RSS
Syndicate content

KANDANG PENGGEMUKAN SAPI BALI

Sumber Gambar: ternakoline.wordpress.com
Perkandangan yang baik akan memberikan kenyaman pada ternak dan pemeliharanya, disamping itu juga dapat meningkatkan efesiensi pemeliharaan.
Kandang merupakan tempat berlindung dari berbagai gangguan, misalnya terik matahari, hujan, binatang, dll. Selain itu bagi ternak yang dipelihara dalam kandang seharian, kandang merupakan tempat tinggal, tempat berproduksi, bereproduksi. Dengan perkandangan yang baik akan memberikan kenyaman baik pada ternak, maupun pemelihara dan dapat meningkatkan efesiensi pemeliharaan serta tidak menimbulkan polusi. Kandang yang baik tidak perlu yang mahal, cukup bahan yang sederhana dan murah, namun tidak berarti kandang asal dibuat, konstruksi dan kemampuannya perlu mendapat perhatian.
Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang akan dipelihara. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilkukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan.
Setiap usaha penggemukan sapi potong yang akan didirikan harus merencanakan jumlah kandang yang akan dibangun sesuai dengan jumlah dan jenis sapi yang akan dipelihara serta sesuai persyaratan kandang yang baik. Pembuatan kandang untuk tujuan penggemukan (kereman) biasanya berbentuk tunggal, apabila kapasitas ternak yang dipelihara hanya sedikit. Namun, apabila kegiatan penggemukan sapi ditujukan untuk komersial, ukuran kandang harus lebih luas dan lebih besar sehingga dapat menampung jumlah sapi yang lebih banyak.
Syarat Kandang yang Baik
Kandang yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1) terpisah dari rumah dan jaraknya cukup jauh minimal 10 m; 2) mendapat cahaya sinar matahari pagi ; 3) memberi kenyamanan bagi sapi dan yang memelihara serta memenuhi persyaratan kesehatan ternak; 4) lantai sebaiknya semen/tanah yang dipadatkan, lantai harus dibuat lebih tinggi dari pada tanah sekitarnya dan mudah dibersihkan; 5) ventiasi udara dalam kandang harus baik; 6) memberi kemudahan bagi ternak dan pemeliharanya dalam melaksanakan pekerjaannya; 7) tidak menyalahi tata ruang yang sudah ditetapkan oleh Daerah dan jauh dari pemukiman; 8) sistem drainase harus baik dan dilengkapi tempat makan dan minum sapi serta bak desinfektan.

Konstruksi Kandang
Konstruksi kandang sebaiknya terdiri dari : 1) bahan yang kuat dan menjamin kenyamanan dan keamanan bagi pegawai/buruh dan ternaknya; 2) kandang harus dapat memenuhi daya tampung, dan pertukaran udara di dalam kandang harus menjamin kelancarannya; 3) lantai kandang harus kuat dan tidak licin sebaiknya terbuat dari coran semen untuk menjamin kebersihan kandang dan memudahkan untuk didesinfeksi, posisi lantai kandang harus lebih tinggi dari pada tanah sekelilingnya dan agak miring kearah selokan di luar kandang; 4) kandang sapi tidak boleh tertutup rapat, tetapi agak terbuka agar sirkulasi udara didalamnya lancar.

Kandang di daerah pantai dan dataran rendah berbeda dengan kandang di daerah pegunungan. Kandang di daerah pantai atau dataran rendah dibangun lebih tinggi sehingga udara panas dapat bergerak dan berganti. Bahan atap dipilih yang tidak menimbulkan efek terlalu panas seperti atap dari genteng, rumbia, ijuk dan sebagainya.
Letak dan ketinggian lokasi terhadap wilayah sekitarnya harus diperhatikan lingkungan dan topografinya, sehingga limbah cair dan padat peternakan tidak mencemari lingkungan sekitarnya.
Ukuran Kandang
Tipe kandang dapat berupa kandang kelompok/koloni, tanpa sekat dalam satu ruangan dengan ukuran 2 m2 /ekor, atau kandang individu disekat-sekat dengan bahan kayu atau bambu dengan ukuran sebagai berikut : 1) sapi betina dewasa 1,5 x 2 m2 /ekor; 2) sapi jantan dewasa 1,8 x 2 m2/ekor; anak sapi 1,5 x 1 m2/ekor. Dengan perhitungan ukuran kandang tersebut maka dapat diatur jumlah sapi dalam satu kandang.

Perlengkapan/Peralatan Kandang
Usaha penggemukan sapi potong harus memiliki peralatan sesuai dengan kapasitas/jumlah sapi yang dipelihara mudah digunakan, mudah dibersihkan dan tidak mudah berkarat. Alat dan mesin yang perlu disediakan (sesuai kebutuhan) sebagai berikut : 1) tempat pakan dan tempat minum bias terbuat dari semen, seng anti karat atau papan tebal; 2) kereta pembawa rumput ke kandang; 3) timbangan pakan sapi; 4) alat timbang untuk sapi (statis/mobil); 5) mesin giling untuk butiran (apabila membuat pakan konsentrat sendiri); 6) Chopper (pemotong rumput); tempat bongkar/muat ternak yang memadai ; 7) mixer.

Penyediaan Air dan Alat Penerang
Untuk mendapat hasil yang optimal sesuai yang diinginkan dalam usaha penggemukan sapi potong, harus memperhatikan dalam penyediaan air dan alat penerang : 1) air yang digunakan harus memenuhi baku mutu air yang sehat, yang dapat diminum olah manusia dan ternak serta tersedia sepanjang tahun; 2) setiap usaha penggemukan sapi potong hendaknya menyediaan alat penerang yang mmemadai (misalnya listrik/lampu penerang lainnya) yang cukup setiap saat sesuai kebutuhan dan peruntukannya.
(Sri Hartati)
Sumber : 1) Budidaya Ternak Sapi Potong, Direktorat Jenderal Peternakan 1994;
2) Pedoman Budidaya Ternak Sapi Potong Yang Baik, Direktorat Jenderal Peternakan 2007.
3) Budidaya Ternak Sapi Potong, Proyek Pengembangan Masyarakat Pedesaan, Bappenas