terinfeksi penyakit (cendawan, bakteri, dan virus); dan (5) benih tidak tercampur biji tanaman lain atau biji rerumputan. Benih dianggap bermutu tinggi jika memiliki daya tumbuh (daya berkecambah) ≥80 % bergantung pada jenis dan kelas benih) dan nilai kadar air di bawah 13 % (bergantung pada jenis benih).
Pengendalian mutu dalam industri benih memiliki tiga aspek penting yaitu :
1. Penetapan standar minimum mutu benih yang dapat diterima
2. Perumusan dan implementasi sistem dan prosedur untuk mencapai dan mempertahankan standar mutu yang telah ditetapkan.
3. Pendekatan sistematik untuk mengidentifikasi sebab - sebab terjadinya masalah dalam mutu dan cara mengatasinya.
Benih berdasarkan kelas adalah sebagai berikut :
1. Benih penjenis, BS (Breeder Seed) yaitu benih yang diproduksi dan diawasi oleh pemulia tanaman dan atau instansi yang menanganinya, sebagai sumber untuk perbanyakan benih dasar.
2. Benih dasar, BD (Foundation Seed) yaitu benih yang diproduksi dan diawasi secara ketat oleh BBI dan instansi lainnya yang telah mendapat isin untuk 10 mengolah benih BD (UPBS lingkup badan litbang pertanian) sehingga kemurniannya tetap terjaga.
3. Benih pokok, BP (Stock Seed) yaitu benih yang diproduksi oleh Balai Benih atau pihak swasta yang terdaftar.
4. Benih sebar, BR (Extension Seed) yaitu benih yang diproduksi oleh Balai Benih dan penangkar benih dengan bimbingan dan pengawasan dari BPSB.
B. SERTIFIKASI BENIH
Benih bermutu dapat diperoleh dengan melakukan sertifikasi benih, yaitu dengan memberikan persyaratan khusus atau standarisasi pada kelas - kelas benih tersebut dengan pemberian standar di lapang dan standar di laboratorium. Standar pengujian laboratorium benih kedelai bersertifikat pada kelas Benih Dasar dan Benih Pokok memiliki kadar air maksimum 11 %, benih murni minimum 98%, kotoran benih maksimum 2%, campuran varietas lain maksimum 0,1 dan 0,2%, serta daya tumbuh minimum 80%. benih sebar label biru dan label hijau memiliki kadar air maksimum 11 %, benih murni minimum 97%, kotoran benih maksimum 3%, campuran varietas lain maksimum 0,5 dan 0,7%, serta daya tumbuh minimum 80% dan 70%.
Ada dua kegiatan yang harus dilakukan dalam proses pengadaan benih bermutu dan bersertifikat, yaitu kegiatan sebelum dan setelah panen. Hal-hal yang termasuk dalam kegiatan sebelum panen yaitu : 1) permohonan sertifikasi, jumlah permohonan disesuaikan dengan areal, varietas, dan kelas benih yang akan diproduksi, 2) benih yang akan ditanam, harus berasal dari benih bersertifikat yang mempunyai kelas benih yang lebih tinggi, 3) areal lahan, satu areal lahan hanya boleh ditanami satu kelas dari satu varietas dan 4) pemeriksaan lapangan (saat perkecambahan, saat berbunga dan sebelum panen). Tahapan proses sertifikasi benih setelah panen meliputi : 1) pemeriksaan gudang dan peralatan untuk memastikan bahwa benih yang dihasilkan tidak tercampur dengan varietas lain sehingga kemurnian benih terjamin, 2) pengawasan penyimpanan, untuk menjamin proses penyimpanan sudah sesuai standart dan tidak tercampur dengan varietas atau benda lain, dan 3) pengambilan contoh benih, setelah dinyatakan lulus maka produsen atau penangkar bisa mengajukan permintaan untuk membeli label sertifikasi dan segel.
C. PENYIMPANAN BENIH
Benih merupakan benda hidup dan viabilitasnya sangat dipengaruhi oleh cara dan kondisi penyimpanan. Faktor yang harus diperhatikan agar penyimpanan benih bisa bertahan lama yaitu kadar air benih, kelembaban dan suhu udara. Penyimpanan benih merupakan jeda dari sortasi benih sampai benih tersebut siap ditanam. Jangka waktu penyimpanan benih sangat tergantung pada waktu penanaman.
Ada beberapa cara penyimpanan yang dapat dilakukan yaitu penyimpanan terbuka, penyimpanan di dalam ruangan dingin, penyimpanan dalam container terkendali, dan penyimpanan dengan bahan penyerap.
Penyimpanan benih bertujuan untuk mempertahankan kualitas atau mutu fisiologis benih dengan cara menekan penurunan daya tumbuh benih seminimal mungkin. Ukuran atau bobot biji memiliki perbedaan daya simpan biji kedelai berukuran kecil lebih tahan lama disimpan dibandingkan biji berukuran besar. Biji kedelai berwarna hitam lebih baik dibandingkan biji kedelai berwarna kuning karena respirasinya lebih lambat.
Upaya untuk mempertahankan mutu benih dilakukan dengan cara mempertahankan kadar air benih pada tingkat 9 - 10 % dan disimpan dalam ruangan pada ketinggian tempat lebih dari 1000 m dpl. Ditempat tersebut, suhu dan kelembaban udara rendah sehingga mutu benih dapat dipertahankan.

Sundari, SST (BBP2TP, Bogor), Email:sunburase@yahoo.com
Penulis Koordinator Subsektor

 

Sumber :
Institut Pertanian Bogor (IPB)
T.Adisarwanto,Dr :Kedelai " Budidaya dengan pemupukan yang efektif dan pengoptimalan peran bintil akar", Jakarta 2006