RSS
Syndicate content

Jenis Pupuk Untuk Tanaman Hias

Sumber Gambar: google.co.id
Usaha pemupukan bertujuan menambah bahan organik atau unsur hara mineral yang dibutuhkan tanaman, baik melalui tanah media tanam, ataupun daun. Pemupukan sangat berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman, terlebih bila media tanam yang digunakan tergolong 'miskin'. Pemupukan yang tidak tepat, baik dari segi jenis, jumlah, cara pemberian, maupun waktu pemberiannya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, terutama proses pembungaannya.

Jenis Pupuk

a. Berdasarkan Kandungan Unsur Hara Mineral
 
Ada dua jenis pupuk berdasarkan kandungan unsur hara mineral yang dominan dimilikinya.
- Pupuk orgamk, memiliki kandungan bahan-bahan orgamk yang tinggi dan hanya sedikit mengandung unsur hara mineral. Contoh pupuk organik yang dikenal luas oleh masyarakat adalah pupuk kandang kompos, dan bokhasi.
- Pupuk anorganik, tidak memiliki kandungan bahan-bahan organik tetapi memiliki kandungan unsur hara mineral yang tinggi dan dalam jumlah tertentu. Contoh pupuk organik yang dikenal luas oleh masyarakat adalah urea (45 nitrogen), SP36 (36 fosfor) dan KCl (60 kalium).

b. Berdasarkan Cara Aplikasinya

Ada dua Jems pupuk berdasarkan cara aplikasinya, yaitu:
- Pupuk akar, cara aplikasinya melalui akar tanaman. Contoh pupuk akar antara lain urea, SP36, KC1, NPK, dan KNO .
- Pupuk daun, cara aplikasinya melalui daun tanaman. Contoh pupuk daun antara lain gandasil, hyponex, dan grow more.

c. Berdasarkan Jumlah Unsur Hara Mineral

Ada dua jenis pupuk berdasarkan jumlah unsur hara mineral yang dimilikinya, yaitu:
- Pupuk tunggal, jumlah unsur hara mineral yang dikandungnya didominasi satu jenis saja. Contoh pupuk tunggal antara lain urea SP36, dan KC1.
- Pupuk majemuk, jumlah unsur hara mineral yang dikandungnya lebih dan satu jenis. Contoh pupuk majemuk antara lain NPK, KNO gandasil, hyponex, dan grow more.


Sumber : AgroMedia Pustaka