RSS
Syndicate content

Konstruksi Kandang dan memilih Tipe Kandang Yang Baik

Konstruksi kandang dirancang sesuai keadaan iklim setempat, jenis ternak, dan tujuan pemeliharaan sapi itu sendiri. Dalam merancang kandang ternak yang penting untuk diperhatikan adalah tinggi bangunan, kedudukan atap dan bayangan atap, serta lantai kandang. Kandang merupakan habitat mikro bagi sapi. Kondisi dan lingkungan kandang diharapkan dapat mempertahankan suhu normal sapi dari berbagai perubahan ikiim dan cuaca. Dalam keadaan sehat suhu tubuh sapi berkisar antara 380 C-390C. Untuk menciptakan kondisi ini maka tinggi kandang perlu disesuaikan dengan ketinggian tempat.

 

Kandang yang dibangun di dataran rendah sebaiknya dibuat lebih tinggi dibandingkan kandang di dataran tinggi. Bagian kandang yang perlu diperhatikan, yaitu atap. Atap berfungsi untuk menghindari air hujan dan teriknya sinar mata hari. Fungsi atap untuk menjaga kehangatan ruangan kandang pada malam hari karena pada malam hari udara akan keluar paling banyak ke arah atas. Atap kandang sebaiknya menggunakan genting. Lantai merupakan bagian kandang yang penting untuk diperhatikan oleh peternak. Lantai kandang untuk penggemukan sebaiknya disemen dengan kemiringan lantai 4-5 cm. Kemiringan itu bertujuan agar air kencing. air siraman pembersih kandang. Atau cairan lain di dalam kandang dapat mengalir keluar dengan mudah.

Memilih Tipe Kandang
Berdasarkan penggunaannya. kandang dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu kandang koloni dan kandang tunggal.

 

1. Kandang koloni
Kandang koloni adalah kandang yang hanya terdiri dari satu bangunan atau ruangan. tetapi digunakan untuk ternak dalam jumlah banyak. Fungsi kandang ini hanya sebagai tempat penam- pungan sementara. Misalnya untuk menampung bakalan sapi yang baru datang untuk disalurkan ke kandang penggemukan atau menampung sap yang sudah digemukkan dan akan dikirim sebagai temak potong ke RPH (rumah potong hewan), pasar hewan, atau konsumen yang membutuhkan. Sebuah kandang koloni yang beruhuran 7 m x 9 m dapat menampung 20- 24 ekor sapi. Biasanya sapi tinggal selama sekitar satu minggu di kandang koloni agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.

 

Kandang koloni sebagai kandang penampungan ini sebaiknya terletak di tempat yang strategis, misalnya di tepi jalan raya. Untuk memudahkan jalannya operasional di kandang koloni maka diusahakan jalan menuju lokasi kandang dalam keadaan landai. Selain itu, diupayakan agar halaman dan keadaan tanah di sekitar kandang rata dan datar sehingga memudahkan pengangkutan sapi dari truk ke kandang atau dari arah sebaliknya. Pintu andang dibuat kuat sehingga sapi tidak mudah lepas keluar kandang. Di dalam kandang penampungan juga harus dilengkapi dengan sarana tempat pakan dan minum. Agar kebersihan di dalam kandang dapat terpelihara maka saluran pembuangan dan penampungan air hams dapat berfungsi dengan baik.

 

Selain itu, sebaiknya tersedia kandang jepit, yaitu suatu ruang berbentuk sesi empat berukuran 1,5-2 m x 1,0-1,2 m dan biasanya ter- buat dari pipa besi. Kandang ini digunakan untuk pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi temak. Letak kandang jepit sebaiknya berdekatan dengan kandang penampungan Kandang penampungan sebaiknya dibangun permanen karena dapat dimanfaatkan untuk tempat pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan penanganan sapi gemuk yang siap dijual setelah mas pemeliharaannya selesai. Letak kandang penampungan sebaiknya di luar lokasi kandang penggemukan. Kandang ini sebaiknya dibuat tidak jauh dari jalan raya dan terletak 25-50 m dari lokasi kandang penggemukan.

 

2. Kandang tunggal
Kandang tunggal adalah kandang yang hanya terdiri dari satu ruangan atau bangunan dan hanya digunakan untuk memelihara satu ekor temak saja. Kondisi kandang ini, yaitu terbuka di semua sisi. Apabila sapi yang dipelihara banyak, kandang tunggal dibangun berderet-deret membentuk suatu kumpulan. Satu kumpulan kandang untuk usaha penggemukan komersial biasanya terdiri 24 kandang tunggal. Kalau kumpulan kandang tunggal itu ada 4 kelompok maka disebut satu unit. Dengan demikian, satu unit kandang penggemukan terdiri dari 4 x 24 = 96 kandang tunggal.

 

Keuntungan menggunakan kandang tunggal untuk tempat penggemukan adalah ternak mudah jinak, tidak gampang sires, dan cepat pertumbuhan bobotnya. Keuntungan tersebut dapat tercapai kalau kondisi kandang memenuhi persyaratan kesehatan dan nyaman untuk kehidupan sapi. Untuk setiap satu ekor sapi PO yang digemukkan membutuhkan kandang tunggal seluas 3,75 m-. Kandang seluas itu dapat dibuat dengan ukuran panjang 2,25 m, lebar 1 m, dan tinggi 2-2,5 m. Ukuran kandang tersebut dapat pula digunakan untuk penggemukan sapi jenis lain, seperti sapi bali, brahman cross, dan jenis sapi eropa.

 

Seperti persyaratan pada kandang secara umum, kandang penggemukan ini sangat ideal jika dibangun di tempat yang dekat dengan sumber air. Lantai kandang dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah di sekelilingnya dengan kemiringan 4-5 cm. Lantai kandang sebaiknya disemen agar tidak becek, mudah di- bersihkan, dan cepat kering ketika disiram air. Di belakang kandang dibuat saluran pembuangan untuk memudahkan pembuangan dan pembersihan kotoran. Untuk menciptakan kandang yang nyaman maka kondisi kandang penggemukan diusahakan tidak lembap atau dingin. Caranya, kandang harus memiliki ventilasi dan pertukaran udara yang nyaman, tetapi angin tidak langsung masuk ke kandang dan mengenai sapi pada waktu malam. Apabila dinding kandang terbuka maka dapat digunakan penutup dari plastik yang dapat dipasang dan digulung berdasarkan kebutuhan. Tak ada genangan air di dalam dan luar kandang.

 

Atap kandang penggemukan dapat dibuat dari berbagai jenis bahan, tetapi yang umum digunakan adalah atap dari genting. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah atap dapat berfungsi untuk menghindari air hujan dan terik matahari serta menjaga kehangatan ruang kandang pada malam hari. Kerangka, tiang, dan dinding kandang dapat dibuat dari bahan yang sederhana sampai bahan yang mahal, seperti bambu, kayu, besi atau beton semen. Tiang kandang harus dibuat cukup kuat karena juga digunakan untuk mengikat temak. Untuk tiang kandang ini dapat dibuat dari kayu atau pipa besi. Apa pun bahan yang digunakan, kandang harus dapat berfungsi dengan baik, yaitu memberi kenyamanan bagi sapi yang dipelihara.

 

Selain itu, kelayakan ekonomisnya harus disesuaikan dengan tujuan usaha penggemukan tersebut. Di dalam kandang juga harus dilengkapi dengan tempat pakan dan minum dan jumlahnya disesuaikan dengan jumlah sapi yang digemukkan. Untuk tempat minum digunakan ember plastik hitam berukuran 20 liter. Tempat pakan comboran (dedak yang dicampur air) juga menggunakan ember plastik hitam berukuran 5-10 liter. Untuk jerami kering sebagai pakan utama cukup disebarkan di lantai di sepanjang lorong kandang. Tidak jauh dari kandang perlu disediakan tempat penam- pungan kotoran sebelum diolah menjadi pupuk. Kotoran padat dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi 25-50 kg. Selanjutnya kantong plastik tersebut dikumpulkan di salah satu sudut lokasi penggemukan sapi yang masih kosong.


Sumber : B. Sarwono, Harianto Bimo Arianto, 2001, Penggemukkan Sapi Potong Secara Cepat, Jakarta : Penebar Swadya,