RSS
Syndicate content

KAMBING LAKTASI DAN PERAWATANNYA

Sumber Gambar: www.google.com
Sebagaimana halnya ternak mamalia yang lain, perkembangbiakan kambing juga melalui kelahiran anak, serta anaknya disusui hingga waktu tertentu. Setelah melahirkan, induk kambing harus dirawat dan dibersihkan bagian tubuhnya dari sisa-sisa kotoran selama kelahiran. Pengecilan rahim ke ukuran normal membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Induk harus dalam kondisi prima agar dapat menghasilkan susu bagi anak-anaknya. Selama laktasi, sebaiknya air minum tersedia setiap saat di kandangnya, termasuk mineral blok. Ketersediaan pakan konsentrat untuk dikonsumsi sekitar 2% dari berat badan, sedangkan hijauan sebagai pakan pokoknya haruslah cukup, baik dalam hal jumlah maupun kualitasnya.
Anak kambing yang baru lahir (cempe) harus dibiarkan atau diberi kesempatan sepuas-puasnya untuk menyusu pada induknya. Anak kambing yang mendapatkan air susu yang cukup dari induknya, terutama kolostrum yaitu susu jolong atau susu yang pertama keluar setelah melahirkan, akan membuat kondisi tubuhnya menjadi kuat dan lincah. Setelah anak kambing berumur enam hari induk kambing sudah bisa diperah susunya.
Kambing dalam kondisi laktasi ini perlu perawatan khusus. Perawatan ini dimaksudkan agar tujuan pemeliharaan dapat tercapai. Adapun beberapa teknis perawatan tersebut adalah sebagai berikut : 1) Kambing perlu dimandikan minimal dua kali sebulan bila cuaca cerah. Apabila cuaca mendung atau hujan, kambing cukup hanya dimandikan sekali sebulan; 2) Kebersihan kandang harus benar-benar terpelihara; 3) Pemberian pakan harus memenuhi kebutuhan gizi kambing, baik kualitas maupun kuantitas; 4) Pemerahan susu harus rutin dilakukan sesuai jadwal. Cara pemerahan pun harus baik dan benar, pekerja yang bertugas sebagai pemerah susu harus berkuku pendek untuk menghindari terjadinya luka saat memerah susu; 5) Birahi kambing dimonitor secara ketat. Menurut pengalamam, kambing sudah siap dikawinkan kembali dua bulan setelah melahirkan anak. Biasanya, pada saat ini kambing memasuki masa puncak birahi; 6) Induk kambing harus dikawinkan dengan kambing pejantan pemacek unggul; 7) Bila induk positif bunting, susunya harus dikeringkan pada saat kebuntingan hari ke 105 (3-5 bulan).
Disamping perawatan khusus, kambing juga perlu dilakukan perawatan rutin. Hal ini dimaksudkan agar kualitas produksi susu dapat terjaga. Adapun perawatan rutin ini dilakukan terutama terhadap : kuku, bulu, telinga dan tanduk kambing. Untuk lebih rincinya dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Kuku kambing harus selalu dikontrol dan digunting secara teratur setiap dua bulan. Pengguntingan kuku kambing ini harus hati-hati, dan jangan sampai terlalu dalam. Gunakan gunting yang tajam saat pengguntingan kuku tersebut; 2) Bulu kambing harus diperhatikan dan dikontrol dengan sebaik-baiknya. Melalui bulu ini ternak akan mudah terserang penyakit terutama apabila bulunya kotor. Cara pencegahannya, mandikan kambing menggunakan sabun anti septik; 3) Telinga juga perlu dirawat dan dibersihkan dengan baik. Apabila ada luka di telinga, segera lakukan pembersihan dengan obat H2O2 berkonsentrasi 3%; 4) Tanduk kambing perlu diperhatikan juga dari kemungkinan adanya luka atau darah. Tanduk yang luka biasanya akibat sering menanduk antar sesama kambing atau kandang. Apabila luka, tanduk segera diolesi obat merah dengan konsentrasi 10%, atau salep luka. Tanduk yang tumbuh terlalu panjang pun tidak baik bagi ternak kambing, karena dapat melukai dirinya sendiri. Untuk itu tanduk yang panjang perlu dipotong dengan gergaji kecil. Pemotongan kedua tanduk harus rata dan sejajar. Cara pemotongan tanduk tidak boleh sembarangan. Untuk itu diperlukan keahlian. Sebelum dipotong, ternak kambing perlu dikendalikan terlebih dahulu agar kepalanya tidak mudah bergerak. Setelah itu tandai bagian tanduk yang akan digergaji atau dipotong, namun perlu diperhatikan bahwa pemotongan tanduk jangan melebihi 10 cm agar tidak menimbulkan pendarahan.
Anak kambing berumur 3 minggu sudah mulai belajar makan rumput muda, daun-daunan muda, dan sudah boleh diberi konsentrat dalam bentuk bubur sebagai pakan penguat. Anak kambing kambing tidak perlu diberi susu lagi setelah berumur 2-3 bulan karena sudah tiba masanya untuk disapih. Anak yang sudah disapih itu selanjutnya membutuhkan perawatan yang lebih baik agar pertumbuhannya pesat dan cepat besar.
Penyapihan dini juga dapat dilakukan pada saat anak kambing berumur dua bulan. Pisahkan anak dari kandang induknya. Pemisahan ini biasanya akan menimbulkan keributan, tetapi tidak berlangsung lama. Beberapa hari setelah berpisah, mereka akan diam sendiri.
Setelah berpisah dari anaknya, induk segera dapat dikawinkan kembali. Untuk itu perlu disiapkan kembali kelompok perkawinan. Sebelum dilakukan seleksi, induk menurut kelompok kawinnya, yaitu berdasarkan munculnya sifat birahinya. Namun sebelumnya, kondisi tubuh induk harus pulih dengan memberi pakan dan perawatan yang teratur dan baik. Sebaiknya diberi pakan ternak bermutu yang mencukupi jumlah dan kualitasnya agar induk kembali menunjukkan tanda-tanda birahi. Dengan perlakuan tersebut, dalam waktu tiga bulan setelah beranak, induk sudah dapat bunting kembali. Dan, setelah 8 bulan berjalan induk sudah dapat beranak lagi.
Anak kambing yang sudah lepas sapih sebaiknya dipisahkan antara jantan dan betina. Masing-masing ditempatkan di kandang masing-masing. Anak-anak kambing tersebut diberi obat cacing setelah disapih, misalnya phenol plus atau batilan sesuai dengan dosis yang dianjurkan.(Inang Sariati).
Sumber Informasi:
1. Mulyono, Subangkit dan Sarwono, B, "Penggemukan Kambing Potong", Jakarta: Penebar Swadaya, 2007
2. Prabowo, Agung, "Petunjuk Teknis, Budidaya Ternak Kambing (Materi Pelatihan Agribisnis bagi KMPH)", BPTP Sumatera Selatan, 2010